Bekal Pulang

10417549_885887091456371_8180734571688327279_nMungkin, sebagian dari kita banyak yang berangan-angan, atau bahkan sudah merencanakan sejak detik ini, “Besok, kalo udah umur tiga puluh tahun mau naik Haji”, atau, “Besok deh, nunggu umur dua puluh tahun baru pake jilbab”, atau, “Nikah? Belum kepikiraaan, besok deh kalo udah umur 28an baru mikirin nikah…”

Nah, nah… siapa yang menyangka, siapa yang menduga, jika esok paginya kita “ndilalah” tertimpa musibah kecelakaan? serangan jantung? mati mendadak? jangankan menunggu besok deh, satu detik saja setelah berucap? Siapa yang bisa menjamin kita masih hidup?

Wahai Jiwa.. Harta, Anak, Istri, tidak akan berarti jika nyawa sudah di ujung Kerongkongan! Apa yang kita banggakan di dunia, tidak akan mampu menolong kita. Orang yang cerdas, bukanlah Orang yang banyak pengetahuan dunianya… tetapi, Orang yang cerdas, adalah Orang yang paling banyak mengingat “KEMATIAN”.

Ibnu Umar Radhiyallaahu ‘anhu berkata, “Suatu hari aku duduk bersama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba datang seorang lelaki dari kalangan Anshar, kemudian ia mengucapkan salam kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan bertanya, ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang mukmin yang paling utama?’ Rasulullah menjawab, ‘Yang paling baik akhlaqnya’. Kemudian ia bertanya lagi, ‘Siapakah orang mukmin yang paling cerdas?’. Beliau menjawab, ‘Yang paling banyak mengingat mati, kemudian yang paling baik dalam mempersiapkan kematian tersebut, itulah orang yang paling cerdas.’

(Hadist Riwayat Ibnu Majah, Thabrani, dan Al Haitsamiy. Syaikh Al Albaniy dalam Shahih Ibnu Majah 2/419 berkata : Hadits Hasan)

Sebelum berangkat tidur, renungkanlah dalam-dalam “Masih hidupkah Saya esok?”

ALLAH Ta’ala berfirman yang artinya, “ALLAH memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahan jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan.”

(Surah Az Zumar ayat 42)

Mulai dari sekarang, mari persiapkan bekal untuk menuju Kampung Halaman kita yang sesungguhnya, yaitu, Kampung Akhirat dengan banyak mengingat Mati. Sebab, Dunia hanya tempat singgah sementara bagi kita, dan Penjara bagi Orang-orang Mukmin yang beriman.


  • Repost tulisan dari Blog lama. Diterbitkan taggal 29 Mei 2014.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s