Penjaga Hati

PenjagaKarena Ia, ALLAH semata sebaik-baik Penjaga Hati..
Sebaik-baik tempat berserah diri, dan sebuah keniscayaan, satu-satunya tempat kita kembali…

Cintailah sesuatu karena ALLAH, jangan mencintai ALLAH karena sesuatu…

Kita butuh ALLAH, tetapi ALLAH tidak butuh kita…

Sering kita jumpai, Orang-orang yang semasa senang melalaikan hak-hak ALLAH.. Namun ketika datang kepadanya sebuah ujian, maka ia banyak meminta kepada ALLAH…

Continue reading “Penjaga Hati”

Advertisements

Kemanakah Perginya Rasa Cemburu Itu?

Bukan CintaBukan Cinta namanya kalo tidak cemburu dan rindu…

Ah ya benar, salah satu tanda cinta adalah cemburu. Cemburu yang dibenarkan syari’at, dan tentunya cemburu yang akan semakin mengokohkan cinta di dalam dada masing-masing Suami mau pun Isteri. Cemburu (Ghirah) adalah fitrah bagi setiap insan, terutama wanita. Sebagaimana fitrahnya wanita, yang selalu ingin menjadi nomor satu dan satu-satunya di hati Suami, sehingga karenanya hatinya akan mudah terbakar tatkala mendapati Suaminya memandang wanita lain, berbicara dengan wanita ajnabiyyah, dan lain sebagainya. Sebagaimana halnya wanita, sudah selayaknya seorang laki-laki pun memiliki rasa cemburu kepada Istri dan  wanita yang menjadi mahramnya, yang memiliki hak untuk dicemburuinya.

Continue reading “Kemanakah Perginya Rasa Cemburu Itu?”

Menampakkan Nikmat ALLAH, Tidak Sama Dengan Pamer

Salah sarainfall2tu bentuk tahadduts bin ni’mah (Menyebut-nyebut nikmat ALLAH) adalah dengan menampakkan nikmat yang diberikan ALLAH kepada orang lain, agar tumbuh kecintaan kepada ALLAH yang telah memberikan nikmat kepadanya. Namun, perlu disadari juga bahwa menampakkan nikmat ALLAH itu berbeda dengan sikap riya’ atau pamer.

Jika dengan menampakkan nikmat yang diberi ALLAH adalah mengupload foto makanan mewah, barang mewah, gadget mewah, dan lain sebagainya dengan tujuan agar ia mendapat pujian dari orang lain, agar dikenal bahwa dia adalah orang yang kaya, atau semacamnya, maka ia hanya sedang pamer dan perbuatannya tercela Continue reading “Menampakkan Nikmat ALLAH, Tidak Sama Dengan Pamer”

Jazakallahu Khairan Suamiku…

JazakallahuTidak sedikit kutemui wanita yang menceritakan keburukan Suami pada sahabatnya, atau bahkan khalayak di sosial media.. Ketika Suaminya berbuat tak menyenangkan hatinya. Begitu sebaliknya, ketika Suami berlaku baik.. Ia pun mengumandangkan berlebihan di khalayak, seakan Suaminya tak pernah berlaku salah.

Teringat nasehat Mamah Mertua sebelum keberangkatan beliau untuk pulang ke Batam, “Nak, perselisihan di dalam rumah tangga itu wajar. Selesaikanlah dengan hati yang dingin, jangan sampai masalah itu keluar dari kamar…”

Pun Ummu Maryam, Kakak Iparku.. Ketika beliau menjadi Wasilah dalam proses ta’aruf kami, senantiasa mengingatkan.. “Indahnya menikah dengan seorang Penuntut ilmu, adalah jika ada permasalahan yang datang, kita dapat menyelesaikannya dengan ilmu. Continue reading “Jazakallahu Khairan Suamiku…”

Ketika Harga-harga Naik

SeHarga Kebutuhan Pokokbelum menikah, cuek bebek aja ketika harga-harga kebutuhan pokok naik. Karena memang seringnya beli makan di luar. Minimal, sebulan bisa dihitung pake jari deh masak di kost, jadi ngga begitu berasa banget efeknya di dompet. BBM naik pun tetap stay cool, enggak pusing-pusing amat.

Entah ya, setelah menikah. Sering dibuat meringis kala mendapati harga-harga kebutuhan pokok terus menanjak. Membuat harus ekstra berhemat. Mau tidak mau, setiap hari harus masak untuk menu tiga kali sehari. Soalnya, sekarang sudah ada yang harus diperhatikan gizinya. Engga kayak pas masih lajang, mau makan apa pun pas tanggal tua, engga khawatir-khawatir amatlah. 😀 Continue reading “Ketika Harga-harga Naik”