Setelah Kau Menikahiku…

10888977_608644775957448_1718356671688338743_nAdalah sebuah kebahagiaan bagi wanita mana saja, ketika tiba masanya perjanjian yang kuat itu diikrarkan. Perjanjian antara seorang Suami dengan Rabb-nya. Mitsaqon ghalizhan, yang membuat Arsy-Nya turut berguncang karena begitu dasyatnya konsekuensi dari perjanjian tersebut.

♥ ♥ ♥

Kepada Engkau yang kusebut Suami…

Setelah kau menikahiku…

Setelah usai penantian panjangku dalam doa, harap, dan cemasku…

Kini, kau telah menjadi separuh jiwaku…

Separuh nafasku, yang hingga akhir perjalanan hidupku, harapku kau selalu menemani langkahku…

Melindungiku, mencintaiku, menjagaku dan mendidikku..

Rasanya, cinta kita tak akan pernah cukup di dunia saja… Semoga, kita tetap bersama hingga ke Surga-Nya..

Suamiku..

Aku tahu…

Bahwa pernikahan itu tidaklah selalu seindah kisah Putri Salju dengan Pangeran berkuda putihnya…

Di depan kedua mata kita, sebuah Samudera terbentang luas…301f97d03c49738d606df755db4f8fff

Dengan sampan kayu ini, kita berdua akan mengarunginya..

Tidak mudah Suamiku…

Ada saatnya, ia melaju berteman angin dan riak ombak yang tenang…

Mungkin, semakin menjauh…

Badai bisa saja datang menerjang, mengombang-ambing sampan mungil kita…

Memporak-porandakan sampan kita, meletihkan hari kita, menguji kedewasaan dan kesabaran kita…

Akan selalu ada masanya, percikan-percikan air menyusupi biduk kita..

Tetaplah seimbang, agar sampan rumah tangga yang kita dayung bersama tidak karam…

Ingatlah.. di saat seperti ini, bersabarlah.. tetap tenanglah.. kuatlah.. genggamlah Jemari ini, saling menopanglah.. percayalah.. bahwa kita pada akhirnya akan berlabuh juga…

Mungkin di suatu tempat, yang keindahannya begitu meneduhkan hati dan mata kita..

Yang kusebut, Sakinah, Mawaddah wa Rahmah..

Suamiku…

Aku, Istrimu…

Bukanlah Bidadari yang rupawan nan sempurna…

Aku tidaklah semulia Ibunda kita, Ummul Mukminin Khadijah Radhyallahu ‘anha…

Aku tidak setabah Asma bintu Abu Bakar Radhyallahu ‘anha..

Pun, secerdas Aisyah Radhyallahu ‘anha…

Aku hanyalah wanita biasa yang bercita-cita meraih Surga bersamamu…

Suamiku…

Akan selalu ada saatnya, aku ingin diperhatikan olehmu…

Ingin didengarkan, dihibur, tatkala jenuh, letih, nestapa dan gundah gulana datang menyapa..

Suamiku…

Setelah kau menikahiku…

Pahamilah sifat-sifat baik dan burukku…

Aku selayaknya tulang rusuk yang bengkok…

Jika terlalu keras kau meluruskanku, maka patahlah aku…

Jika kau biarkan aku, maka akan tetap bengkoklah aku…

Luruskanlah aku perlahan dengan segenap kelembutan yang ALLAH titipkan di hatimu…

Fitrah kami seorang wanita, terkadang lalai…

Ingatkanlah aku dengan cara yang ma’ruf..

Jangan sakiti aku dengan diammu yang tak terjemahkan oleh hatiku…

Suamiku…

Ketahuilah selalu…

Sebelum kau mendatangi Ayahku…

Aku adalah Gadis kecil milik Ayah Ibuku…

Mereka membesarkanku dengan kepayahan di separuh usianya…

Lalu tiba-tiba..

Kau,

Memintaku pada mereka…

Menjadi pelengkap hidupmu…

Tunduk turut dalam ketaatan kepada Rabbi Izzati bersamamu..

Merawatmu, menjaga kehormatanmu, menjaga harta dan anak-anakmu…

Suamiku…

Aku tahu…

Aku pada awalnya bukanlah siapa-siapa untukmu…

Dulu, Ayah Ibumu pun seperti Ayah Ibuku…

Merawat dan membesarkanmu dengan penuh cinta…

Menyekolahkanmu hingga tunai sudah amanatmu…

Menjadi perantara yang memudahkanmu memperoleh pekerjaan layak…

Hingga pada akhirnya, kau memilih menikahiku…

Bertanggungjawab penuh terhadapku, anak-anakku…

Memenuhi segala kebutuhan kami…

Jika satu diantara kami sakit, kau berupaya mengobati kami…

Berupaya mensejahterakan kami dengan kemampuan yang engkau miliki..

Mendidik kami…

Menjaga kami…

Dan…

Apabila satu diantara kami berbuat dosa, kau pun tak luput dari hukumanNya…

Maa syaa ALLAH Suamiku…

Betapa kerdilnya aku jika tak menunaikan hak-hakmu…

Mendurhakaimu..

Melupakan segala kebaikanmu..

Suamiku…

Kepadamu, kutuliskan di hamparan hatimu yang maha luas tentang cinta dan kasih sayang, yang karenanya diciptakan langit dan bumi, dipancangkan gunung dan dialirkannya sungai…

Bimbinglah aku, menjadi Bidadarimu di dunia dan di Jannah-Nya…

♥♥♥

Saudariku yang dirahmati ALLAH…

Pernikahan bukanlah perkara sehari-dua hari. Pernikahan artinya berjanji untuk bersama sehidup semati sampai maut memisahkan. Jangan bayangkan, bahwa menikah itu artinya ada yang menemani kita berbelanja ke pasar, mengantar kemana kita mau, makan ada yang menemani. Tidak, tidak hanya itu Saudariku…

Menikah, adalah sebuah tanggungjawab yang besar. Konsekuensi sebuah pernikahan, adalah akan semakin banyaknya amanah-amanah yang akan dipikul oleh kita. Ya, ketika masih single, mau sarapan, suka-suka jam berapa saja. Bahkan, jam satu siang pun terkadang masih bisa disebut sarapan. Namun setelah menikah? Tentu saja, pagi-pagi kita harus menyiapkan sarapan untuk suami dan anak-anak. Ketika masih single, mau ke kampus, kajian, dan lain-lain, tenang-tenang saja. Setelah menikah, ah.. keluar rumah pun harus dengannya atau ijin kepadanya. Belum lagi ketika telah lahir putra-putri kita, tentulah sudah menjadi kewajiban kita untuk mendidiknya, merawatnya, menjaganya dan membesarkannya.

Ya, siap menikah berarti siap untuk menanggung segala amanah di dalamnya. Amanah untuk menjaga nama baik Suami, harta, dan anak-anaknya. Ingatlah selalu Saudariku, pernikahan bukanlah permainan. Luruskan niat ketika memutuskan untuk menikah. Ya.. menikah bukan saja tentang cinta.. Menikah, adalah jalan untuk meraih taman-taman Surga. Menikahlah karena mengharapkan rahmat ALLAH. Menikahlah untuk menjaga kesucian dirimu.

Kepada antunna Saudariku yang telah menikah…

Semoga ALLAH berkahi pernikahan antunna… menghimpun antunna bersama Suami dalam kebaikan…

Kepada engkau yang sedang proses menuju ke “sana”, semoga ALLAH mudahkan jalan antunna.. dan berikan akhir yang manis bagi penantian antunna…

Dan…

Untuk antunna Saudariku yang masih menanti…

Bersabarlah… Jika sudah masanya, tak akan berkurang mau pun bertambah sedetik pun akhir dari penantian itu.. Junjunglah setinggi-tingginya izzah, iffah, dan muru’ah antunna.. Pacaran, bukanlah solusi bagi hati-hati yang mendamba sebuah pernikahan..

ALLAH selalu memiliki alasan mengapa kita harus menunggu…

Barakallahu fiikunna… ^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s