Insomnia, Pergilah…

lampWaktu menunjukkan pukul 02. 32 dini hari. Mata ini belum juga terpejam. Ngantuk pun tidak. Ada rasa jengkel, stress, dan letih yang datang menyambangi hati. Bukan karena ada beban yang begitu mengganggu hati maupun pikiran, namun, kebiasaan atau mungkin sekarang menjadi “penyakit” kronis yang sulit disembuhkan. Karena ia menahun, tak kunjung sembuh hingga kini. Insomnia.

Beberapa waktu lalu, ketika begitu sibuk dengan kegiatan PPL II, dan padatnya jadwal mengajar membuat tubuh mudah letih, sehingga ketika jarum pendek jam bertengger di angka delapan malam, kantuk sudah datang menyerang, bahkan kelopak mataku yang beratnya tidak lebih dari satu kilogram ini begitu terasa berat untuk dibuka sekadar melihat layar laptop untuk mengerjakan RPP atau bahan mengajar lainnya. Dan kini aku rindu masa itu. Masa ketika aku begitu menikmati “Tidur gasik”.

Sedih rasanya, ketika tidur lebih awal menjadi sesuatu yang begitu berharga bagiku. Kadang terbersit rasa iri, ketika di rumah melihat Adik-adikku bisa tidur nyenyak di bawah jam sembilan malam, begitu pula ketika di wisma maupun di kost, melihat teman-teman sudah mematikan lampu kamar ketika waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Mengistirahatkan tubuh, memberi kesempatan Organ tubuh berhenti beraktifitas. Yah, tidur gasik, hal sederhana yang ingin aku rasakan.

Beragam cara sudah diupayakan. Mulai dari minum susu cokelat hangat menjelang tidur, mandi air hangat, mematikan lampu, menyingkirkan hp, mematikan laptop, hingga menyetel murottal sambil memejamkan mata pun sudah dilakukan, namun rasanya tidak membuahkan hasil yang cukup baik. Justru terkadang malah jadi semakin tidak ngantuk. Seakan, alarm di tubuh berdering ketika menjelang pukul setengah empat dini hari. Berdering, menandakan waktunya memejamkan mata. Hiks… sedihnyaaa.. setiap hari tidur malam selalu kurang dari tiga jam. Ya, kalau pagi hingga sore tidak ada aktifitas, mungkin menjelang dzhuhur atau setelahnya bisa tidur siang barang sebentar. Lha, kalo pas jadwal lagi padat? Oh no… Itu artinya, tidak ada jatah untuk “balas dendam” mengistirahatkan fisik. 😥 Hal yang paling disedihkan adalah, nggak bisa shalat Tahajud.

Nah, ibrahnya nih buat temen-temen, beryukurlah kalo antunna termasuk yang diberi kemudahan oleh ALLAH untuk bisa tidur lebih awal, diberi kesehatan karenanya, diberi kekuatan fisik dan pikiran untuk menjalani aktifitas dan beribadah di pagi harinya.

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ

Allahumma inni as-aluka fi’lal khairaat, wa tarkal munkaraat..

“Ya ALLAH, aku memohon kepada-Mu untuk mudah melakukan berbagai kebajikan dan meninggalkan berbagai kemungkaran..”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s