Akhirnya… Aku Menikah.. ♥

tyas aBismillaah…

Alhamdulillahiladzhi bini’matihi tattimusshalihaat..

Akhirnya, dengan segala keluasan rahmat dan kasih sayang ALLAH, Rabu, 18 Februari 2015 saya menikah. Atas doa, ucapan, dan kehadiran teman-teman di hari bahagia kami, saya haturkan jazakumullahu khairaan wa barakallahu fiikum.. Afwaan, kemarin engga sempat balesin sms, inbox, dan komentar teman-teman di timeline Facebook dikarenakan kesibukan menjalani peran baru sebagai seorang Istri, tentunya juga karena baru pindahan kontrakan. ‪#‎cieeee‬ 😀

Sedikit berbagi faidah dengan teman-teman, khususnya bagi yang belum menikah.

Setelah menikah, kini saya menyadari banyak hal yang tidak terpikirkan sebelumnya, bukan berarti tidak sama sekali ya?

Ternyata memang benar, tak ada Cinta seindah Cinta yang dibangun dalam ikatan Pernikahan dan di atas ketaatan kepada ALLAH. Mematahkan anggapan kebanyakan Orang yang mengatakan, “Loh, gimana mau nikah? Orang engga kenal orangnya, cuma dikenalin lewat Perantara (Wasilah) doang, setelah menikah kalo nggak cocok gimana?” Saya jawab yaa, In syaa ALLAH.. ketidak cocokan diantara Pasangan Suami Istri itu adalah hal yang wajar terjadi. Tentu saja, karena laki-laki dan wanita adalah dua jenis makhluk yang berbebeda ditinjau dari sisi mana pun. Segala kekurangan dan kelebihan masing-masing pasangan, merupakan bukti kasih sayang ALLAH terhadap makhluk-Nya. ALLAH ciptakan wanita dengan segala kelembutannya, dan ciptakan laki-laki dengan segala kekuatannya. Yah, minimal dengan kedua sifat yang memang ada pada diri masing-masing jenis itu, keberadaannya bisa saling melengkapi. Agar adanya dua makhluk ALLAH ini, memberi warna yang berbeda dalam hidupnya, satu dengan yang lainnya.

Syukur yang tak hentinya saya panjatkan kepada ALLAH.. Bahwa ALLAH mempertemukan saya dengan seorang lelaki shalih yang kini telah menjadi Suami saya. Berasa sekali kasih sayang ALLAH melalui kelembutan sikap dan tutur katanya. (Semoga tetap demikian meski kita dikaruniai anak lebih dari lima kelak.. 😀 ) Adalah malam pertama ketika pindahan kontrakan. Adzan Isya telah berkumandang, dan saya masih melakukan aktifitas membereskan rumah. Hingga Suami pulang dari Masjid, beliau menanyai saya, sudah shalatkah? Ketika saya menjawab, “Nanti, shalatnya kalo mau tidur…” terlihat jelas raut wajah sedihnya. Kemudian, dia berkata yang membuat mata ini menghangat. Dada saya bergemuruh hebat, dan membuat saya tersadar penuh. Tatkala dia menegur dengan lembut, salah satu bukti Cinta adalah nasehat kan?

“Shalatlah Nduk di awal waktu.. Kamu sudah menjadi tanggungjawabku di hadapan ALLAH…”

Maa syaa ALLAH. Iya, saya sudah menjadi tanggungjawab seorang laki-laki yang tadinya bukan siapa-siapa saya. Kenal juga engga, pernah memberi sesuatu pun tidak, eh.. tiba-tiba dia menanggung hidup dan akhirat saya seluruhnya dengan bersandar kepada ALLAH sepenuhnya.

Benarlah, jika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berkata, bahwa jika dibolehkan bersujud kepada Mahkluk, maka ia akan perintahkan para wanita agar bersujud kepada Suaminya. Kini saya tahu, mengapa demikian wajibnya kita berbakti kepada Suami selama tidak melanggar syari’at ALLAH. Ya, karena, ia yang bukan apa-apa dan siapa-siapa kita, rela mengorbankan hartanya, seluruh jiwa dan raganya untuk Istri dan Anak-anaknya. Padahal, ia dibesarkan oleh Ayah dan Ibunya, yang sekiranya lebih berhak mendapatkan seluruh harta yang telah diperjuangkannya karena telah melahirkan dan membesarkannya. Namun lihatlah, Suami justru kini berupaya, bersusah payah mensejahterakan Istri dan anak-anaknya, yang tidak pernah berkontribusi apapun dalam lahir dan mendewasanya ia.

Setelah menikah, hidup berdampingan dengan laki-laki asing yang telah ALLAH halalkan tatkala mitsaqon ghalizhan terucap dan menggetarkan Arsy-Nya, banyak perubahan besar yang terjadi dalam hidup saya. Salah satunya, saya semakin menyadari, bahwa menjadi seorang Istri harus bisa multitasking, terlebih, saya memilih meniti karier menjadi Ibu Rumah Tangga. Alhamdulillaah, ALLAH anugerahi wanita kelebihan untuk mengerjakan banyak pekerjaan dalam sekali waktu. Memang, Suami tidak pernah meminta saya melakukan banyak pekerjaan, tapi rasanya, saya merasa, bahwa urusan kebersihan rumah, masak, keuangan, hingga kesehatan keluarga adalah tanggungjawab saya. Sedangkan mencari rizki yang halal, adalah kewajiban Suami. Berasa keteterannya (Karena terbiasa melakukan segala sesuatu untuk diri sendiri), tapi saya begitu menikmatinya, karena saya yakin, pekerjaan apapun di dalam rumah untuk menyenangkan dan menentramkan hati Suami (yang tidak berbau dosa) akan berbuah pahala. In syaa ALLAH.

Menikah bukan lomba lari. Jika ada Jomblowati yang belum mendapat Buku Nikah “Istri”, tenanglah dan tetap bersabar. Bukan karena tidak laku, tetapi ALLAH menunggumu siap pada waktu yang telah ditetapkan, sejak tertulis di Lauhul Mahfudzh lima puluh ribu tahun lamanya sebelum semesta diciptakan. Tetap anggun dalam kejombloan, meski galau karena baru dapetnya Kartu “Undangan Nikah” bukan “Kartu Keluarga”.

Menikah jangan modal nekat. Menikah itu harus dilandasi dengan Ilmu. Sehingga kelak, jika terjadi perselisihan, dihadapi pula dengan ilmu yang dimiliki. Menikah bukan ajang keren-kerenan, menikah bukan batu loncatan untuk menepis bisikan umur yang melambai mendekati kepala tiga. Menikah, terlalu suci untuk ajang pamer kemesraan berlebihan di social media. Karena sejatinya, menikah adalah salah satu Tiket Menuju Surga.

Semoga, saya, antunna, kelak bisa menjadi Istri yang diberi Tiket mudah oleh ALLAH untuk tinggal abadi di Jannah-Nya…. Semoga kita semua, yang sudah merasakan menjadi Istri, dapat berbakti kepada Suami tanpa mengabaikan hak-hak kedua Orang Tua… Karena Suami, adalah Surga dan Neraka kita….

——–

Jazakallahu khairaan Suamiku…. ❤

Advertisements

One thought on “Akhirnya… Aku Menikah.. ♥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s