Bagaimana Engkau Memperlakukan Orang ketika Marah?

251647_430129850357907_4151040_nKetika engkau melihat kawanmu marah, dan dia mulai berbicara yang tidak pantas, maka tidak sepatutnya engkau menganggap apa yang diucapkannya dan tidak sepantasnya kamu membalasnya dikarenakan hal itu, karena kondisinya adalah kondisi orang mabuk, tidak tahu apa yang tengah terjadi, namun bersabarlah menghadapi gejolak emosinya, dan jangan engkau ambil peduli, karena setan telah mengalahkannya, tabiatnya tengah mendidih, dan akalnya telah tertutupi.

Kalau engkau membalasnya atau engkau meresponnya dengan apa yang menjadi konsekuensi dari perbuatnnya, maka engkau seperti orang berakal yang menghadapi orang gila, atau seperti orang yang sadar yang menegur orang pingsan, maka kesalahannya ada padamu.Akan tetapi lihatlah dengan mata kasih sayang, dan perhatikanlah apa yang diperbuat takdir padanya. Lihatlah bagaimana tabiatnya telah mempermainkannya. Dan ketahuilah bahwa kalau dia sadar, dia akan menyesal atas apa yang telah terjadi, dan dia akan mengakui keutamaan dari kesabaranmu.
Tindakan yang paling minimal adalah engkau alihkan tindakan amarahnya pada suatu yang bisa membuatnya tenang.

Hal ini yang seharusnya dicermati oleh anak kala Ayah tengah marah, dan oleh Istri kala Suami marah. Dia membiarkannya agar hilang amarahnya dengan perkataan yang diucapkannya. Janganlah dia mengambil hati atas (kemarahan) itu, karena diapun akan menyesal dan meminta maaf.

Tapi kalau keadaan dan ucapannya itu ditanggapi, maka permusuhan pun akan menguat, dan kala dia sadar, dia akan membalas apa yang telah dilakukan padanya pada waktu dia mabuk (marah).

Tapi kebanyakan orang tidak memakai cara ini, kalau mereka melihat orang marah, mereka menghadapinya sesuai dengan apa yang dia katakan dan perbuat. Ini tidak sejalan dengan tuntunan hikmah. Yang sesuai dengan hikmah adalah apa yang telah aku sebutkan.

“Dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu..” (Surat Al-Ankabut ayat 43)


Disalin dari Kitab Shaidul Khathir, Karya Ibnul Jauzy -rahimahullahu- Halaman 154-155.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s