Tidak Akan Ada Kebahagiaan Bagi Orang Seperti Ini

10372205_1112887338751846_6006795474421905776_nKetika seorang anak muda atau mudi menjalani hidup sebelum menikah,, memimpikan kebahagiaan murni yang bersih dari segala hal yang mengganggu dan mengeruhkan suasana, maka ini adalah diantara penyebab terbesar kegagalan meraih kebahagiaan.

Oleh karena itu, setiap orang akan memasuki gerbang pernikahan, harus menyadari bahwa merupakan suatu yang alamiah dan lumrah, (yaitu) adanya perselisihan diantara suami istri dalam batas-batas yang logis. Tidak ada rumah yang bebas dari yaang sepreti ini, bahkan Rumah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah marah kepada Istri beliau,¹ bahkan memisahkan diri dari mereka selama satu bulan, termasuk diantara mereka ada Aisyah -radhyallahu ‘anha-, istri yang paling beliau cintai. Hingga para pakar ilmu-ilmu sosial berkata, “Rumah yang bersih dari perselisihan adalah rumah yang bermasalah”.

Bahkan sebagian dari mereka ada yang berkata, “Perselisihan dalam rumah tangga adalah garam bagi hubungan suami-istri, sehingga bila tidak ada, maka kehidupan suami-istri kehilangan cita rasa dan hambar, sebagaimana bila ia terlalu banyak, akan merusak rumah tangga.”

Bila hal ini telah dipahami, maka sebelum menikah kita harus menghilangkan gambaran yang terpampang dalam benak, tentang kehidupan ideal (yang tidak dikeruhkan oleh masalah) bagaikan di dalam surga Firdaus. Yang harus kita lakukan hanyalah berusaha mencegah agar problem rumah tangga tidak semakin menumpuk dan tumpang tindih, lalu berupaya memperbaikinya serta mengesampingkan hal-hal yang remeh darinya.

Dengan ini kita sepakat bahwa tidak ada kebahagiaan sesudah menikah bagi siapa yang memimpikan kebahagiaan murni yang tidak ada problematika.

♥♥♥

“Pernikahan tidak akan menjadi surga kecuali karena sentuhan tangan dan usaha kalian dan sebaliknya tidak akan menjadi neraka kecuali karena ulah akibat dari tangan kalian jua. silahkan kalian memilih sendiri apa yang kalian inginkan dari pernikahan kalian; menjadi kebun surga atau kubangan neraka”

(Prof. Muhammad bin Rasyid Al-Uwaid)


  • Sumber : “Suami Istri dalam Rumah Mungil Penuh Bahagia” Karya Abdurrahman bin Abdullah al-Qar’awi, Penerbit Darul Haq (Dengan sedikit perubahan)
  • ¹ Riwayat Muslim
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s