Tentang Sebuah Perhiasan Indah

375524_495460660493771_898535990_nSeseorang pernah berkata kepada saya ketika dalam sebuah perjalanan, “Mesra-mesraan di depan publik, dan banyak tertawa itu menurunkan wibawa dan muru’ah loh.. Apalagi buat Orang yg sudah ngaji..”

Seketika saya tercenung. Benar juga ya? Teringat, pernah mendapati sepasang Suami Istri yang sudah mengenal sunnah di sebuah warung. Mereka agaknya masih menjadi Pengantin baru, hal ini nampak jelas dari tindak tanduknya. Mereka bermesra-mesraan di hadapan saya, dan orang-orang yang berada disana, seolah dunia milik berdua, yang lainnya ngontrak. Entah mengapa, ada perasaan risih yang begitu mengganggu hati. Well, bukan karena saya hanya berteman Mbak Mimi saja (baca : sendirian), tapi ada semacam rasa malu karena harus melihat interaksi yang seharusnya cukup dilakukan di dalam rumah saja. Dan, karenanya, membuat saya tidak respek. Entah saya salah atau tidak, yang pasti, saya tidak suka.
Continue reading “Tentang Sebuah Perhiasan Indah”

Tidak Akan Ada Kebahagiaan Bagi Orang Seperti Ini

10372205_1112887338751846_6006795474421905776_nKetika seorang anak muda atau mudi menjalani hidup sebelum menikah,, memimpikan kebahagiaan murni yang bersih dari segala hal yang mengganggu dan mengeruhkan suasana, maka ini adalah diantara penyebab terbesar kegagalan meraih kebahagiaan.

Oleh karena itu, setiap orang akan memasuki gerbang pernikahan, harus menyadari bahwa merupakan suatu yang alamiah dan lumrah, (yaitu) adanya perselisihan diantara suami istri dalam batas-batas yang logis. Tidak ada rumah yang bebas dari yaang sepreti ini, bahkan Rumah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah marah kepada Istri beliau,¹ bahkan memisahkan diri dari mereka selama satu bulan, termasuk diantara mereka ada Aisyah -radhyallahu ‘anha-, istri yang paling beliau cintai. Hingga para pakar ilmu-ilmu sosial berkata, “Rumah yang bersih dari perselisihan adalah rumah yang bermasalah”. Continue reading “Tidak Akan Ada Kebahagiaan Bagi Orang Seperti Ini”

Warning Bagi Akhwaat Ketika Berkendara: Perhatikan Ujung Jilbabmu Yaa Ukhty…

10858360_896849867021550_3500177852147519331_nGemeeees banget kalo lihat akhwaat berjilbab lebar bonceng sepeda motor dan ujung jilbabnya menutupi lampu sein. Well.. selain membahayakan bagi dirinya sendiri, juga Orang lain, khususnya pengendara di belakangnya dan pengemudi yang memboncengkannya.

Sering mendengar cerita tentang kasus kecelakaan yang diakibatkan oleh ujung jilbab lebar. Beberapa waktu yang lalu mendapat kabar, seorang Ummahat terjatuh dari sepeda motor ketika membonceng Suaminya karena ujung jilbabnya masuk ke gear sepeda motor. Beliau mengalami patah tulang paha, dan bayi yang digendongnya mengalami lecet-lecet. Innalillahi wa inna illaihi roo’jiun.

Pun, seringkali di jalan, ketemu akhwaat berboncengan dengan Suami atau temannya, ujung jilbabnya menutupi lampu sein. Terkadang, saya sering dibuat jantungan ketika kebetulan berada di belakang mereka, namun tiba-tiba berbelok. Padahal, saya kalo nyetir sepeda motor jarang pelan. Kaget pastinya. Bayangkan, dengan posisi saya yang lagi ngebut tetiba ngerem mendadak, trus di belakang saya juga kaget dan nggak bisa mengendalikan kendaraannya, piye jal? Continue reading “Warning Bagi Akhwaat Ketika Berkendara: Perhatikan Ujung Jilbabmu Yaa Ukhty…”

Jemuran Oh Jemuran…

how-to-wash-clothesUdah semingguan ini cucian menumpuk. Cuci, jemur, cuci ulang lagi, jemur, cuci lagi. A’la kulli haal.. di musim hujan seperti ini, sudah mahfum banget dengan pemandangan begini. Nasib tempat jemuran sempit dan minim sinar matahari, menyebabkan cucian jadi lembab dan tidak lekas kering, alhasil pakaian jadi bau amis. Terlebih bagi ABG alias Akhwat Berjilbab Guwede hihihi. Wajar, pakaian yang buwesar-buwesar memang membutuhkan perlakuan khusus, halaaah.. maksudnya, ya harus banyak kena sinar matahari atau minimal angin deh.

Ada yang bilang, bahagia itu sederhana, salah satunya ketika jemuran kering. Aaa… itu bener banget kalo kondisinya sedang musim penghujan seperti ini. Eeetapi, bukan berarti nggak suka kalo hujan. Kadang, tanpa sadar nih, pas lagi nyuci baju, trus Matahari betah sembunyi di balik awan, lisan kita berkata, “Yahhh.. hujan, kapan keringnya ini baju..?” atau “Hujan terus sih, duh.. padahal seragamku harus dipakai besok..”. Hayooo ngaku, siapa yang sering mengeluh begini? #criingcriiing Continue reading “Jemuran Oh Jemuran…”

Mengendapkan Tulisan, Tips Menulis Bagi Pemula

10462602_851266141552558_1392036039062315583_nAkhir-akhir ini lagi jarang update tulisan di Blog. Bukannya lagi aras-arasen nulis, namun, selain sedang sibuk UAS juga sedang dalam proses mengendapkan tulisan. Di sela-sela belajar, masak, menunggu, atau melakukan kegiatan apa pun kalau ide muncul di kepala, langsung deh ambil HP, dan ngetik di fitur Notes. Kalau kerjaan sudah selesai atau sudah selo, baru deh buka notesnya dan ngetik di Blog untuk dikembangkan menjadi bentuk paragraf atau tulisan yang utuh. Namun, tidak segera saya terbitkan. Saya simpan di draft, untuk kemudian beberapa hari, atau pekan, bahkan bulan, jika mood menulis sedang baik, saya buka lagi, edit, kemudian baru publikasikan. Well.. ini namanya mengendapkan tulisan.

Ngomong-ngomong soal mengendapkan tulisan, pengendapan tulisan selama beberapa hari memberikan jeda bagi si penulis untuk menemukan sudut pandang pembaca. Tulisan yang sudah jadi, cobalah disimpan sebentar di draft, kemudian dibaca ulang. Hmm.. pasti deh akan menemukan kalimat yang kurang tepat, typo, atau ada kalimat yang harus dibuang, atau ditambah. Pengendapan tulisan ini berguna bagi penulis untuk merevisi atau tambal sulam tulisan-tulisannya agar menjadi lebih rapi dan enak dibaca. Continue reading “Mengendapkan Tulisan, Tips Menulis Bagi Pemula”

Pisau Dapur dan Wanita

jkpPisau dapur yang sering kita gunakan untuk memasak, beragam ketajaman dan kekuatannya. Ada yang mudah bengkok karena tipis dan lekas tumpul, ada yang kuat kokoh serta lebih tajam.. ah ya, Pisau Dapur hanya sebuah besi.

Kau tahu, besi yang keras dan berat itu telah menjadi sebuah Pisau dengan proses yang tak sebentar dan menyakitkan. Ia harus dilelehkan dan ditempa dengan bara api yang panas. Semakin lama ditempa, dipipihkan, berulangkali dipukul bertubi tubi, akhirnya jadilah Pisau Dapur yang memberi manfaat dan elok dilihat. Continue reading “Pisau Dapur dan Wanita”

Awas, Jarkoni!

opppjjPernah mengalami, menulis status berisi nasehat tentang “Jangan mengeluh di Facebook..”. Kala itu, ramai like dan komentar yang menghiasi postingan saya. Namun, beberapa saat setelahnya, saya mengeluh karena tugas kampus belum terselesaikan padahal sudah dekat waktu pengumpulan. Nah, ada teman nyeletuk, “Katanya nggak boleh ngeluh…” dengan emot icon orang melet. Degg! Rasanya seperti tertampar. Continue reading “Awas, Jarkoni!”