ALLAH Maha Baik

“Hati kita berada diantara Jemari ALLAH.. Hanya Dia yang berhak membolak–balik hati Manusia.. Jika ALLAH menghendaki kebaikan padanya, niscaya ALLAH akan menunjukkan jalan menuju kebaikan baginya..”

Sungguh, kasih sayang ALLAH itu Maha Luas. Seperti firman-Nya yang berbunyi, “Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” kita tidak akan pernah sanggup untuk menghitung rahmat dan nikmat ALLAH yang begitu besarnya.

Entahlah, bukannya Ge–er, tapi aku merasa bahwa ALLAH itu sayang banget sama aku. Bermula ketika aku masih kuliah
semester awal di Jogja. Aku belum pake jilbab, bahkan berprinsip bahwa apa gunanya berjilbab kalo Cuma buat kedok doang? Mending jilbabin hati dulu deh. Nah, pas dulu lagi seleksi mahasiswa baru di UNY aku boncengan sama Sepupu melintasi daerah Kotabaru. Waktu itu aku lihat ada wanita berjilbab lebar, nggak lebar banget sih, tapi syar’i, melintas di depanku. Trus aku nyeletuk ke Sepupuku, “Mbak, aku pengen deh kapan–kapan pake jilbab lebar kayak gitu..” sayangnya, keinginan itu hanya menggantung di bibir saja. Setelahnya, ya masih pake baju–baju yang nggak menutup aurat deh. Cuma pas berangkat kuliah aja baru pake jilbab, sebagai formalitas aja. Waiyyadzubillah.

Dulu, setiap ada wanita berjilbab lebar dan bercadar lewat di depanku, atau pas–pasan di jalan, mesti aku langsung ngomentarin ke temen, “Eh, itu ada Istri Teroris lewat tuh. Nggak gerah apa, panas–panas pake baju gombrong–gombrong kayak Orang Arab. Lebay deh..” abis itu, temenku mengamini ucapanku. Hikss..

Enam semester masa kuliah, aku adalah orang yang jauh dari ketaatan. Shalat masih bolong–bolong, sukanya ngomentarin orang yang udah berhijab, masih suka dengerin musik, pokoknya menganggap bahwa syariat Islam itu kaku. Aku masih menganggap, nggak usah jadi orang yang ekstrem deh apa–apa nggak boleh. Musik itu kan seni? Salahnya dimana?

10613114_846023338776080_2192269279104077088_nAlhamdulillahiladzi bini’matihi tattimush shalihat, Maha Suci ALLAH.. tepat sebelum Ramadhan tahun 2012, hidayah menyapaku melalui seseorang. Berawal dari ketidaksengajaan, nanyain kapan hari pertama puasa, berlanjut mulai sharing, dan beliau mendakwahkannya dengan bahasa yang mudah dimengerti, lemah lembut, dan ekstra sabar ketika menjelaskan perihal tauhid, hijab, dan lain–lain ke aku. Waktu itu aku belum tau apa itu Salafi? Yang aku tau, ya Cuma NU sama Muhammadiyyah, huehehe. Alhamdulillah, akhirnya aku mulai pake hijab syar’i hingga sekarang.

Nah, dari situlah aku sedikit–sedikit, pelan–pelan, mulai belajar mempelajari Dienul Islam. Atas saran dari Sahabatku, aku mulai nyari informasi terkait permasalahan sehari–hari via search engine di www.yufid.com, dia juga merekomendasikan untuk baca–baca artikel di beberapa situs Islami seperti www.muslim.or.id, www.muslimah.or.id, www.firanda.com, www.rumaysho.com, www.salafyunpad.com, dan masih banyak lagi deh. Trus, dipinjemin buku–buku sifat Shalat Nabi sama Shirah Shahabat, katanya, biar semangat thollabul ilmi’ku membara, dengan membaca ibrah dan hikmah yang terkandung di buku yang memuat kisah–kisah Para Shahabat Radhyallahu ‘anhumma.

Pas lagi surfing baca–baca di website islami itu, nggak sengaja pas buka FB, di home ada i’lan Kajian yang diselenggarakan oleh FKKA Yogyakarta, yang diisi sama Ustadzah Azizah Ummu Yasir di Mustek UGM. Aku semangat banget kala itu. Pas tiba hari kajian, aku ngajak Mbak Uni, temen kostku buat ikut kajian. Alhamdulillah, beliau mau. Setelah nyampe di tempat kajian, aku sama Mbak Uni bengong, soalnya yang dateng jilbabnya lebar–lebar n bercadar. Tapi Masyaa ALLAH, mereka ramah–ramah. Akhirnya kami pun masuk, dan mengikuti kajian perdana kami dengan khidmat.

Selang beberapa hari setelah kajian, qadarullah, Pak Kost ngasih tau, kalo rumah kost yang kami tempati akan dijual. Jadi, kami penghuninya disuruh pindah dalam tempo satu bulan. Hadeeeh, puyeng banget waktu itu aku nyari kostan. Yang menakjubkan, pas lagi puyeng–puyengnya, lagi–lagi secara nggak sengaja, ada informasi kost Muslimah di Pogung Dalangan. Aku langsung hubungi CP-nya, dan kenalan dengan beliau. Masyaa ALLAH, ALLAH memudahkan. Aku dapet wisma dengan program harian dan wajib yang keren. Ada hafalan Al–Qur’an, Tahsin, Bahasa Arab, Kajian Rutin, dll.

Aku menikmati banget tinggal di Wisma baruku. Aku mulai beli hijab instant lebar sekaligus dengan cadarnya. Dulu aku beli jilbabnya nyicil loh! Hahaha. Jilbab pertama, yang selalu dipake kemana–mana dan nggak pernah ganti selama seminggu.. 😀 😀

Setelah satu tahun berlalu, hal yang tidak mengenakan terjadi. Bapak dan Ibuku dateng ke Jogja. Mereka menghendaki aku biar cepet lulus kuliah. Dan, harus pindah kost. Asumsi mereka, aku hanya fokus ngaji dan ngajar aja, jadi kuliahnya terganggu. Makanya, mereka maksa aku buat pindah ke Rumah Kost milik Dosenku. Aku syok, sedih, nyesel banget, baru nyadaaaar banget nget nget kalo ternyata aku masih sedikit banget ilmunya, belum puas ikut kajian, belum puas belajar tahsin, bahasa arab, dll. Takut dan khawatir nggak akan menemukan temen seperti di Wisma sebelumnya. Yang bikin ngilu adalah, kostku yang sekarang itu penghuninya heterogen, ada Tv, musik, cowok boleh bertamu walau cukup di teras. Akhhh… galau banget.

Namun, aku jadi berpikir, bukankah segala sesuatu itu terjadi atas kehendak ALLAH? Bukankah di setiap rencana ALLAH, Dia memiliki Hikmah di baliknya? Ya! Hikmahnya adalah, ini adalah Ladang Dakwah!! Mungkin, kalo selama di wisma aku bisa santai – santai, karena aku dan temen–temenku sama–sama berjilbab lebar dan bercadar, jadi nggak ada tuntutan begini, “Wah.. si itu berjilbab lebar, tapi…” yang membedakan denganku dan temen – temen semasa di wisma hanyalah, kadar keilmuannya, semangat ngajinya, dll. Di wisma ada yang lebih tua dari aku, jadi aku ngerasa nggak punya beban berat buat selalu ngasih contoh ke Adik–adik, maksudnya, karena aku ngerasa, “Ah, ada Kak Tika inih… ah, ada Kak Oi inih… kan aku di tengah–tengah..” Sedangkan di kost yang baru, aku berjilbab lebar seorang diri. Itu artinya, mau tidak mau, suka tidak suka, aku harus menjaga kehormatan jilbabku. Aku harus menyadari posisiku, bukan siapa aku, tetapi, “Ini tentang Harga Diri Syariat, tentang Tanggung Jawab dan Konsekuensi yang sebenarnya di balik Jilbab dan Cadar”.

Artinya, Orang yang berbeda sendiri di tengah–tengah orang yang mayoritas homogen alias sama, pasti akan menjadi sorotan. Nah, ini jadi PR dan warning buat aku. Bahwa umumnya, orang yang berjilbab lebar itu selalu dianggap bahwa ilmu agamanya sudah banyak, selalu terlihat baik dalam setiap perilakunya, Ibadah kenceng, pokoknya, kalo sampe kepeleset sedikit saja, bukan aku yang disoroti, tapi jilbab dan cadarnya, mereka cenderung akan mengatakan, “Halaah.. Orang berjilbab lebar aja juga sholatnya bolong-bolong kok..”, “Alaaah, orang bercadar emang judes–judes kok..”, “Ihhh.. orang bercadar itu ternyata jorok yaa?” nah kan?

Mungkin, ini teguran dari ALLAH. Bahwa selama ini, aku itu terlalu santai di “Zona Nyaman”. Hingga ALLAH menegurku, dengan pindahnya aku ke kost yang “seperti ini”. ALLAH menghendaki kebaikan bagi diriku. Dengan aku pindah kost, itu berarti peluang bagi aku untuk memperbaiki diri. Bukan karena ingin terlihat baik di mata Manusia, tetapi, inilah konsekuensi sesungguhnya dari Hijab. Manfaat hijab adalah untuk membatasi perilaku kita. Kita pasti akan lebih mengerem segala tindak tanduk di hadapan Orang lain, demi kehormatan hijab kita. Misalnya, ketika lagi di jalan. Pasti akan berpikir seribu kali kalo mau ketawa cekikikan. Alam bawah sadar seolah mengerem dan memberi alarm bagi diri kita, “Masa aku jilbabnya lebar malah ketawa cekikikan sih di depan umum? Malu lah!” ya kan?

Mungkin ALLAH pengen, menggembleng aku untuk lebih giat belajar ilmu dien, dan mengenalkan dakwah Salaf pelan–pelan ke temen–temen di kost baru. Mungkin ALLAH menghendaki aku, menjadi Orang yang lebih baik, mempersiapkan diriku menjadi seorang Istri dan Ibu yang baik bagi anak–anakku kelak. Hmm.. bisa berbaik sangka terhadap ketentuan ALLAH itu adalah anugerah yang membahagiakan.

Sungguh, ALLAH itu Maha Baik. ALLAH tahu apa yang terbaik bagi kita. I trust of ALLAH…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s