Wahai Lelaki, Bersikap Lembutlah Terhadap Tulang Rusukmu!

WanitaDari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shalallahu ‘alayhi Wasallam bersabda, “Berbuat baiklah kepada Wanita, karena sesungguhnya mereka diciptakan dari Tulang Rusuk, dan sesungguhnya Tulang Rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas. Maka sikapilah para Wanita dengan baik.” (HR al- Bukhari Kitab an-Nikah no 5186)

Beberapa hari yang lalu, seorang Sahabat yang sudah saya anggap Adik sendiri, karena kedekatan kami, mengeluhkan sikap Pacar temannya. Kurang lebih begini :

“Kemarin ada laki-laki buat ulah. Ada seorang teman, sama-sama dari Pulau A*or curhat ke saya tentang kelakuan Pacarnya. Pacarnya itu kasar Mbak, suka main pukul dan bicaranya menyakitkan. Nah, beberapa waktu yang lalu waktu saya main ke kost dia, kita sedang ngobrol-ngobrol di teras. Saya nggak tau ada masalah apa, tiba-tiba pacarnya yang sedang duduk di atas motor itu melompati tanaman, dan menendang kaki teman saya. Seketika air mata teman saya tumpah, saya pun nangis karena sesama perempuan. Kagetlah Mbak, ada perempuan ditendang begitu tanpa perasaan di depan mata saya lagi! Saya kemudian marahi itu laki-laki, ‘Heh, kamu itu bukan siapa-siapa dia. Belum menikah saja sudah berani main pukul apalagi kalo sudah menikah.’ habis itu saya masuk ke dalam kamar, sholat. Entah sholat apa. Saya pun melaporkan kisah pacar teman saya yang kasar itu ke saudara saya yang sama-sama Orang N*T. Saudara saya marah, dan buat status nyindir di Facebook. Pacar teman saya merasa tersindir, hingga terjadilah keributan diantara saya, saudara saya dan Pacar teman saya. Sebenernya saya nggak mau ikut campur, tapi saya sebagai wanita itu merasa marah jika melihat wanita lain diperlakukan begitu Mbak..”

Saya bengong sesaat, agak kaget mendengarnya. Meski sebenarnya, kisah kekerasan seperti itu sudah bukan hal asing yang saya dengar pada jaman sekarang ini. Alasan klasiknya, bahwa perempuan memiliki keterbatasan untuk melindungi dirinya sendiri dari ancaman serangan fisik yang dilakukan oleh lelaki. Meskipun, pada umumnya, wanita bisa melakukan segala aktifitas yang juga dilakukan oleh laki-laki, tetapi, mental mereka, kekuatan untuk mempertahankan dirinya sendiri agaknya memang masih jauh di bawah laki-laki.

Nah, menanggapi kisah yang diceritakan teman saya, tentulah amat sangat disayangkan sikap sang lelaki itu. Gejala Temperamental sudah nampak, tapi mengapa sang Gadis masih mau sama si Lelaki yah? (Iya yah, kenapa coba? Kenapa Nonaa? Hayooo.. #hasst.. #gagalfokus). Oooh.. alasannya, Cinta.

Ehemmm.. berbicara masalah Cinta itu tak akan ada habisnya, yah.. namanya perkara hati itu adalah hal yang paling rumit setelah sakit Kanker aka Kantong Kering di akhir bulan. Tapi, seandainya kita sebagai wanita memahami rambu-rambu syariat, bahwa cinta sebelum pernikahan itu bukanlah cinta yang sesungguhnya alias dorongan nafsu semata, tentulah kita sudah menjaga diri sebaik-baiknya dari jeratan lelaki abal-abal, alias berani deketin anak gadis orang tapi nggak berani ngelamar ke Bapaknya.

Nah, kembali ke topik. Islam, begitu menghormati hak-hak wanita dan memuliakan wanita. Hal ini termaktub dalam firman ALLAH Subhanahu wa Ta’ala :

“Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal ALLAH menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (Surah An Nisa ayat 19).

Dr. Abdul Qadir Syaibah berkata, “Begitulah kemudian dalam undang-undang Islam, wanita dihormati, tidak boleh diwariskan, tidak halal ditahan dengan paksa, kaum laki-laki diperintah untuk berbuat baik kepada mereka, para suami dituntut untuk memperlakukan mereka dengan makruf serta sabar dengan akhlak mereka.” (Huqûq al Mar`ah fi al Islâm: 10-11).

Bagaimana ya, melihat betapa banyaknya fenomena kekerasan terhadap wanita kok ada rasa pedih di hati. Terlebih, banyak diantaranya belum sah menjadi suami istri saja sudah begitu mudahnya berani berlaku keji terhadap wanita, bagaimana nanti ketika janur kuning sudah melengkung? Tidak menutup kemungkinan kan akan berlaku serupa terhadap Istri dan anak-anaknya?

Padahal, wanita laksana cermin yang mudah pecah. Jika sudah hancur, tak akan pernah utuh seperti sediakala. Tak akan pernah! Ia rapuh, ia tak berdaya, namun sesungguhnya dibalik kerapuhan dan ketidakberdayaannya, seorang Wanita adalah Makhluk yang kuat dan tegar. Ia kuat dan mampu menahan betapa luar biasanya rasa sakit ketika melahirkan, rasa nyeri tak terperikan ketika datang bulan, dan mampu setia hanya kepada satu laki-laki. Itulah mengapa, kebanyakan wanita memilih menjanda seumur hidupnya dan mengharapkan pertemuan dengan Suaminya ketika sang Suami telah mendahului. Karena baginya, “Cinta kita tidaklah cukup hanya di dunia saja.. aku ingin membawa cinta kita abadi hingga ke Surga..”.

Wahai Lelaki, engkau yang bergelar Suami, apalagi cuma Pacar (Hushh.. enyahlah..), junjunglah kehormatan wanita. Jangan lukai hatinya, jangan sakiti fisiknya. Meski ia lemah, meski ia kurang akal dan agamanya, tetapi dari rahim wanita lah lahir putra putri kalian, penerus generasi kalian yang akan mendoakan kalian kelak ketika telah berlalu dari dunia ini. Ingatlah, dari tangannya lah, putra putri kalian tumbuh sehat, makan bergizi, terdidik dengan baik akhlaqnya, terbina dengan elok Agamanya, dengan keluasan kasih sayangnya, dengan kelapangan kesabarannya. Bukankah wanita adalah Madrassatul Ula’ (Sekolah pertama) bagi anak-anaknya? Maka, perlakukanlah ia dengan baik. Bukankah engkau juga dilahirkan oleh seorang Wanita wahai Lelaki?

Hanya lelaki bermental kerupuk sajalah yang berani berbuat keji terhadap wanita. Hanya lelaki bernyali tempe lah yang berani berkata kasar terhadap wanita. #loh, kenapa jadi kerupuk dan tempe? #abaikan! Maka, jika kalian wahai Wanita, menemui Makhluk bertabiat seperti itu, menjauhlah sejauh-jauhnya darinya. Cinta, tidak akan menyakiti! Cinta, akan membahagiakanmu dengan caranya yang begitu sederhana. Bukan Cinta namanya, jika setiap malam engkau habiskan air matamu di sudut tempat tidur. Bukan bahagia namanya, jika untuk tersenyum pun engkau telah lupa bagaimana caranya.

Cinta adalah, ketika ia mengikrarkan Mitsaqon Ghalizan di hadapan Ayahmu, perjanjian kuat yang bahkan langit pun berguncang karenanya, perjanjian yang kuat antara Kekasihmu dengan ALLAH. Bahkan, Malaikat pun turut menyaksikannya. Cinta adalah, ketika ia yang mengaku mencintaimu, bertanggungjawab penuh terhadap hak-hakmu sebagai wanita. Cinta adalah, ketika ia berlaku lemah lembut terhadapmu, Tulang Rusuknya yang bengkok. Ya, itulah definisi Cinta. Setidaknya menurutku.

roseKarena Wanita itu…

Bukan dari Tulang Ubun ia dicipta, sebab berbahaya membiarkannya terlena dalam sanjung dan puja…

Bukan pula dari Tulang Kaki ia dicipta, karena nista menjadikannya diinjak dan diperbudak…

Tetapi, dari Tulang Rusuk Kiri ia tercipta…

Dekat ke Hati untuk dicintai…

Dekat ke Tangan untuk dilindungi…

Advertisements

4 thoughts on “Wahai Lelaki, Bersikap Lembutlah Terhadap Tulang Rusukmu!

  1. wah bagus intinya, aku mau repost di blog aku, boleh? aku cantumin web-mu. maaf sebelumnya, salam kenal. aku mau repost karena aku jadi peran utama di tulisan mu ini. hehehe makasih 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s