Tentang Sebuah Tekad dan Kemauan

ujianIseng ngerjain soal-soal LKS Matematika jaman SMA. Yang dulunya ribet dan suka dijawab dengan metode “Mengarang Indah” alias ngasal.. dan selalu dapet nilai merah, eh, ternyata gampang dan ngga ada setengah jam udah bisa ngerjain semua latihan soal Bab 1. Kenapa nggak dari SMA aja yah aku bisa ngerjainnya? Kalo gitu kan aku bisa dapet nilai bagus setiap ulangan? Nggak perlu bikin geregetan Pak Topo dan Bu Lantik.. hehehe.

Hikmahnya : Tak perlu berandai-andai kita akan kembali ke masa lalu. Segala sesuatu, segala permasalahan, pada dasarnya mudah. Setiap Orang sebenarnya bisa melalui setiap ujian yang diberikan oleh ALLAH, apalagi Guru. Hanya saja, terkadang, kita terlambat menyadari.

ALLAH menguji kita, karena tahu kita bisa melaluinya. Guru memberikan soal Ujian, setelah melihat bahwa kita sebenarnya mampu dan bisa mengerjakannya. Tetapi, terkadang, kemalasan, sikap pesimis, rasa tidak percaya diri, mindset awal yang terbentuk adalah “Duh, ini susah; Duh, aku nggak bisa; Duh, aku nyerah..” yang mengungkung kemampuan kitalah yang pada akhirnya, memberikan hasil yang jauh dari harapan.

Seandainya saja sejak awal ketika menghadapi soal Ujian kita meyakinkan diri sendiri, “Aku bisa!; Ini mudah!; ALLAH bersamaku!” pastilah, output yang ditelurkan pun baik. Nah sekali lagi, sayangnya, kita tidak boleh berandai-andai. Yah, mungkin lain kali.. ketika kita menghadapi Ujian, baik dari ALLAH maupun Guru atau Dosen, sebaiknya kerjakan dengan teliti, cermati akar masalah yang tengah diujikan, evaluasi kembali, dan yang terpenting, persiapkanlah segala sesuatunya dengan baik dan matang.

Ujian dari Guru harus diadakan, agar kita naik kelas. Jika kita tidak dapat melaluinya, maka akan tinggal kelas. Semakin tinggi jenjang pendidikan kita, semakin rumit pula soal yang diujikan. Soal Geometri yang diujikan di Perguruan Tinggi, pasti lebih sulit dibandingkan Soal Bangun Datar ketika di kelas 2 SD. Begitu juga ujian dari ALLAH kepada Manusia. Semakin tinggi tingkat keimanan seseorang, semakin sulit juga ujian yang diberikan. Mengapa? Ya, karena itu tandanya.. keimanan kita semakin meningkat.

Apabila ujian yang diberikan oleh ALLAH membuat kita futur dan kufur, maka kita tidak akan naik ke tingkat keimanan yang lebih tinggi. Apabila kita bisa melaluinya dengan bersabar, bersyukur, dan bertawakal.. in syaa ALLAH.. semakin dekatlah kita dengan kemuliaan di Mata ALLAH. Semoga ALLAH memudahkan kita. Buat Adik-adik yang mengaku “Matematika itu sulit!”, ayo ubah mindsetnya, “Matematika itu mudah. Dan aku BISA!”. Buat yang terlalu banyak mengeluh ketika tengah diuji oleh ALLAH, ayo kita kembali bersemangat, “Wah, berarti ALLAH sayang sama aku!; Wah, ini kesempatan emas untuk berburu pahala!; Wah, ini peluang untuk mendapat nilai biru dari ALLAH!”


  • Ditulis pertama kali pada status Facebook sekitar bulan April 2014, kemudian disalin ulang pada Blog lama dan direpost pada Blog ini dengan sedikit revisi.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s