Warning Bagi Akhwaat Ketika Berkendara: Perhatikan Ujung Jilbabmu Yaa Ukhty…

10858360_896849867021550_3500177852147519331_nGemeeees banget kalo lihat akhwaat berjilbab lebar bonceng sepeda motor dan ujung jilbabnya menutupi lampu sein. Well.. selain membahayakan bagi dirinya sendiri, juga Orang lain, khususnya pengendara di belakangnya dan pengemudi yang memboncengkannya.

Sering mendengar cerita tentang kasus kecelakaan yang diakibatkan oleh ujung jilbab lebar. Beberapa waktu yang lalu mendapat kabar, seorang Ummahat terjatuh dari sepeda motor ketika membonceng Suaminya karena ujung jilbabnya masuk ke gear sepeda motor. Beliau mengalami patah tulang paha, dan bayi yang digendongnya mengalami lecet-lecet. Innalillahi wa inna illaihi roo’jiun.

Pun, seringkali di jalan, ketemu akhwaat berboncengan dengan Suami atau temannya, ujung jilbabnya menutupi lampu sein. Terkadang, saya sering dibuat jantungan ketika kebetulan berada di belakang mereka, namun tiba-tiba berbelok. Padahal, saya kalo nyetir sepeda motor jarang pelan. Kaget pastinya. Bayangkan, dengan posisi saya yang lagi ngebut tetiba ngerem mendadak, trus di belakang saya juga kaget dan nggak bisa mengendalikan kendaraannya, piye jal?

a21
Tuh kan, lampu seinnya nggak kelihatan? (Sumber : Internet)

Yaa Ukhty.. afwaan, safety ridding bukan hanya sekedar helm dan sarung tangan saja. Mungkin, ini terkesan sepele ya? Tapi, sebetulnya ini bisa menjadi hal yang sangat krusial untuk betul-betul diperhatikan. Karena, di jalan raya mau pun gang-gang, bukan hanya kita saja yang membelah jalanan. Ada Pengendara lain, yang keselamatannya juga harus kita jaga. Pengendara di sekitar kita, di belakang kita, tidak memiliki telepati yang bisa mengetahui kemana kita akan membawa bebek besi yang sedang dinaiki kan? Nah, satu-satunya alat komunikasi yang bisa berbicara kepada pengemudi lain adalah lampu sein.

Jika lampu sein sebagai satu-satunya benda yang memberi isyarat bagi pengemudi lain tertutup oleh ujung jilbab kita, tentulah pesan tersebut tidak tersampaikan. Well, miss komunikasi ini akan menyebabkan kecelakaan, yang bisa saja mengakibatkan kehilangan nyawa seseorang atau rusaknya kendaraan pribadi dan orang lain. Mencegah lebih baik daripada mengobati.

Pesan saya, sebagai saudari antunna, yang sangat mencintai antunna dan menghendaki keselamatan bagi antunna dan saudara sesama muslim lainnya, seterburu-buru apa pun ketika hendak membonceng sepeda motor, perhatikan ujung jilbab kita. Caranya, kumpulkan ujung-ujung jilbab, lalu diduduki atau disibak di pangkuan sambil kita pegangi agar tidak berkibar. Kalo boncengnya ala laki-laki, rapikan semua ujung jilbab kita, dan kumpulkan di pangkuan. Perhatikan jangan sampai ada yang menjuntai keluar dari pangkuan. Jangan lupa, gunakan celana panjang yang tidak membentuk betis.

a1
Jangan lupa pake helm dan perhatikan ujung jilbab ya? (Sumber : Internet)

Bagi pengemudi, hendaknya sedikit bersabar tatkala saudarimu, atau istrimu baru naik jok motor. Beri kesempatan sebentar untuk merapikan ujung-ujung jilbabnya. Dan pastikan, tidak ada jilbab yang klewer-klewer. Kebiasaan, kaum hawa itu mudah panik dan gugup ketika baru bruk duduk di jok. Kadang timbul rasa nggak enakan gitu kalo kelamaan benerin ini itu, dan menyebabkan pengemudi harus menunggu padahal mesin motor sudah dinyalakan. Tugas pengemudi itu menenangkan, “Santai aja Mbak/Ukh/Dik/Kak/Mi/Bu/Ma.. dienakin aja dulu posisi duduknya. Ayo, ujung jilbabnya sudah dibenerin belum?” atau kalimat sejenis yang tidak membuat wanita harus gugup.

Bagi Akhwaat yang mengemudi sepeda motornya nih, juga jangan lupa memperhatikan jilbab kita yang berkibar bak bendera di Istana Negara ketika Upacara Proklamasi. Pasalnya, jilbab besar yang berkibar-kibar ketika sedang melintasi jalanan, sangat berpotensi sekali nyangkut di Spion kendaraan lain, atau nyampluk wajah pengendara lain. Untuk mensiasatinya, gunakan tas ransel dan kenakan di depan. Selain mencegah jilbab berkibar, juga menutup (maaf) bagian depan tubuh kita. Hayooo, pada nyadar enggak nih, kalo pas naik motor kan jilbab terbang ke belakang nih, nah terkadang membentuk lekukan tubuh kita loh Akhwaat… Hati-hati ya?

Jangan lupa juga, untuk mengaitkan tali helm agar cadar kita tidak tersingkap. Saya pernah celaka, ketika cadar saya tersingkap karena lupa tidak mengaitkan tali helm. Biar aman, kenakan peniti juga ya? Kadang-kadang kan kita nggak nyadar gitu, misal lagi nunduk, cadar kita terbuka sedikit, sehingga pipi kita sedikit terlihat.

Saudariku yang dirahmati ALLAH.. hikmah yang dapat kita petik bersama adalah, bahwasanya, musibah itu datangnya dari ALLAH. Apapun bentuknya. Baik rasa sakit mau pun kehilangan. Hanya saja, sebagai bentuk ikhtiar untuk menjaga diri kita, keluarga, dan orang lain dari hal-hal yang tidak dikehendaki, tidak ada salahnya toh untuk memulai kebiasaan baik sekecil apa pun itu? Salah satunya, memperhatikan ujung-ujung jilbab kita ketika hendak berkendara. Bukan hanya untuk keselamatan jiwa kita saja, namun.. untuk saudara kita yang lain juga. Barakallahu fiikumma.

♥♥♥

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s