Inilah Caraku Mencintaimu

8140_351948871593103_794589419_nNggak sengaja tadi buka inbox yang masih ada bulatan kecilnya alias unread.

“Sombong banget sih lo…”

Degg!! Siapakah gerangan pemilik Akun tersebut? Kok bunyi pesannya………. Saya scroll ke atas inbox darinya, kurang lebih isinya :

“Hi, met malem..”

“Hallo, boleh kenalan?”

“Lis..”

“Belum tidur?”

“Hallo…”

“Hy..”

“Ass wr wb Tyas..”

Dst.. terhitung sejak Januari 2014

Oh, pantas saja nggak pernah saya reken. Seandainya dia Wanita, mungkin saya akan membalas sapaannya dengan ramah dan keterbukaan. Tapi, sayangnya bukan.

Flashback sedikit, dulu sebelum ilmu sampai pada saya, saya sering bertegur sapa dengan lawan jenis, alasannya (kata Orang), saya mudah akrab dengan Orang baru dan ramah. Istilah kerennya, easy going. Terlebih, ketika awal-awal ngaji pun, saya masih bisa membalas sapaan teman-teman laki-laki, dengan bahasa yang sedikit lebih santun, tidak ceplas-ceplos seperti sebelumnya. Masih mau senyam senyum, haha-haha-hihi-hihi-hehe-hehe-hoho-hoho-xixi-xoxo. Ah, tapi itu dulu, karena pembawaan saya memang begitu, suka bercanda dan rame. Kepada siapa saja, yang penting saya nggak jabat tangan dengan non mahram! Pikir saya ketika itu.

Hingga pada suatu hari, seiring berjalannya waktu, jumlah pertemanan di Friendlist saya meningkat, karena seringnya saya mampir di beberapa postingan kawan-kawan, baik laki-laki maupun perempuan, suka kirim-kirim tulisan ke grup komunitas kepenulisan, dan lain sebagainya. Alhamdulillah, bertambah pula deretan Akhwat Shalihah di dalamnya, sehingga yang sering muncul di home saya adalah postingan milik Para “Ummu” dan “Ukhty”. Dan, hati saya begitu tertohok ketika menemukan sebuah tulisan, tapi terlupa dengan redaksi aslinya :

“Defaultnya Wanita itu Pemalu. Apabila sudah hilang rasa malunya, maka dia sudah keluar dari defaultnya sebagai seorang Wanita..”

Kemudian, kerap muncul update foto profil bertuliskan :

akhwat 3

“Akhwat Only..”

“Akhwat Area..”

“Afwaan tidak menerima pertemanan dari Ikhwan!”

Lalu,

“Saudariku… Wanita adalah fitnah terbesar bagi laki-laki…

Janganlah bermudah-mudahan untuk saling berbalas komentar, terlebih inbox dari Ajnaby…

Menebar senyum kepada mereka, membuat hati-hati lawan jenismu tertawan…

Ketahuilah, bahwa Setan begitu cerdik mempermainkan hati Manusia…

Perhatikanlah adab bergaul dengan lawan jenis, dengan tidak terlalu larut dalam obrolan dan candaan yang tidak penting…

Ingatlah…

Bukankah banyak tertawa akan mengeraskan hati?

Relakah, jika Suamimu kerap berbalas komentar dengan Wanita selainmu?

Tak cemburukah, jika Suamimu rajin membalas inbox wanita asing, tertawa bersamanya, padahal kau nyata di hadapannya?

Tanya hatimu…

Relakah?

Kemanakah perginya rasa cemburu itu….?

Tanya hatimu…

Selamilah….”

Hemmm.. iya, relakah jika kelak Suami saya bersenda gurau dengan wanita selain saya? Relakah, jika Suami saya kelak kerap membalas inbox, whatsap, BBM, atau apapun itu dari teman Wanitanya? Haruskah saya cemburu? Bukankah itu hanya teman biasa? Ahhh.. iya.. rupanya, saya harus cemburu…

Teman biasa, atau bahkan teman akrab sekalipun, jika memang tak begitu perlu, biarkanlah berlalu. Bukankah Wanita adalah Makhluk-Nya yang terindah? Ingatkah, sebab keruntuhan Bani Israil? Bukankah terjadi karena fitnah Wanita? Seorang Preman pun akan melembut jika tengah jatuh cinta pada wanita, bukankah begitu?

Ah ya… Mungkin semua, harus berawal dari diri saya sendiri. Bukankah jodoh adalah cerminan diri kita? Bukankah laki-laki yang baik untuk wanita yang baik? Setidaknya, dengan saya tidak terlalu menanggapi komentar teman laki-laki, berbaur dengan mereka untuk hal-hal yang tidak darurat, mau mengabaikan inbox bahkan membiarkan begitu saja permintaan pertemanan dari laki-laki asing, itu bisa menjaga diri saya dari fitnah-fitnah lawan jenis dan dunia maya.

8634_386346194820037_496341871_nSaya bukanlah siapa-siapa, saya hanya ingin berusaha semaksimal mungkin menjaga hati, meski terkadang sulit, meski terkadang timbul hasrat ingin dikenal, tapi kemudian saya menyadari.. Untuk apa? Ya, pertanyaannya untuk apa? Dikenal Manusia di Dunia itu, jika tidak berhati-hati dengan hati, akan memberi manfaat apa buat kehidupan akhirat kita? Berupayalah, agar kita dikenal oleh Penduduk Langit.. Maa syaa ALLAH.. nama kita disebut-sebut di Jannah-Nya, dirindukan Penduduk Surga.. Maa syaa ALLAH.. Indahnya.. Ya, mungkin ini caraku untuk mencintaimu.. menjaga diriku, menjaga hatiku, hanya untukmu.. Tak kupedulikan Serigala-serigala Buas di Tengah Rimba Maya, sebab, kelak.. hanya kaulah yang menguasai hatiku. ❤ ❤

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s