Nasihat Buat Akhwaat : Mbak, Tahanlah Jemarimu..

10923668_10152691201009053_4648191354862823936_nSudah sepantasnya, sebagai Muslimah ia menahan jemarinya untuk tidak meng-klik add pada akun Ikhwan. Berlaku pula sebaliknya, tidak seharusnya Ikhwan sending request pada akun Akhwat, lebih-lebih Ummahat.

Meski alasannya Si Akhwat nampak demikian Shalihah di Medsos, tulisan-tulisannya lincah, elok nan syahdu, cerdas, kritis, dkk atau fotonya kemayu berbalut kain lebar berkibar-kibar, atau wajahnya ditutup Mushaf, atau sok sok engga nyadar difoto pas lagi baca Mushaf.. Atau apalah..

Kemudian Akhwat nge-add Ikhwan, misal karena ianya Mahasiswa di Universitas Ternama seantero jagad, atau postingannya nampak bak alim Ulama, bla bla bla deh..

Apapun alasannya, medsos tidak melulu baik bagi kesehatan mata, dan hati. Jika ingin update postingan yang dianggap bermanfaat dari satu diantara keduanya, cukup klik tombol Follow saja. Enggak usah gemes-gemes nginbox, apalagi nimbrung-nimbrung di kolom komentar. Sok tebar senyum, sok kenal sok deket, padahal siapa sih eyu? -_-” Continue reading “Nasihat Buat Akhwaat : Mbak, Tahanlah Jemarimu..”

Candu yang Melenakan

larislewatsosmed_7

Disadari atau tidak, media sosial mampu membuat seseorang pandai berkata-kata, lincah menulis, bebas berekspresi dan komentar, tidak ketinggalan, kepo dasyat pada akun-akun yang memikat mata.

Niat hati buka facebook ingin melihat notification. Apalah daya, home facebook penuh warna warni berita. Tanpa sadar ngeklik ini itu. Dilumat hingga tuntas, dikepo tanpa ampun, tahu-tahu dua jam telah berlalu hanya demi menyantap barisan aksara dan warna warni gambar, tautan, maupun video di timeline orang lain.

Ada yang begitu? Oo.. Ada, tentu..

Continue reading “Candu yang Melenakan”