Islam Katepe

aasEntah harus terkejut, atau biasa saja. Tadi, sewaktu ngobrol-ngobrol ringan terkait Program SM3T dan Indonesia Mengajar dengan beberapa teman dari Universitas Sanata Dh*rma, ada salah satu dari mereka (seorang Muslimah) nyeletuk, “Aku loh ngga suka banget kalo ada Universitas Islam, atau Sekolah Negeri yang mewajibkan Orang-orang Non Islam harus mengikuti ajaran agama kita. Mbok biasa wae ngopo? Aku yang berjilbab gini aja dan kuliah di SAD*R nggak disuruh ngikutin ajaran agama Yayasan kok.. Malah aku lebih seneng disini, orang-orangnya toleransinya tinggi, nggak kayak orang Islam itu sendiri..”

Jedyaaar.. rasanya waktu itu pengen langsung nyela. Pengen tak unyel-unyel itu behelnya pake Pensil. Cuma bisa senyum, sambil mengkerut-kerut kepalaku. Aslinya dongkol, karena temen-temennya yang lain pun “iya-iya-in” aja, Hmm.. hanya bisa mendoakan kebaikan bagi mereka, mungkin ilmu tentang “pentingnya Akidah” belum sampai kepada mereka.

Wahai Muslimah…
Ini sungguhan, bukan bohongan…
Berbanggalah terhadap Agama Islam, agama kalian…
Perhatikan dengan siapa kalian berteman, karena Agama seseorang berada di atas agama teman dekatnya…
Berhijablah sesuai tuntunan syari’at, bukan sekedar penutup kepala…
Pegang teguhlah akidah kalian, jangan gadaikan karena alasan Toleransi…
Bukan perkara Solidaritas…
Tapi, ini perkara “DOSA”..

Teman..
Toleransi itu dalam hal muamalah, misalnya menolongnya ketika dia mengalami kesulitan, bekerjasama dalam perkara-perkara yang ma’ruf (di luar kepentingan agamanya), menjaga keamanan bersama, tetapi.. tidak dengan kita setuju, sepakat, dengan apa yang diajarkan di dalam agamanya..
Kasus di atas, harusnya kita tidak perlu mengeluarkan statement seperti itu…
Menghormati tidak harus seiya-sekata kan.

Cukup dengan berbuat baik kepadanya, dan tidak mengganggunya.. Itu termasuk toleransi loh… syukur-syukur dia mau mengenal Islam lewat Akhlaq baik kita…
Memang, kita tinggal di Indonesia bukan di Madinah, tapi.. ingat, kalo kita mati besok, yang ditanya itu, 3 pertanyaan Kubur. Bukan, “Kamu tinggal dimana?”
Kalo kita nggak berbangga dengan Islam, ya jangan harap bisa menjawab 3 Pertanyaan Kubur..
Bagaimana mungkin bisa menjawab, kalo Islamnya cuma Katepe doang?

Repost tulisan di Blog lama. Diterbitkan pada 16 Oktober 2014.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s