Ketika Kau Ingin Menjadi Seorang Istri dan Ibu

10427317_878588392186241_7296666125151650694_nSeseorang, pasti akan lebih mendengarkan yang dikatakan oleh Orang yang dicintainya. Untuk kesekian kalinya, nasehat itu menguap di kepalaku, bahkan tertanam kuat di hatiku,

“Ibu, adalah Madrasah pertama bagi anak-anaknya.. dan tugas Ibu adalah mentarbiyyah anak-anaknya agar menjadi Shalih dan shalihah…”

Nasehat yang begitu indah itu menggema di sendi-sendi langkahku. Siapapun yang berharap memiliki anak shalih dan shalihah, langkah awal yang paling dasar dan sangat-sangat urgent adalah memilih seorang Istri yang shalihah, Mengapa? Karena ASI yang dihisap oleh si Bayi dari Ibunya, akan menuruni sifat-sifat si Ibu. Apabila Istri memiliki watak yang buruk, perangai yang jauh dari norma-norma agama, lalu, siapakah yang akan menjadi panutan si anak kelak?

Jika Orang Tua mengharapkan anaknya menjadi seorang Penghapal Al-Qur’an, tapi boro-boro Ibunya ngaji.. shalat saja bolong-bolong? Lalu, anak akan memperoleh apa dari didikannya? Bukti nyata di Masyarakat kita, lihatlah.. Seorang Ibu yang senang berlama-lama ke Salon dan berbelanja, tengoklah anaknya yang masih kecil-kecil atau beranjak dewasa, pasti ia pun suka berdandan dan berbelanja. Atau Ibu yang suka berteriak dan marah-marah, niscaya, si Kecil pun akan menjadi Pemarah pula.Akan sangat berbeda jika Ibunya kesehariannya sering mengaji, berhijab syar’i, berdandan hanya untuk Suami.. lihatlah anak-anaknya, pasti mereka pun berhijab syar’i, shalihah, dan santun bahkan memiliki rasa malu yang tinggi.

Seorang Istri pun berperan besar dalam kehidupan Suaminya. Istri yang lemah lembut, penyabar, dan selalu berusaha menyenangkan Suami, insyaa ALLAH akan menjadikan Suami senantiasa damai berada di sampingnya. Menjadikannya ridha dan membuatnya menjadi aset berharga sebagai Kunci pembuka pintu surga. Seorang Istri yang bergaya hidup hedonis, suka berdandan jika keluar rumah, suka kelayapan, dll, pasti lebih banyak mengundang murka Suami dan ini akan menyeretnya ke Jurang Neraka. Terlebih jika tidak mau diatur oleh syariat (tidak mau berjilbab, -pent).Sungguh malang Suami yang memiliki Istri seperti ini. Dia bangkrut di dunia, karena hartanya habis dibelanjakan untuk hal yang tidak bermanfaat (nyalon, belanja, hura2, -pent). Di akherat pun ia mengalami kebangkrutan apabila Istrinya tidak mau mematuhi aturan ALLAH. Pun, parahnya, anak-anaknya mengikuti jejak Ibunya. SubhanALLAH. Wanita itu, Ibarat tanah. Seperti firman ALLAH yang berbunyi :

“Tanah yang baik itu, tanamannya akan tumbuh subur dengan seizin ALLAH; sedang, tanah yang tandus, maka tanamannya akan tumbuh merana…” (Surah Al-A’raaf ayat 58)

Pun, bagimu Wanita.. Jika kalian mengharapkan Suami yang shalih.. hendaknya terus memperbaiki diri untuk berakhlaq mulia. Walau tidak seberani dan semulia Ummu Sulaim Ibunda Anas bin Malik Radhyallahu ‘anhu, tidak setabah dan segigih Sang Dzaatun Nithaaqain, atau Asma bintu Abu Bakar As-Sidiq Ibunda Urwah bin Zubeir dan Abdullah bin Zubeir.. atau sebijak Ummu Salamah yang menyusui Hasan Al-Bashry.. tapi, kita bisa meneladani sifat-sifat mereka.Dan ingatlah, bahwa jodoh kita, adalah cerminan diri kita. Jika kita baik, insyaa ALLAH jodoh kita pun baik. Begitu sebaliknya. ALLAH pernah berfirman :

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)…” (Surah An-Nur ayat 26).

Naah.. jadi, kalau kita menghendaki Suami kita selalu menundukkan pandangan, tidak bermudah-mudahan smsan, telponan, maupun chatting dengan Wanita lain, tidak bebas berhaha-hihi dengan Wanita lain, tidak melakukan hal-hal yang menentang syariat ALLAH, maka mulailah dari diri kita terlebih dahulu. Kita pun jangan bermudah-mudahan dalam berkomunikasi dengan Laki-laki lain. Apalagi upload foto-foto kita agar menarik perhatian laki-laki non mahram? Untuk menjadi Perhiasan Dunia bagi Suami tidaklah mudah, karena, imbalannya adalah Surga. Jadilah sebaik-baik Wanita, agar Engkau mendapat sebaik-baik Lelaki Perindu Surga. Aamiin.

Ditulis, Sabtu 31 Mei 2014

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s