Jazakallahu Khairan Suamiku…

JazakallahuTidak sedikit kutemui wanita yang menceritakan keburukan Suami pada sahabatnya, atau bahkan khalayak di sosial media.. Ketika Suaminya berbuat tak menyenangkan hatinya. Begitu sebaliknya, ketika Suami berlaku baik.. Ia pun mengumandangkan berlebihan di khalayak, seakan Suaminya tak pernah berlaku salah.

Teringat nasehat Mamah Mertua sebelum keberangkatan beliau untuk pulang ke Batam, “Nak, perselisihan di dalam rumah tangga itu wajar. Selesaikanlah dengan hati yang dingin, jangan sampai masalah itu keluar dari kamar…”

Pun Ummu Maryam, Kakak Iparku.. Ketika beliau menjadi Wasilah dalam proses ta’aruf kami, senantiasa mengingatkan.. “Indahnya menikah dengan seorang Penuntut ilmu, adalah jika ada permasalahan yang datang, kita dapat menyelesaikannya dengan ilmu.

Maa syaa ALLAH, betapa Agama adalah sebaik-baik nasehat. Binalah rumah tangga di bawah naungan syariat Islam, in syaa ALLAH keberkahan menyertainya.

Saya sedih, ketika berseliweran status yang berisi kekufuran terhadap Suami. Seperti, “Suamiku pelit. Nggak pernah kasih jatah lebih buat aku..” atau, “Suamiku nggak pernah baik kepadaku..”

SubhanALLAH.. Tetiba mata ini menghangat. Betapa lidah wanita lebih licin dan tajam dari sebilah Pedang. Betapa mudahnya Wanita menegasikan kebaikan yang diberikan Suami. Ia telah lupa, bahwa rumah yang ditempati adalah buah kebaikan Suami. Sandang dan pangan yang dimilikinya, adalah bukti kebaikan Suami. Namun mengapa, ketika Suami keliru, maka runtuhlah segala kebaikannya di mata Istri?

Wahai Istri…
Nabi besar kita, Rasulullah Shalallahu a’laihi wa sallam pernah mengabarkan, bahwa penghuni terbanyak di Neraka adalah Wanita. Ya, salah satu Penyebabnya adalah betapa banyaknya wanita yang mengingkari kebaikan-kebaikan yang pernah dilakukan Suami untuknya.

Wahai Para Istri..
Istri adalah Pakaian bagi Suami, pun sebaliknya. Tujuan berpakaian adalah untuk menutup aurat. Begitu pula, Suami dan Istri wajib menutup aib yang terdapat pada masing-masing keduanya. Dengan tidak menyebarkan keburukan atau cacatnya pada Orang lain.

Cukuplah, apa pun yang menimpa sebuah rumah tangga, tetaplah disimpan rapat-rapat berdua. Serahkan kepada ALLAH, sebaik-baik Penolong. Orang lain yang engkau beritahu keburukan Suami, terkadang tak pernah berhasil menjadi solusi terbaik bagimu. Bisa jadi, ia hanya sekedar ingin tahu, tidak benar-benar menjadi Pendengar yang baik dan dipercaya.

Suami Istri, kelak akan menua bersama. Bersabar dan bersyukurlah terhadap kelebihan dan kekurangan masing-masing. Karena engkau wahai Istri, tidak menikah dengan Malaikat. Engkau menikah dengan laki-laki biasa, yang bisa saja ianya pernah berlaku keliru. Maka, maafkanlah..

Berterima kasihlah kepada Suamimu..
Sungguh, ia adalah Surga dan Nerakamu…
Setiap tetes peluh yang mengalir di keningnya usai bekerja.. Bernilai pahala baginya..
Maka, perindahlah akhlaqmu di hadapannya..
Tampakkanlah wajah ceriamu sebagai pelipur penatnya..
Ucapkanlah kata-kata baik nan lembut sebagai penenang hatinya…
Dan, syukurilah setiap rupiah yang ia beri sebagai nafkahmu dengan tidak membelanjakannya secara boros..
Didiklah dirimu menjadi seorang Penyabar dan Istri yang pandai bersyukur…
Teruslah berdoa agar senantiasa ALLAH beri qana’ah dan Istiqomah…
Semoga ALLAH beri Sakinah, Mawaddah Warrahmah pada rumah tangga kita semua..

Kepada engkau Suami…
Semoga ALLAH mudahkan setiap urusan dan pekerjaanmu..
Beri kesabaran seluas Samudera pada hatimu untuk mendidik Istri dan anak-anakmu…
Kutitipkan rezekiku padamu..
Semoga ALLAH memberkahimu… Aamiin…

Advertisements

One thought on “Jazakallahu Khairan Suamiku…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s