Istrimu Lebih Cantik

Kebanyakan syahwat terkait panca indera adalah (mencintai) Wanita.

Kadang seseorang melihat seorang perempuan denganpakaian yang dia kenakan, lalu dia membayangkan bahwa dia lebih cantik daripada Istrinya, atau dengan pikirannya memabyangkan hal – hal yang indah. Pikiranya tidak melihat kecuali pada perempuan cantik, sehingga dia pun berupaya untuk menikah atau mengambil Budak. Bila maksudnya ini tercapai, dia justru senantiasa melihat – lihat aib yang ada pada Orang yang dia miliki sekarang, dimana sebelumnya itu sama sekali tidak terlintas dalam pikirannya, sehingga dia pun menjadi bosan dan mencari sesuatu yang lain.

34214_1393070144644_4805559_nDia tidak tahu bahwa ketika dia berhasil mendapatkan hal yang dia inginkan secara lahiriah, mungkin saja itu mengandung cobaan. Diantaranya adalah istri yang kedua kurang bagus sgsmsnys, stsu kurang pintar, atau tak punya kecintaan, atau tak bisa mengatur urusan rumah tangga, sehingga apa yang tak diraih lelaki itu justru lebih bayak dari apa yang dia dapatkan.

Hal inilah yang menjerumuskan para Pezina ke dalam tindakan keji mereka, karena mereka menemani wanita itu pada saat aibnya tidak terlihat dan tampak kecantikannya saja. Maka wanita itu membuat mereka senang pada saat itu, kemudian mereka berpindah lagi pada wanita lain.

Maka hendaknya seorang yang berakal tahu, bahwa tak ada jalan untuk memperoleh suatu maksud dengan sempurna seperti yang dia inginkan.

“Padahal kamu sendiri tidak mau mengambil dengan memicingkan mata terhadapnya.” (Surah Al – Baqarah ayat 267)

Tidaklah kaum wanita di dunia tidaklah dicela dengan celaan yang lebih bagus daripada,

“dan untuk mereka di dalamnya ada Istri-istri yang disucikan.” (Surah Al-Baqarah ayat 25)

Sedangkan orang yang punya harga diri, dia tak sudi dengan kotoran secara fisik dan celanya perangai secara makana. Maka hendaknya dia menerima dengan sesuatu yang bathinnya adalah agama, sedangkan bentuk lahiriahnya adalah menutup cela dan sikap menerima. Maka dia kan hidup dengan bathin yang nyaman dan hati yang tentram. Jika dia mengambil banyak (Istri), dia hanya akan menambah sibuk hatinya (dengan Istri – istrinya tersebut sehingga melupakan ALLAH), kerisauan hati dan tipisnya agama.

(Nasehat Ibnul Jauzy dalam Buku Shaidul Khathir Hal. 162 – 163)

Ditulis, Kamis 29 Mei 2014

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s