Surat Cinta Untuk Kedua Pintu Surgaku

Cool-Pictures-Rose-Flower-HD-Wallpaper-Cool-Pictures-Rose-FlowerBismillah…

Kepada Kedua Pintu Surgaku….

Mamah, Bapak yang dirahmati ALLAH…

Semoga angin malam yang berhembus di langit Jogja menyampaikan salam rindu untuk Mamah dan Bapak di Cilacap sana,

Yang sangat ananda cintai setelah ALLAH dan Rasul-Nya…

Yang sangat ananda butuhkan setelah ALLAH dan Agama-Nya…

Siapalah ananda tanpa Mamah dan Bapak?

Tak akan pernah tahu, seperti apa jadinya ananda jika tidak dibesarkan dalam asuhan Mamah dan Bapak..

Adalah rasa syukur yang tak terhingga, ananda terlahir dari rahim seorang Ibu yang Penyabar seperti Mamah, yang sangat menjaga kehormatan Suami dan Keluarga.. Yang semangatnya tak pernah patah, meski ananda tahu, bahwa ujung kedua matamu selalu membasah di dalam setiap sujudmu…

Adalah rasa bangga yang tak terkira, dibesarkan oleh seorang Ayah seperti Bapak, yang sangat memperhatikan Pendidikan ananda, yang selalu mendukung penuh setiap keputusan dan cita-cita ananda, yang selalu berusaha memahami betapa kerasnya tabiat ananda ini.. Dan, selalu menjadi Orang pertama yang menyanggupi setiap keinginan ananda.. apa pun itu..

Betapa banyak kebaikan Mamah dan Bapak yang tak sanggup, dan tak akan pernah sanggup ananda balas bahkan dengan seisi dunia sekali pun…

Segala peluh dan perih yang pernah dituai, segala lelah dan letih yang pernah diperah, sungguh adalah harga mahal yang tiada mungkin kudapati pada selain yang bernama Orang Tua…

Namun Mah, Pak…

Karena kecintaan Ananda yang begitu besar terhadap Mamah dan Bapak, ananda memilih jalan ini…

Jalan bagi Golongan Orang-orang yang selamat…

Jalan bagi Orang-orang yang mencintai Rasul-Nya..

Mungkin Mamah merasa tersakiti, ketika melihat Ananda mendewasa dengan cara seperti ini..

Ketika Gadis lain, Mbak dan Adik-adik begitu anggun dan lihai memoles kecantikannya yang mengungguli ananda…

Ananda justru laksana “Buntelan Karung” yang tak menarik dipandang…

Entahlah, mungkin Mamah malu berputeri-kan Ananda..

Teringat kenangan, ketika Mamah enggan shalat Ied di samping Ananda Idul Fitri kemarin…

Nampak, Mamah tidak begitu menyukai Jilbab Ananda yang tidak secerah warna Jilbab Adik-adik dan Mbak…

Tidak semodis jilbab Adik-adik dan Mbak…

Teringat, ketika Mamah mengatakan Ananda anak durhaka saat Ananda bersikukuh tidak mau memendekkan jilbab Ananda…

Mamah…

Hati ananda hancur berkeping-keping ketika kalimat itu meluncur deras, menancap kuat di hati ananda…

Sungguh… Demi ALLAH.. ananda sangat takut menjadi Puteri yang durhaka bagimu…

Maafkan Ananda membuat Mamah menangis kala itu…

Mamah… Ananda sayang Mamah…

Sungguh, Demi ALLAH yang hatiku berada diantara Jemari-Nya…

Ananda menghendaki kebaikan bagi Mamah dan Bapak dengan jalan yang kini membentang di hadapan kedua mata Ananda..

Mamah ingat tidak sebuah hadist yang berbunyi :

“Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah segala amalannya, kecuali dari tiga perkara: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak shaleh yang mendoakannya”.

(Hadist Riwayat Muslim, Abu Dawud dan Nasa’i).

asingMamah, ananda tahu harta yang kumiliki, tiadalah mampu membayar rasa kantukmu tatkala menyusui ananda tengah malam…

Mamah, ananda tahu.. bahwa ribuan hingga jutaan ucapan terima kasih tak akan mampu mengobati lelahnya perjuangan ketika mengandung, melahirkan dan merawat ananda hingga menjadi seperti kini…

Mamah, bakti ananda tiadalah harganya, tiadalah sebanding dengan perngorbanan Mamah untuk ananda, Bapak, Mamas, Mbak, dan Adik-adik..

Mamah…

Jika dibolehkan dilakukan kepada sesama Makhluk,

Malam ini ingin ananda bersimpuh di kaki Mamah, memohon maaf atas segala kalimat yang melukai hati…

Atas keinginan ananda untuk mengikuti Perintah ALLAH…

Agar menjadi pahala yang mengalir bagi Mamah dan Bapak ketika telah tiba masanya…

Mamah.. selembar jilbab ini, adalah salah satu dari sekian banyak jalan bagi Ananda untuk mengantar Mamah dan Bapak hingga ke Surga-Nya…

Meski ketika bercermin, ananda tahu bahwa dosa begitu banyak melumuri diri ananda…

Namun Mah, Pak.. Ananda ingin menjadi Anak Shalihah untuk Mamah dan Bapak…

Agar Ananda, dapat bersaksi di hadapan ALLAH…

Bahwa Mamah dan Bapak telah melahirkan dan membesarkan seorang Anak yang sangat mencintai Rabb-nya…

Bahwa Mamah dan Bapak berhasil mendidik anaknya menjadi Hamba yang takut terhadap Rabb-nya…

Mamah…

Anak yang shalihah pasti mengikuti perintah Rabb-nya…

Anak yang shalihah pasti tidak mau durhaka kepada Rabb-nya…

Anak yang shalihah pasti menjadikan Surga sebagai tujuan hidupnya…

Selembar kain yang mungkin tak elok ini…

Selembar kain yang mungkin banyak yang melupakannya…

Menganggapnya tak berharga, menjadikannya bahan olok-olok, melabeling aneh si Pemakai Kain itu, mengatakan berlebihan dan mubazir ini…

Justru menjadi salah satu dari begitu banyaknya perantara yang akan mengangkat derajat Mamah dan Bapak di Surga nanti…

Selembar kain ini, akan membuat ananda malu untuk memaksiati-Nya…

Karena, tiadalah mungkin, Pemilik Selembar Kain ini tak memiliki rasa malu untuk bermaksiat kepada Rabb-nya?

Mamah…

Tak mengapa, ananda dikatakan Teroris..

Tak mengapa, ananda dicela mereka..

Tak mengapa, Mamah tidak menyukai Jilbab, bahkan cadar ananda…

Tetapi Mah…

Jika tiada satu pun Puteri Mamah yang berjilbab sesuai syari’at, lalu.. Bagaimana kah nanti Mamah akan bersaksi di hadapan ALLAH atas amanah berupa anak Perempuan dari-Nya?

Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun diperintahkan ALLAH, agar memerintahkan Isteri dan Puteri-puterinya menutupi auratnya :

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenali, karena itu mereka tidak diganggu. Dan ALLAH Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

(Surah Al-Ahzaab ayat 59)

Mamah, suatu hari nanti, ananda pun akan menjadi seorang Ibu, bagi cucu-cucu Mamah kelak…

Ananda memahami, betapa Mamah sesungguhnya hanya khawatir ananda salah jalan..

Khawatir, terhadap anggapan negatif di tengah masyarakat kita tentang Jilbab lebar dan cadar..

Usahlah khawatir Mamahku Sayang,

Janji ananda kepada Mamah…

Ananda akan selalu berbakti kepada Mamah hingga napas kita tak lagi bersua…

Jangan risaukan selembar kain ini Mah…

Jangan hiraukan apa kata Orang…

Ananda, tetaplah Gadis kecil Mamah yang dulu…

Gadis kecil yang selalu berbeda…

Percayalah Mamah…

Selembar kain ini bukanlah milik suatu Organisasi tertentu.. Sungguh, ini sebaik-baik pakaian taqwa bagi Muslimah seperti kita Mamah…

Mamah, mengertilah… ananda mohon…….

Ananda tidak dapat mentaati untuk menghiasi dan memendekkan selembar kain ini, teringat sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam..

“Tidak ada ketaatan bagi makhluk apabila pada saat yang sama bermaksiat kepada Sang Pencipta.”

(Hadist Riwayat Ahmad)

Semoga, Mamah mengerti…

Kepada Bapak….

Laki-laki yang sangat kucintai.. Hingga air mata ini tak pernah lama tertahan di kedua pelupuk mataku ketika memanggil namamu…

Terima kasih, Bapak selalu menenangkan ananda tatkala kami, Istri dan Puterimu tak bersepakat untuk selembar kain itu…

Bapak Sayang…

Hanya luapan kesedihan yang menggunung di hati ananda tatkala melihat wajah senjamu…

Engkau yang dulu begitu gagah, engkau yang selalu mengantarku kemana pun kaki ini melangkah…

Engkau yang diam-diam selalu merindukanku, mengkhawatirkanku, dan begitu indahnya caramu menjaga perasaan ananda…

Kini telah melemah, pintamu lirih, agar ananda tetap di sisimu, untuk menemani hari-hari senjamu…

In syaa ALLAH Bapak…

Akan ananda tunaikan permintaan Bapak nanti…

Bapak…

Jika datang Ia yang shalih kepadamu untuk memintaku dari sisimu,

Perkenankanlah…

Agar ia menggantikan Bapak untuk menjaga ananda dan agama ananda…

Agar ia menemani Bapak berjama’ah di Masjid…

Agar ia menjadi tempat berbagi bagi Bapak.. tempat bertukar pikiran.. tempat bercerita, ah.. apapun itu Pak… ananda tak begitu tahu dunia laki-laki…

Agar ia, mendidik ananda dan Putera-puteri kami, cucu Bapak agar menjadi Generasi Rabbani yang dirindui Surga…

Agar ia pun tak luput, menyematkan nama Mamah dan Bapak dalam barisan doanya, dalam sujud panjangnya pada sepertiga malam yang terakhir…

Bapak….

Mamah…

Berurai air mata ananda ketika menuliskan Surat ini…

Di Penghujung malam yang sendu pada pertengahan Desember…

Sungguh, ananda sangat merindukan Mamah dan Bapak…

Ananda tetap puteri Mamah dan Bapak, yang kini telah mendewasa…

Maafkanlah…

Maafkanlah atas sikap yang terkadang menyakiti…

Maafkanlah Mah.. Pah….

Ananda sangat menginginkan kita berkumpul di Jannah-Nya…

Yaa ALLAH…

Begitu sesak jika ingat diri ini belum banyak berbalas budi kepada Mamah dan Bapak…

Semogalah…

Kedua Pintu Surga Itu tetap Terbuka, hingga tunai sudah bakti Puterimu ini…

ALLAH menyelamatkan kita dari panasnya siksa neraka yang bahan bakarnya adalah Manusia, melembutkan hati kita, dan mempertemukan kita di Jannah-Nya… Aamiin Yaa Mujibbas saa’ilin…

“Wahai Rabb-ku ampunilah aku dan kedua orang tuaku. Waha Rabb-ku, rahmatilah mereka berdua sebagaimana mereka telah merawatku ketika kecil”

_____

beautiful-love-cover-photos-for-facebook-best-romantic-facebook-cover-photos-romance-covers-beautiful-heart-love-cover-photos-for-facebook-1

Kepadamu Mamah… Bapak…

Ananda haturkan dengan penuh takzim….

“Jazakumullahu Khairaan….”

____ Puterimu, di Tanah Rantau,

Kota Pelajar, 23. 19 WIB, pada Penghujung Malam 17 Desember 2014 _____

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s