Menolak Lupa

book_pages_flower_moodBerhubung Akun Facebook, yang saya buat sejak tahun 2010 akan ditutup untuk selamanya, in syaa ALLAH, dan menggantinya dengan yang baru (Khusus Akhwat/Wanita saja) maka saya buka-buka lagi status-status yang pernah saya tulis di dalamnya. Karena saya dulu sering update status, menjadikan postingannya begitu banyak. Nah, ada sensasi tersendiri ketika baca-baca status lampau saya. Sesekali saya tertawa, sedih, merenung, tersentak ketika mendapati “Oh… ternyata, saya pernah nulis ini toh? Lalu, kok nggak diamalkan? Ilmunya dikemanakan?” Untuk menolak lupa, saya repost kembali deh di postingan ini. Biar saya selalu ingat, bahwa kalimat tersebut pernah ada sebagai pengingat bagi diri saya yang alpa ini.


Kita meyakini, bahwa kematian adalah sebuah keniscayaan.. Bahwa setiap yang berjiwa, pasti akan mengalaminya. Seandainya kita berpikir kematian sangatlah dekat, pastilah kita bersegera untuk menunaikan kewajiban terhadap ALLAH dan pemenuhan hak hak orang lain atas kita. Sahabat.. Kita tak bisa menjamin tatkala Mentari terbenam, nafas masih menyatu dengan raga. Maafkanlah setiap lisan yg melukai, tindakan yg tak berkenan, dan segala hal yg terabaikan oleh jiwa ini. Kulapangkan hati seluas Samudera, utk menghapus jejak2 khilaf yg pernah kalian ukir di hati.. Jika kalian mendahuluiku dan tak menemukanku di Surga.. Berilah syafa’at bagiku.. Jika pun aku yang pergi mendahului, doakanlah.. Agar senantiasa diberi pengampunan atas dosa yg telah membukit..


Kepada siapapun, entah Orang Tua, Anak, Suami, Istri, Teman, Siswa, Khadimat, dll.. Jika ingin menasehati, sampaikanlah dengan cara yang benar. Bahasa yang halus dan tidak menyakiti. Tak perlu membentak, apalagi menyudutkan. Sungguh, kata – kata kasar, cacian, dan makian.. itu memang mudah meluncur dari lidah – lidah yang lalai dari dzikir.. tapi, sungguh.. ia menancap kuat di setiap hati yang menerimanya.. tak mudah sirna dalam sekejap.. ia membekas abadi disana.. Sesalah apapun Orang lain, senista apapun dirinya.. bukanlah hak kita untuk menginjak martabatnya dengan ungkapan – ungkapan pedas nan sinis… Benarlah, Mukmin yang kuat adalah ia yang Pemaaf.. pun, yang menyelamatkan Saudaranya dari bahaya lisannya..


“Tidaklah orang itu menutup ajalnya, kecuali rezekinya telah terpenuhi…”

Seperti Cicak dan Nyamuk. Walaupun Cicak di dinding dan Nyamuk terbang, pasti akan sampai juga ke mulut Cicak..


“Jika Seorang Ayah telah kehilangan sifat Kebapakannya, dan Seorang Ibu telah kehilangan sifat Keibuannya.. maka jangan heran, jika anak kehilangan sifat Ke-anakkannya…”


“Jika engkau melihat dirimu malas melaksanakan perintah ALLAH maka tuduhlah keimananmu yang lemah, lalu segera perbaikilah kondisimu sebelum penyakitmu semakin parah dan akhirnya tidak bisa lagi disembuhkan..” (Nasehat Syaikh Utsaimin Rahimahullaah)


“Sahabatmu yang menasehatimu adalah sahabat yang sayang padamu sehingga ingin kebaikan bagimu, adapun sahabat yang membiarkanmu dalam kesalahan tanpa menasehatimu adalah sahabat yang telah menipumu..”

(Ustadz Firanda Andirja)


Tajamnya Lidah, sanggup merobek Hati…
Sungguh, sakitnya tidak sebentar…
Tak terlupa, meski sekian lama berusaha mengobati…


 “Allahumma laa sahlaa illaa maa ja’altahu sahlaa wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa..”

“Yaa ALLAH, tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Sedang yang sulit bisa Engkau jadikan mudah, apabila Engkau menghendakinya menjadi mudah..”

(HR. Ibnu Hibban)


Ingat.. Disini ada Hati yang harus selalu engkau jaga..
Ada Cinta yang harus engkau hormati…
Dan, Pandangan yang harus selalu engkau tundukkan..


“Cinta tidak akan bertambah ataupun berkurang hanya karena satu kebaikan maupun keburukan yang dilakukan oleh Orang yang kita Cintai…”


Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda :

فَإِنَّ مِنْ أَكْبَرِ الذَّنْبِ عِنْدَ اللَّهِ أَنْ يَقُولَ الرَّجُلُ لِلرَّجُلِ اتَّقِ اللَّهَ، فَيَقُولُ: عَلَيْكَ بِنَفْسِكَ

“Dan sesungguhnya termasuk dosa yang paling besar di sisi ALLAH adalah seseorang berkata pada rekannya : “Bertaqwalah kepada ALLAH”, lalu dijawab : “Urus saja dirimu sendiri”.

Via : Ustadz Dony Arif Wibowo


Guru yang kreatif, adalah Pemulung Kelas tingkat tinggi…


Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مَقَالَتِى فَوَعَاهَا وَحَفِظَهَا وَبَلَّغَهَا

“Semoga ALLAH memperelok seseorang yang mendengar perkataanku, lalu dia memahaminya, menghafalnya dan menyampaikannya.”

(HR. Tirmidzi No 2658 dengan sanad yang shahih)


Jika engkau ingin mengetahui isi hati seseorang, maka perhatikanlah lisannya…

Yahya bin Mu’adz mengatakan:

“Hati adalah laksana periuk yang mendidihkan isi yang ada didalamnya. Lisan laksana gayungnya. Maka perhatikanlah ketika seseorang sedang
berbicara.
Karena lisannya akan menuangkan isi hatinya, manis, masam, segar, sangat asin ataukah rasa yang lain.
Akan jelas bagi kita rasa hatinya dengan gayung lisannya.”

(Hily­atul Auliya’ X/63)


“Termasuk Gadhul Bashar (menahan pandangan) adalah, tidak mengomentari setiap hal yang kita lihat dari saudara muslim kita…”

– Syaikh Utsaimin Rahimmahullah –


“Aku mencintaimu karena agama yang ada padamu, jika kau hilangkan agama dalam dirimu, maka hilanglah sebab cintaku padamu..” (Imam An-Nawawi)


“Wanita yang cemburu tidak bisa membedakan bagian bawah lembah dan bagian atasnya…”


Engkau menghendaki seorang Teman yang tidak ada aibnya, maka apakah ada Kayu Gaharu yang mengeluarkan wangi tanpa Asap?


Mau sekuat apapun kita mempertahankan, segigih apapun kita memperjuangkan, jika memang ALLAH tidak menghendaki, ya tidak akan pernah terjadi.. Ketetapan ALLAH telah berlaku.. Tapi, Skenario ALLAH tidak pernah salah.. Qadarullah wa masya’a fa’ala…

“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam Kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi ALLAH. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berdukacita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu, dan ALLAH tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (Surah Al-Hadid ayat 22 – 23).


“Sesungguhnya, ALLAH itu cemburu, dan kecemburuan ALLAH itu.. manakala seorang Hamba melakukan apa yang diharamkan ALLAH terhadapnya..” (HR. Bukhari dan Muslim)


“Jadikanlah keridhoan ALLAH tujuan dari setiap pekerjaanmu. Kau akan dapati kemudahan dalam pekerjaanmu, rasa percaya diri dan taufik dari ALLAH dalam urusanmu…”


Berkata Imaam Yahya bin Mu’adz ﻪﻤﺣﺭ ﻪﻠﻟﺍ ,

“Hendaknya mu’min itu mendapatkan darimu tiga perkara :

1. Jika kamu tidak bisa memberinya manfaat, maka janganlah memberinya bahaya..

2. Jika kamu tidak bisa memberinya bahagia, maka janganlah memberinya gundah/duka..

3. Jika kamu tidak bisa memujinya, maka janganlah mencelanya.”

(Kitab Ar-Risaalah Al Qusyairiyyah by Imaam Al Qusyairy)


Advertisements

One thought on “Menolak Lupa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s