Kisah Cinta Paling Mengagumkan

1897978_729930357099735_2397912561660365274_nInilah kisah Cinta paling mengagumkan sepanjang sejarah. Bukan kisah Qais dengan Laela, dan bukan pula Romeo dengan Juliet. Kisah ini adalah kisah terindah sepasang Manusia yang dirahmati ALLAH, kisah Cinta Orang-orang agung pilihanNya. Kisah Cinta yang abadi dan selalu terkenang sepanjang masa, kisah cinta Nabi besar kita, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam dengan Ummul Mukminin Khadijah Radhyallahu ‘anha binti Khuwalid.

Satu tahun sesudah wafatnya Khadijah Radhyallahu ‘anha, datanglah seorang Wanita dari kalangan Shahabat dan berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi Wassalam dan berkata kepadanya, “Yaa Rasulullah, menikahlah. Engkau mempunyai tujuh anak dan memikul dakwah besar yang harus ditunaikan. Engkau harus menikah.” sebuah perkara yang tidak samar bagi laki-laki manapun. Seandainya ALLAH tidak memerintahkannya untuk beristri sesudah itu, niscaya beliau tidak akan menikah lagi selamanya.

Rasulullah tidak menikah sebagai seorang Laki-laki kecuali dengan Khadijah Radhyallahu ‘anha. pernikahan setelahnya adalah pernikahan tuntunan risalah Nabi Shallallahu ‘alaihi Wassalam. Dan beliau tidak pernah melupakan istrinya hingga empat belas tahun sesudah wafatnya.

Pada hari fathu Makkah, ketika para Shahabat berkumpul di sekeliling Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam, tiba-tiba beliau melihat seorang Wanita tua datang dari jauh. Beliau berdiri meninggalkan semua orang, lalu berbicara dengan wanita itu, beliau menggelar jubahnya di tanah, lalu duduk bersamanya. Aisyah Radhyallahu ‘anha bertanya-tanya, siapakah Wanita itu? sehingga Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam berkenan memberinya waktu, pembicaraan dan perhatiannya?

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam menjawab, “Ini teman Khadijah.”

Aisyah Radhyallahu ‘anha bertanya, “Kalian berbincang tentang apa, yaa Rasulullah?.”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam menjawab, “Tentang hari-hari Khadijah.”

Aisyah cemburu dan berkata, “Apakah engkau masih menyebut-nyebut wanita tua itu, yang telah terkubur di bawah tanah padahal ALLAH telah memberimu Pengganti yang lebih baik darinya?”

Nabi Shallallahu ‘alaihi Wassalam menjawab, “Demi ALLAH, ALLAH tidak memberikan Pengganti yang lebih baik darinya. Dialah yang menghiburku manakala Orang-orang mengusirku. Dia juga yang membenarkanku manakala orang-orang mendustakanku.”

Aisyah Radhyallahu ‘anha merasa bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi Wassalam telah marah, maka dia berkata, “Maafkan aku yaa Rasulullah…”

Beliau Shallallahu ‘alaihi Wassalam menjawab, “Mohonkan ampun untuk Khadijah sehingga aku memohonkan ampun untukmu.” (Riwayat Bukhari dari Aisyah Radhyallau ‘anha).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s