Hal yang Diwajibkan Atas Orang Sakit

sign,of,love,autumn,leaves,color,wallpaper,colours-6b554abc226a64d19520c780a3f2da9d_h

  1. Ridho dengan Ketentuan ALLAH Ta’ala
    Rasulullah bersabda, “Sungguh mengagumkan perkara orang mukmin karena semua urusannya adalah baik dan hal itu tidak dimiliki oleh seorangpun kecuali hanya orang mukmin. Jika ia ditimpa kebaikan kemudian bersyukur, maka itu kebaikan untuknya. Bila ia ditimpa keburukan kemudian ia bersabar, maka itu kabaikan baginya”. (HR. Muslim, al-Baihaqi, dan Ahmad)
  2. Sabar atas Takdir-Nya dan berbaik sangka terhadap Rabb-Nya
    Rasulullah bersabda, “Janganlah salah seorang diantara kalian mati kecuali berbaik sangka terhadap ALLAH Ta’ala”. (HR. Muslim, al-Baihaqi, dan Ahmad)

  1. Selalu Dalam Kondisi Antara Takut Dan Penuh Pengharapan
    Merasa takut akan azab ALLAH akibat Dosa yang dilakukannya dan mengharap akan rahmat-Nya. Diberitakan kepada Anas bin Malik :

    “Suatu ketika Rasulullah Shallallahu ‘Allaihi Wassallam datang menengok seorang Pemuda yang tengah menghadapi kematian, maka beliau bertanya, ‘Bagaimana engkau dapati dirimu?’, Pemuda itu menjawab, ‘Demi ALLAH.. waha Rasulullah, saya ini dalam keadaan yang sangat mengharap rahmat ALLAH dan merasa sangat takut akan (beban) dosa-dosaku. Rasulullah Shallallahu ‘Allaihi Wassallam kemudian bersabda, ‘Tidaklah kedua perasaan yang demikian itu menyatu dalam diri seorang Hamba dalam keadaan yang demikian kecuali pastilah ALLAH akan menganugerahinya apa yang dimintanya dan menentramkannya dari rasa takutnya’.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Abdullah bin Ahmad, dan Ibnu Abid Dunia)

  1. Dilarang Untuk Mengharapkan Kematian, Walau Separah Apapun Sakit Yang Dideritanya
    Ummu Fadhl berkata, “Suatu ketika Rasulullah Shallallahu ‘Allaihi Wassallam datang menjenguk, lalu mendapatkan Abbas, Paman beliau, tengah mengeluh sehingga mengharap kematian, maka Rasul pun berkata kepadanya,

    “Wahai Paman, janganlah engkau (sekali-kali) menginginkan kematian. Karena, bila engkau seorang yang banyak berbuat kebaikan, lalu diundurkan kematianmu, engkau akan semakin menambah kebaikan, dan itu lebih baik bagimu. Bila engkau banyak berbuat keburukan, lalu diundurkan ajalmu, kemudian engkau bertaubat dari dosa-dosamu, maka yang demikian adalah lebih baik bagimu. Oleh karena itu, janganlah engkau menginginkan kematian..” (HR. Hakim)

  1. Segera Menunaikan Kewajiban-kewajiban Yang Harus Ditunaikan Kepada Pemilik-pemiliknya Bila Hal Itu Mudah Dilakukan
    Namun bila tidak, hendaknya ia berwasiat mengenai hal itu. Rasulullah Shallallahu ‘Allaihi Wassallam bersabda :

    “Barangsiapa yang terdapat padanya kedzhaliman terhadap saudaranya berupa kehormatan dan hartanya, maka hendaknya ia mengembaikannya sebelum tiba hari kiamat, dimana tidak berlaku lagi dinar dan dirham. Bila ia sudah memiliki amal kebaikan (amal shaleh) maka akan diambil darinya dan diberikan kepada yang berhak. Namun, bila tak memiliki amal shaleh, maka akan diambil darinya dan diberikan kepada yang berhak. Namun bila tak memiliki amal shaleh, maka akan diambil keburukan si pemilik hak dan dibebankan tanggungjawab kepadanya.” (HR. Bukhari dan al-Baihaqi).

Sabtu, 26 Oktober 2013  

Kajian Ustadzah Azizah Ummu Yasir, “Jangan Dzhalimi Jasadku” (Materi 1)

Auditorium Fakultas Kedokteran UGM

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s