PACARKU TE-O-PE BE-GE-TE (Top Banget)

Awalnya, kita ser10553540_292934214233681_477921237755719204_ning chatting di Facebook dan BBM. Kemudian, curhat-curhatan, lalu hari itu kau tembak aku. Dooor..! tepat di hatiku. Ah, aku terpanah asmara, bahagia sekali. Berjuta rasanya. Bulan pertama bersamamu, kau selalu antar jemput aku kuliah. Kau larang-larang aku kelayapan, katamu, “Cintaku, kamu di rumah aja. Aku nggak rela kamu pergi tanpaku..” eaaaa.. aku membumbung tinggi. Kau tak pernah absen smsin, “Sayangku, jangan lupa maem”, “Jangan lupa mandi”, “Jangan lupa sarapan”, “Jangan sampe telat berangkat kuliah”, ah.. padahal kau sendiri baru bangun tidur. Aku jawab, “Iya Sayang..”, “Iya Cinta..”, “Iya hunny bunny bono bolo-bolo” #eh, padahal.. aku juga tak berbeda denganmu, baru bangun bobo, bau iler, hatchiih!

Bulan kedua, kita semakin dekat, aku semakin cinta. Aw.. aw.. aw.., serasa dunia milik berdua. Kini kau tak malu-malu gandeng-gandeng tanganku. Kini kau tak sungkan-sungkan, nge-wall di timeline facebook-ku. Ngetag-ngetag foto mesra kita berdua. Horeee.. udah dua bulan. Kalo ada Ulang Tahun, pasti ada dong Ulang Bulan. Ciaat.. ciaat, kau mulai berani pegang-pegang. Aku mau-mau saja, kan Cinta. Kau belikan aku ini itu, kau berikan aku itu ini. Ahhh.. romantisnya, pacarku emang te-o-pe be-ge-te dahh.

Sudah masuk bulan ketiga. Kita sering berantem karena perkara kecil. Kudengar disana-sini kau gandeng dia, dia, dia. Setiap kutanya kau jawab, “Jangan dengarkan para Jomblo yang menggonggong itu, karena aku kan SETIA..” ah, aku percaya saja. Padahal, belakangan aku baru tahu, kalo SETIA-mu itu, “Setiap Tikungan Ada”, maksudnya, Simpananmu dimana-mana. Mirisnya, bukan simpanan uang, tapi simpanan wanita lain. Aduuuh.. sakitnya tuh disini, sambil nunjuk Yuni Shara. #whatt??. Tapi, kau pandai bersilat lidah. Dan aku, dan aku, dan.. dan… yah.. jatuh lagi ke pelukanmu. Kau mampu meluluhkan hatiku. Pacarku emang te-o-pe be-ge-te.

Tak terasa, empat bulan sudah berlalu. Smsmu jarang mampir di hapeku. Hatiku gusar tak menentu. Galau tak karuan. Hingga akhirnya, Jantungku mau melompat ketika lihat itu, iya itu. Yang kata Bu Bidan namanya test 10429437_823783410975062_482421625950022540_npack. Eh, garisnya ada dua. Waduh, Kiamat sudah dekat kataku. Aku menangis tersedu-sedu. Ketika kuminta tanggungjawabmu, “Sabar sayang, besok kita nikah.. Oke?”. Hiks.. aku jawab, “Iya Sayang, jangan lama-lama yah? Nanti keburu bisa jalan Anak yang di perut.” (Maksudnya, keburu lahir). Dan kau katakan, “Sabar Sayang… sabarlah sebentar.. aku pasti pulang… karena aku bukan.. aku bukan.. Bang Toyib…”. #hah?? #LOL 😀

Lima bulan sudah. Kau kemana? Kudengar lagu Alamat Palsunya Ayu Ting-ting, “Dimana.. dimana.. dimanaaa?”. Aku galau berat, kuhubungi nomermu tidak aktif. Oh no! Mati aku!. Kau berdusta, kau ingkar janji, kau pergi dariku. Kucari-cari.. ternyata.. oh ternyata, kau bersanding dengannya, yang perutnya lebih besar dariku. Ohh… aku lunglai tak berdaya. Rasanya, ingin gantung diri. Pacarku emang te-o-pe be-ge-te.

Kini aku menyesal. Aku menangis semalam. Apalah daya, nasi telah menjadi bubur Sulam. Oh ALLAH, ujian-Mu begitu berat… #eh.. cut.. cut..! tunggu… tunggu, itu ngadu ke ALLAH udah bener belum? Yee.. waktu lagi maksiat ALLAH dikemanain? Giliran menuai “hasil”, ngrengek-ngrengek.

Laa hawlaa walla quwwata illa billaah..

Sahabatku, Para Wanita, Calon Istri dan Ibu yang dirahmati ALLAH.. Kemarilah, mendekatlah. Apakah antunna memiliki rasa cemburu? Na’am, sama dengan saya, saya pun memiliki rasa cemburu. Lalu, apakah ALLAH juga memiliki rasa cemburu? Na’am.. ALLAH cemburu kepada Hamba-hambaNya yang berpaling dari-Nya. Nggak mau dengerin firman-Nya, nggak mau dengerin sabda Nabi-Nya, eh.. malah kita terang-terangan memaksiati-Nya. Nah, gimana kalo Suami antunna selingkuh atau berpaling di depan antunna, pasti marah kan? Jengkel kan? Langsung kasih hukuman saat itu juga kan? Ngamuk-ngamuk malah, iya kan? Iya kan? Kalo saya sih IYA.

“Sesungguhnya, ALLAH itu cemburu, dan kecemburuan ALLAH itu.. manakala seorang Hamba melakukan apa yang diharamkan ALLAH terhadapnya..”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Lalu, ALLAH yang Maha Mengetahui, apakah cemburu-Nya juga akan mendatangkan amarah? Membuat-Nya murka? Oh.. tentu saja, ALLAH Tahu, ALLAH marah, ALLAH murka, tapi… Dia menunggu.

Loh, ALLAH menunggu apa? Kalian tahu kan, ALLAH Maha Penyayang? Dia menunggu kita bertaubat sebelum mendatangkan hukuman. ALLAH menunggu waktu yang tepat biar jadi sureprise buat Pelaku Maksiat. Eh, tapi kenapa yah, Orang yang pacaran kok bawaannya seneng terus? Mesra terus? Trus, ada ajaaa rejekinya, buat jalan-jalan, beliin ini itu.

Hey Ladies..

Jangan tertipu! Sini, kubisikkan rahasia laki-laki. “Sssstt, naluri laki-laki ketika ingin mendapatkan sesuatu, apalagi wanita, pasti akan dikejar terus. Semakin wanita itu sulit ditaklukkan, semakin dia tertantang. Adrenalinnya terpacu. Kejantanannya teruji. Nah, ketika happp.. wanita itu sudah jadi miliknya, maka sudah memasuki zona nyaman. Perasaannya, udah biasa banget ke wanita, soalnya.. si wanita sudah berada di bawah kekuasaannya, udah jadi miliknya.. Nah lo!”

Jangan terperdaya! ALLAH beri mereka kesenangan, karena ALLAH itu lagi mengulur waktu. Lagi menangguhkan hukuman yang berat bagi mereka. Kebayang kan, kalo punya temen yang begitu sabar, yang sering dibuat marah tapi tetap cool, sekalinya dia marah? Hmm.. duaaar..! laksana gunung berapi meletus.

ALLAH Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللَّهُ النَّاسَ بِمَا كَسَبُوا مَا تَرَكَ عَلَى ظَهْرِهَا مِنْ دَابَّةٍ وَلَكِنْ يُؤَخِّرُهُمْ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِعِبَادِهِ بَصِيرًا

Kalau sekiranya ALLAH menyiksa manusia disebabkan perbuatannya, niscaya Dia tidak akan meninggalkan di atas permukaan bumi suatu mahluk yang melatapun. Akan tetapi, ALLAH menangguhkan (penyiksaan) mereka, sampai waktu yang tertentu. Maka apabila datang ketetapan waktu untuk mereka, maka Sesungguhnya ALLAH adalah Maha melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya.

(Surah Fathir ayat 45).

Ladies,

Bayangkan, kalo ALLAH menyegerakan azab bagi Orang-orang yang memaksiati-Nya, niscaya Orang-orang yang enggak berdosa pun kena imbasnya. Kasihan kan? Makanya, karena ALLAH begitu menyayangi kita, begitu mencintai Mahkluk-Nya, maka ALLAH menunda azab dari perbuatan dosa yang dilakukan hamba-hamba-Nya pada hari Kiamat. Biar Orang yang nggak berdosa, nggak ikutan kena azab ALLAH. Nggak kebayang deh, kalo seandainya ALLAH menyegerakan azab bagi Pendosa-pendosa dengan datangnya beragam bencana alam. Niscaya, tidak ada lagi makhluk di dunia ini yang hidup, termasuk Kumbang-kumbang di sarangnya. Hampir saja mereka ikut kena azab ALLAH loh akibat perbuatan dosa yang dilakukan Manusia.

Ibnu Mas’ud mengatakan,

كاد الجَعْلُ أن يعذب في جُحْره بذنب ابن آدم

”Hampir saja kumbang di sarangnya mendapatkan hukuman karena dosa manusia.”

(Ibnu Katsir, 6/560).

Wanita,

Enggak ada yang namanya Pacar Shalih atau Shalihah. Yang ada, Suami yang shalih dan Istri yang shalihah. Kalo ada cowok shalih, dia enggak bakal mau macarin kita. Enggak mau deketin kita. Liat jilbab kita aja keringat dingin, malu, dan pastinya menjagaaaa banget kehormatan kita. Beneran deh, kalo cowok alim itu pasti rajin sholat di Masjid, jadi Jama’ah sama cowok-cowok shalih lainnya di Masjid, bukan sama kita, yang belum jadi apa-apanya, berduaan pula. Ihh.. itu nggak boleh. Eh, dia bilangnya mau ta’aruf ya? Sini.. sini.. saya kasih tau sedikit. Ta’aruf itu, kita enggak boleh smsan sama cowok itu, enggak boleh telponan, apalagi ketemuan. Jadi, harus ada wasilahnya (perantara), bisa Kakak Laki-lakinya si Akhwat, Kakak Perempuan si Ikhwan, Bapak, Ibu, atau siapa aja deh, yang penting mereka itu amanah dan bisa dipercaya. Inget yah, kalo ngakunya ta’aruf tapi diam-diam inboxan, diam-diam smsan, meski cuma bilang, “Ukhty.. ayok tahajud..” atau, “Mas, jangan lupa shalat..”, hissshh.. itu mah namanya, Pacaran, cuma udah dimodifikasi pake nama “Ta’aruf”. Astaghfirullah.

Saudariku sesama Muslimah…

Nggak perlu iri kalo sampai detik ini kalian masih jadi JOJOBA alias Jomblo-jomblo Bahagia. Pacaran itu sama saja dengan hutang. Tahu kan, kalo hutang itu wajib dibayar? Nih, nasehat Imam Syafi’i -rahimahullahu ta’ala- bagi yang suka pacaran :

Jagalah kehormatan kalian, niscaya istri-istri kalian akan terjaga dari perbuatan haram

Hindarilah segala yang tidak pantas dilakukan oleh seorang muslim

Zina adalah hutang, Jika Engkau mengambilnya hutang

Maka, Ketahuilah bahwa tebusannya adalah anggota keluargamu

Barangsiapa berzina, akan dizinai meskipun di dalam rumahnya

Camkanlah, jika engkau termasuk orang yang berakal

Contoh nyatanya, banyak kok wanita-wanita yang hamil di luar nikah, kemudian memiliki anak perempuan dan anaknya ketika sudah besar pun mengalami nasib serupa dengan si Ibu. Nah, simpelnya itu salah satu yang banyak kita temui. Jadi, buat para cowok nih, kalo emang belum siap menikah, ya jangan macem-macem sama anak gadis Orang, nanti anak-anaknya, Istrinya, atau Saudarinya loh yang akan menebus perbuatan kalian. Karma? Ya, mungkin istilah populernya itu walau definisi sesungguhnya bukan, tapi yang pasti, setiap balasan sesuai dengan perbuatan. Eh, tapi saya sering denger para Mantan pacar (wanita) suka nyumpahin gini, “Aku bersumpah, dia nggak bakal dapet yang lebih baik dari aku. ALLAH nggak tidur, pasti, suatu hari nanti dia bakal mengalami hal yang sama kayak aku..” #hellooo.. elu siapah? Pede amet, nyumpah-nyumpahin Orang, trus kalo terkabul bakal bangga dan bilang gini, “Inget kan, dulu aku pernah bilang bla bla blaaa.. terbukti kan? Do’a Orang yang teraniaya itu mustajab..” #jangan Geer dulu Ladies, kalo seumpama si cowok mengalami nasib apes, dan dikaitkan dengan sumpahmu, sepertinya tidak berdasar. Jangan seneng dulu Sayang, dosa-dosamu pun tidak pernah dilupakan, dan perhitungan ALLAH itu sangat akurat.

Tenang sahabatku, jomblo itu bukan aib kok. Jomblo itu pilihan dan prinsip. Iya dong, kalian itu mahal. Jadi, wajib dihormati. Nah, tanda seorang lelaki betul-betul mencintaimu adalah, dia berani mendatang Wali Nikahmu. Dan mengikrarkan Mitsaqon Ghalizhan.. Maa syaa ALLAH. Menghalalkanmu, dengan cara yang benar dan dibenarkan oleh syariat. Tentu saja Sahabatku, wanita yang baik, untuk laki-laki yang baik. Begitu sebaliknya. Berdo’alah, mintalah pada ALLAH. Karena sejatinya, jodoh adalah cerminan diri kita. Sebuah quotes menarik:

“Di depanmu, aku malu-malu… Di hadapan ALLAH, aku terang-terangan memintamu!”

Nah, kalo sekarang saya udah pacaran lama gimana? Sudaaah, putusin saja. Kalo dianya siap menikah, ya monggo disegerakan saja. Sebelum nafas sampe kerongkongan loh. Kalo belum siap, ahh.. dia mah mentalnya kerupuk. Buang aja pada tempatnya. Tenang saja, in syaa ALLAH akan diganti dengan yang lebih baik sama ALLAH.

10153942_657137954403551_4736455693489764059_n

إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئًا للهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ بَدَّلَكَ اللهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ

“Sesungguhnya tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena ALLAH ‘Azza wa Jalla, kecuali ALLAH akan menggantikannya bagimu dengan yang lebih baik bagimu

(Hadist Riwayat Ahmad no 23074)

Tuh kan, mau diganti yang lebih baik sama ALLAH. Masa iya enggak mau?

Apakah ALLAH akan menerima taubat seorang Pezina? Oh.. tentu saja, ALLAH kan Maha Luas kasih sayang-Nya. Masa ragu sih sama kebesaran ALLAH. ALLAH itu Maha Pemaaf loh.

ALLAH ta’ala berfirman:

”Dan orang-orang yang tidak menyembah Ilah yang lain beserta ALLAH dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan ALLAH (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan adzab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; Maka itu kejahatan mereka diganti ALLAH dengan kebajikan, dan adalah ALLAH Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

(Surah Al-Furqon ayat 68-70)

Nah Ladies, ibrah yang bisa diambil dari kisah di atas adalah, hendaknya kita sebagai wanita menjaga izzah, iffah dan muru’ah kita sebagai seorang wanita. Terlebih, kita muslimah. Bukankah Islam memuliakan wanita? Bukankah wanita begitu istimewa, karena ALLAH mentakdirkan sebagai penyempurna separuh Agama bagi laki-laki? Maka, jangan rendahkan martabat kalian dengan menyerahkan cuma-cuma diri kalian. Tantang si dia yang mengaku cinta untuk menghalalkanmu. Ladies, sungguh.. pacaran itu hanya manis di awalnya saja. Pacaran itu penuh dengan kedustaan. Bukankah, setiap bertemu dengan pacarmu, nampak ia selalu rapi dan wangi? Pernah kah kau berpikir, bagaimana rupa pacarmu ketika tak berjumpa denganmu? Bukankah pacarmu di depanmu akan tampil sebaik mungkin? Bagaimana ia ketika di belakangmu, apakah tetap baik pula? Tak perlu dijawab, cukup direnungkan. Biarlah, nanti ketika sudah menikah, kalian akan tahu seperti apa dia. Karena, dia akan letih bersandiwara karena kini dia ada dalam jarak penglihatanmu selama 24 jam setiap harinya. Baru, kau akan tahu, siapa dia…

Pacarannya, setelah menikah aja yah? In syaa ALLAH lebih berkah. Nah, yakin deh, nanti pasti bisa bilang ke Suami begini, “Ini baru Pacarku.. Te-o-pe Be-ge-te deh… Uhibbuka yaa Habibbi..” #aihhh.. ciyee.. ciyeee… ❤ ❤


  • Prolog di atas adalah rekayasa belaka. Jika ada kemiripan, mohon maaf. Karena itu memang disengaja. Kalo tersinggung, alhamdulillah.. berarti tepat sasaran.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s