Ukhty… Bercadar, Kok Narsis?

396501_332192743467467_396670026_nHari Ahad kemarin, tepatnya 23 November 2014 usai pulang Kajian di Fakultas Kedokteran UGM dapat kenalan Akhwat. Kita memutuskan untuk pulang bareng, sembari saya mengantar beliau bertemu dengan Ummahat untuk suatu urusan.

Nah, ketika hendak memasuki area parkir, saya bertemu dengan beberapa Akhwat yang sepertinya baru mengenal sunnah. Terlihat dari penampilan mereka, yang masih sedikit lagi mendekati sempurna. Mereka yang sedang selfie-selfie menyapa saya dan teman saya. Saya pun membalas sapaannya dan ngobrol sebentar,  kemudian undur diri dan bergegas ke tempat parkir, dikarenakan di seberang jalan ada Ikhwan, yang sedang menunggu Istrinya keluar gedung. Sepertinya mereka tidak menyadari hal itu, karena terlalu asyik berpose.

Semoga saja, seiring berjalannya waktu dan semakin giatnya mereka belajar Ilmu syar’i, semakin membuat mereka lebih baik. Karena sesungguhnya, lamanya seseorang menuntut ilmu syar’i pun, tidak serta merta membuatnya menjadi Orang yang berakhlaq mulia. Banyak, Orang shalih beramal sesuai dengan amalan Ahli Surga, namun tidak membuatnya masuk Surga, ada pula yang beramal dengan amalan penduduk Neraka, tetapi ALLAH dengan keluasan kasih SayangNya memasukkan mereka ke Surga disebabkan ketulusan, keikhlasan atau amalan ringan yang membuatnya layak untuk masuk Surga. Karenanya, apabila kita merasa sudah lama ngaji, janganlah terperdaya dengan amalan yang sudah dilakukan. Sebab, kita tidak pernah tahu, apakah amalan kita diterima oleh ALLAH atau tidak? Sedangkan, dosa-dosa sudah pasti terangkat. Berlemah lembulah dalam berdakwah, dan jangan membuat Orang-orang awwam atau yang baru berkenalan dengan Sunnah menjadi lari. Ini pelajaran berharga dan nasehat bagi saya.

Teringat sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, yang bermakna bahwa seyogyanya kita dalam menyampaikan dakwah adalah dengan sikap lemah lembut, agar mereka (yang kita dakwahi) semakin mencintai Islam, lebih-lebih mau berpegang teguh pada Al-Qur’an dan As-sunnah sesuai pemahaman Salafusshalih Radhyallahu ‘anhumma. Tidak mempersulit mereka dalam menegakkan syariat terlebih jangan sampai membuat mereka lari dari dakwah yang berat ini, meski mungkin caranya masih perlu diluruskan.

“Berilah kemudahan dan jangan mempersulit, Berilah kabar gembira dan jangan membuat mereka lari..”

Meskipun pesan tersebut singkat, namun maknanya sangat luas dan mendalam. Disebutkannya “jangan mempersulit” sebagai antonim setelah “berilah kemudahan”, memberikan faidah penegasan, bahwa perintah tersebut tidak hanya sekali saja, namun dalam segala kondisi. Karena bisa jadi seseorang memberi kemudahan pada orang lain di satu waktu namun di waktu yang lain dia mempersulit. Begitu pula perintah memberi kabar gembira dan larangan membuat lari. Demikian yang dijelaskan oleh Imam An Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim.

Hal yang menginspirasi saya menulis thread ini adalah, sebuah status di timeline Facebook yang ditulis oleh Ummu Yazid a.k.a Mbak Fafa. Intinya, beliau menanyakan kepada teman-teman di Friendlist Akunnya terkait sebuah Fanspage yang menurut saya pribadi pun bisa dikatakan cukup “Ngeri”. Loh kok ngeri? Why? Judul Fanpage tersebut adalah “Wanita Indonesia Bercadar”. Wah.. wah, Tyas lebay deh, malah bagus kan?

Tunggu dulu! Bagus? Iya, iya, bagus judulnya. Kita diwajibkan berbaik sangka kan? Nah, jangan dibayangkan isinya adalah berupa tulisan-tulisan inspiratif dan bermanfaat, pun shahih bersumber dari Al-Qur’an dan As-sunnah semata, kalo kita buka akunnya, wuiiih.. isinya penuh dengan postingan foto-foto akhwat bercadar! Bukan hal yang bagus menurut saya, tetapi ini justru MUSIBAH!

Eh.. eh.. kok Musibah? Innalillahi wa inna illaihi roo’jiun. Kenapa?

Hmm.. yaa akhwaaty fillaah.. semoga ALLAH merahmati kita, memahamkan kita dalam menuntut ilmu syar’i, dan meneguhkan kita di jalan-Nya. Sungguh, sebuah musibah bagi kaum wanita apabila wajahnya yang telah tertutup pun, ter-protect oleh baju taqwa namun tersebar luas di dunia maya untuk dilihat oleh setiap mata yang memandangnya, termasuk ajnaby. Astaghfirullah, sungguh, wanita adalah sumber fitnah terbesar bagi laki-laki. Apalagi di jaman yang penuh fitnah ini banyak sekali orang-orang “sakit akalnya”. Maksudnya, siapa sih yang sakit akalnya? Iya, mereka adalah Orang yang memiliki kelainan sek*ual, yang sering disebut Fetish (Definisi dan jenis-jenisnya, cari di Mbah Gugel sendiri yak? 😀 ).

Saya heran bahkan tidak habis pikir, kenapa ya mereka yang sudah bercadar masih mau memajang fotonya di Internet? Di Facebook? Entahlah apa tujuannya. Padahal, di dunia nyata mereka malu-malu di hadapan Ajnaby, tapi mengapa di Dunia Maya mereka (maaf) tidak tahu malu? Tidakkah mereka sadari, bahwa yang lebih berhak memandangi mereka adalah Suami mereka? Lha, kalo kondisinya dalam bentuk foto kan siapa saja bisa melihat sepuasnya, bisa dicomot sesukanya, bahkan orang-orang yang menyimpang orientasi sek*ualnya bisa berfantasi dengan foto-foto antunna, membayangkan setiap lekuk tubuh yang tersembunyi di balik jilbab lebar itu, sampai mereka merasakan kepuasan sek*ual melalui foto. Yaa ALLAH, ngeri dan jijik membayangkannya.

Sudah menjadi sunnatullah, bahwa fitrahnya fitnah bagi kaum adam adalah Wanita. Tidak dapat dipungkiri, bagi laki-laki awam pada umumnya, fitnah terbesar mereka adalah wanita yang berpakaian namun telanjang. Begitu pula, para Ikhwan yang sudah ngaji pun tak luput pula tersambar fitnah oleh wanita yang mengumbar aurat. Namun, tidak sehebat sambaran fitnah  dari akhwat yang berjilbab syar’i, apalagi bercadar. Memang, Para Ikhwan itu dapat menundukkan pandangan dari antunna yaa Ukhty, namun, sungguh.. hati mereka tak dapat tunduk oleh ujung jilbab antunna, oleh ujung pakaian taqwa antunna. SubhanALLAH. Renungkanlah hadist dari Rasulullah shallallahu ‘allaihi wa sallam berikut :

Dari Usamah bin Zaid radhiyallahu ’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Tidaklah aku tinggalkan sesudahku suatu fitnah/cobaan yang lebih membahayakan bagi kaum pria daripada fitnah kaum wanita.” (Diriwayatkan oleh Muslim)

Teman Akhwat pernah menyampaikan curcolan Ikhwan yang disampaikan oleh seorang Ustadz, kurang lebihnya begini,

“Para Ikhwan itu, terfitnah oleh kita.. Hafalan Al-Qur’an mereka rontok karena kita..”

“Kok bisa?”

“Iya, soalnya ketika kita lewat di depan mereka pas mau berangkat kajian, mereka jadi nggak tenang.. shalatnya jadi nggak khusyuk.. Tau nggak, Ikhwan itu enggak berani lihat kita, tapi ketika mereka menyadari keberadaan kita tuh, hati mereka berdesir, dan nggak karuan rasanya deh. Walau pun, yang mereka lihat itu cuma ujung jilbab kita yaa Akhwaat..”

Well.. akhirnya kami pun rapat mencari solusi, gimana sih caranya biar kita nggak menonjol dan nampak di depan Para Ikhwan yang sering melintas di depan wisma kala itu? Finally, kami menghindari keluar wisma ketika adzan berkumandang. Karena, pada moment tersebutlah Ikhwan-ikhwan bertebaran keluar rumah, dan berjalan kaki menuju Masjid untuk shalat berjamaah. Tidak berlama-lama ketika membeli makanan di warung-warung tertentu, yang memang ada Ikhwan di dalamnya. Serta, tidak bermudah-mudahan keluar rumah untuk perkara yang tidak mendesak, tidak bertabarruj, dan tertawa cekikikan apalagi ngobrol keras-keras ketika ada Ikhwan. Memilih jalan “Tikus” alias lorong-lorong ketika mau ke Masjid Pogung Raya (MPR) buat Kajian, karena kebiasaan tuh, para Ikhwan biasanya duduk-duduk di teras, jadi terpaksa deh kita ambil jalan memutar biar nggak terlihat mereka. Ehh.. tapi, saya lebih memilih naik motor kalo ada kajian di MPR, kenapa? Trauma beraaaaat.. pernah ada kejadian tidak menyenangkan di ujung lorong. Kisahnya ada disini nih : https://sulistiyoningtyass.wordpress.com/2014/11/03/jika-kau-mencintai-cantikmu-bukan-bacaan-anak-di-bawah-umur/

Yaa Akhwaat, in syaa ALLAH, kita lebih selamat dengan tidak memajang foto diri di facebook. Entah mau pake cadar, entah pake cadar cuma bagian belakang doang yang keliatan kek, entah dari atas, bawah, samping, delapan penjuru mata angin, mau pake jilbab gaul, jilbab syar’i, nggak pake jilbab, tetaplah, tak perlu kita menampakkan diri di Dumay. Ingat ya, tidak ada manfaatnya loh. Katanya, mau jadi Istri Shalihah? Istri yang shalihah itu, adalah ia yang pandai menjaga dirinya.Seperti apa sih Wanita Shalihah itu?

ALLAH memuji wanita mukmin yang shalihah dan mentaati suaminya serta menjaga kemuliaannya di saat suaminya tidak berada di sampingnya. ALLAH berfirman :

” …Maka perempuan-perempuan yang shalihah adalah mereka yang taat (kepada ALLAH) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena ALLAH telah menjaga (mereka). (Surah An-Nisaa’ ayat 34).

Al-Qaanitat adalah wanita yang taat kepada ALLAH dan taat kepada suaminya ketika diperintah untuk sesuatu yang bukan maksiat kepada ALLAH.

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallaahu ‘anhuma, Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah.” (Hadits shahih : Diriwayatkan oleh Muslim, an-Nasa-i , Ahmad, Ibnu Hibban dan al-Baihaqi).

Al-Hafizhat adalah wanita yang menjaga kehormatan suaminya ketika dia tidak berada di sampingnya. Dia tidak akan melakukan pengkhianatan kepada diri dan harta suaminya. Seorang mukmin tidak mengambil manfaat setelah iman kepada ALLAH melebihi istri yang bisa membantunya dalam ketaatan kepada ALLAH. Apabila ia memandang kepadanya, ia menyenangkan hatinya. Bila menyuruhnya, ia taat. Bila memerintah, ia patuh. Dan bila ia tidak ada di sampingnya, ia menjaga harta dan anaknya. Karenanya ia mendapatkan kasih sayang.

Sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hurairah, ia berkata : “Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sebaik-baik wanita adalah yang menyenangkan suami apabila ia melihatnya, mentaati apabila suami menyuruhnya dan tidak menimbulkan sesuatu yang dibenci pada dirinya dan hartanya ketika ia ditinggalkan.” (Hadits hasandiriwayatkan oleh an-Nasa-i, al-Hakim dan Ahmad).

Maa syaa ALLAH, semoga dengan adanya begitu banyak foto-foto Akhwaat bercadar, bahkan sampai dibuat Fanpage seperti itu, menjadi cambuk bagi kita, saya khususnya untuk tidak sembarangan upload foto. Biar, nanti Pangeran Berkuda Putih saja yang melihatnya, walau wajah kita ala kadarnya 😀 #haissh. Pujian-pujian dari temen satu facebook tidak akan memberikan jaminan apapun bagi akhirat kita. Oh ya, jangan asal comot foto-foto Orang lain juga yang bercadar ya, meski pun posenya cantik dan memikat, tulisan di samping itu foto ada kata-kata indahnya, ah.. tapi rasanya kita begitu berdosa. Membiarkan wanita lain dilihat, dan seolah-olah menyiratkan, bahwa kita itu secantik yang di foto. Kalo saya sih, bertekad tidak menjadikan foto Profil, DP WA, atau gambar-gambar di Blog dengan foto wanita bercadar, Why?? Hehehe, kenapa yak? Ssstt..! Iyaa, karena ingin membantu calon Abuya-nya anak-anak saya nanti untuk menjaga pandangan (gadhul bashor)  di Dumay hehehe. Tenang aja Akhwaat, walau foto Profilmu gambar Bunga, Gambar Nggak jelas, Gambar Poster, ato gambar Teletubies ato apapun itu, in syaa ALLAH tetap bisa dikenali, tetap bisa diketahui, setidaknya, oleh mereka yang benar-benar mengenal kita di Dunia nyata. ^^

Yukk.. Hapus semua foto-foto kita di Dumay! Kalo ada foto-foto yang nggak bisa dihapus, karena lupa email dan password akun ketika masih jaman jahiliyyah, semoga ALLAH menutupi aib-aib kita. Aamiin.

Barakallahufiiykumma… ❤


  • Postingan ini telah mengalami penyuntingan. Karena ada beberapa bagian yang mengindikasi ke arah ghibah (saya berlindung dari hal ini), walau sejatinya niatnya tidak demikian. Kritik membangun dan saran dari Pembaca sangat saya harapkan demi perbaikan kualitas tulisan ini. Jazakummullahu khairaan.
Advertisements

4 thoughts on “Ukhty… Bercadar, Kok Narsis?

  1. afwan jiddan, tulisan ini memang bermanfaat.
    Tapi alangkah baiknya kalo sudut pandangnya dirubah, kesan dari tulisan ini seperti menggunjing akhwat yg bercadar. Lebih baik jangan diceritakan detail kejadiannya seperti diatas.

    Jangan sampai tulisan kita menyinggung perasaan orang lain. .

    Like

    1. Jazakillahu khairaan.. afwaan Umm, bisa ana minta tolong untuk ditunjukkan bagian yang menggunjing? Karena tadi sudah ada yang menegur, hanya.. ana agak kurang jeli melihat bagian mana yang dimaksud.. In syaa ALLAH ana revisi, ana berlindung kepada ALLAH dari bahaya ghibah..

      Like

    2. seperti kata yg tidak tau malu.. berfikir positif memang baik mb.. tapi dengan mengungkapkan hal yg lebih dalam dari hati itu bisa saja melukai.. ex : tidak tau malu.. hati orang berbeda2 ada yg membaca seakan diberi air sejuk, ada yg berasa dilempar batu.. ada pula yg berasa disakiti// afwan.. saya juga masih proses memperbaiki diri..

      Like

      1. Maturnuwun Mbak untuk masukannya.. ^^ Inggih, sengaja saya tulis seperti itu karena memang bertujuan untuk “menampar”. Hal ini, berangkat dari fenomena maraknya foto-foto Akhwat bercadar yang terekspose ke publik. Bahkan diunduh serampangan oleh sebuah Fanpage yang saya sebutkan dalam postingan. Hal ini tentu saja menimbulkan mudharat yang besar bagi Muslimah itu sendiri, mengingat wanita adalah sumber fitnah bagi kaum Adam. Nah, coba deh kita bersikap adil, tujuan bercadar itu apa sih? Agar tidak menimbulkan fitnah kan? Agar melindungi diri dari pandangan laki-laki bukan mahram kan? Lalu, kenapa kok di Dunia Maya malah terkesan nggak risih ketika upload foto-foto dirinya dalam balutan cadar? Padahal, di Dunia Maya justru lebih berbahaya to? Fotonya bisa dilihat siapa saja kan termasuk laki-laki asing? Bahkan yang lebih mengerikan, diunduh oleh laki-laki dengan penyimpangan sek*ual, yang mendapat (maaf) “kepuasan” dengan melihat foto2 wanita bercadar. Saya sangat mencintai Saudari2 saya sesama Muslimah, terlebih yang sudah berhijab syar’i, agar betul2 menjaga izzah, iffah, dan muru’ahnya.. Bukan hanya di dunia nyata saja, tetapi juga diaplikasikan di dunia maya.. Nah, ungkapan tidak tahu malu, ya memang realitanya seperti itu Mbak.. Malu itu adalah perhiasan bagi Muslimah, alangkah indahnya jika malu itu masih dikenakan dalam bermedsos.. ^^ Jazakillahu khairaan wa uhibbuki fillaah yaa Ukhty.. semoga alasan saya bisa diterima dan engga menyinggung yah.. barakallahu fiiyki.. ^^

        Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s