Janji Bertemu di Surga yang Penuh Kenikmatan

246494_624407070918268_380122823_n - CopyAl-Mubarrid menyebutkan dari Abu Kamil, dari Ishaq bin Ibrahim, dari Raja’ bn Amar an-Nakha’i, ia berkata,

“Di Kuffah, terdapat seorang Pemuda yang berwajah tampan, sangat rajin beribadah daan bersungguh-sungguh. Suatu hari ia singgah di perkampungan an-Nakha’. Dia melihat seorang wanita cantik dari mereka, sehingga jatuh cinta dan kasmaran. Dan ternyata si wanita cantik pun merasakan hal yang sama. Kemudian Pemuda itu mengutus seseorang untuk melamar wanita itu kepada Ayahnya. Tetapi, si ayah mengabarkan bahwa putrinya telah dijodohkan dengan sepupunya.

Manakala kepedihan cinta yang mereka rasakan sudah semakin berat, akhirnya si Wanita mengutus seseorang (untuk menyampaikan pesan) kepada si Pemuda yang berbunyi.

“Telah sampai kepadaku bahwa betapa besar cintamu kepadaku, dan betapa besar pula cobaan yang aku terima disebabkan dirimu. Bila kamu mau, aku akan mengunjungimu atau aku akan mempermudah jalan bagimu untuk datang menemuikudi rumahku”.Pemuda itu berkata kepada utusan tersebut, “Tidak ada satu pun dari dua pilihan ini (yang akan aku lakukan).

“Sesungguhnya aku merasa takut bila aku berbuat maksiat pada Rabb-ku, akan azab yang akan menimpaku pada hari yang besar”. (Qs. Al-An’am : 15).

Aku takut pada api yang tidak pernah mengecil nyalanya dan tidak pernah padam kobarannya.

Ketika utusan tersebut menyampaikan perkataannya tadi kepada si Wania, dia berkata,

“Bersama semua ini, aku berpikir bahwa dia takut kepada ALLAH? Demi ALLAH, tak ada seorang pun yang lebih berhak dari Orang lain dengan hal ini (rasa takut kepada ALLAH). Semua Hamba sama-sama berhak dalam hal ini”.

Kemudian dia meninggalkan urusan dunia dan menyingkirkan perbuatan-perbuatan buruknya dan mulai beribadah, akan tetapi walaupun demikian, dia masih menyimpan rasa cintanya. Tubuhnya menjadi kurus karena rasa cinta dan rindunya kepada si Pemuda sampai akhirnya dia meninggal dunia karenanya. Dan si pemuda itu seringkali berziarah ke kuburannya, dia menangis disana dan mendoakannya. Suatu waktu, dia tertidur di atas kuburannya dan bermimpi berjumpa dengan Kekasihnya dengan penampilan sangat baik. Pemuda itu bertanya (pada si Wanita),

“Bagaimana keadaanmu dan apa yang kau dapatkan setel

ah berpisah denganku (dari dunia ini)?”

Dia menjawab, “Sebaik-baik Cinta – wahai orang yang bertanya – adalah Cintamu…

Sebuah Cinta yang menggiring menuju kebaikan dan perbuatan baik..”

Pemuda itu bertanya, “Jika demikian, kemakah kau menuju?”

Dia menjawab, “Menuju kenikmatan dan kehidupan yang tak pernah berakhir.

Di Surga kekekalan, kerajaan yang tak akan pernah punah…”

Pemuda itu berkata kepadanya, “Ingatlah padaku disana, sebab aku (disini) juga tak melupakanmu.”

Dia menjawab, “Demi ALLAH, aku juga tidak melupakanmu. dan aku meminta kepada Tuhanku dan Tuhanmu (ALLAH) agar Dia mengumpulkan kita berdua; maka bantulah aku untuk mewujudkan hal itu dengan kesungguhanmu (dalam beribadah).

Si Pemuda bertanya, “Kapan aku bisa melihatmu?”

Si Wanita menjawab, “Tak lama lagi kau akan datang melihat kami.”

Maka tidaklah Pemuda itu hidup setelah mendapatkan mimpi tersebut kecuali hanya tujuh malam saja, lalu ia meninggal dunia. Semoga ALLAH merahmatinya.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s