Candu yang Melenakan

larislewatsosmed_7

Disadari atau tidak, media sosial mampu membuat seseorang pandai berkata-kata, lincah menulis, bebas berekspresi dan komentar, tidak ketinggalan, kepo dasyat pada akun-akun yang memikat mata.

Niat hati buka facebook ingin melihat notification. Apalah daya, home facebook penuh warna warni berita. Tanpa sadar ngeklik ini itu. Dilumat hingga tuntas, dikepo tanpa ampun, tahu-tahu dua jam telah berlalu hanya demi menyantap barisan aksara dan warna warni gambar, tautan, maupun video di timeline orang lain.

Ada yang begitu? Oo.. Ada, tentu..

Yaa akhwaaty fillaah…

Media sosial demikian melalaikan. Ia menjadi candu yang melenakan..

Waktu kita demikian berharga hanya untuk sekedar mengepo orang lain..
Untuk berbalas-balas komentar sepanjang waktu, atau untuk memikirkan “Mau nulis status apa ya?”

Tidak mengapa ber-medsos ria, asal tau waktu..
Sadar diri, bahwa waktu adalah salah satu dari empat perkara yang akan ditanyakan pertanggungjawabannya kelak di hadapan ALLAH..

Ketika ALLAH bertanya, “Wahai Fulanah, untuk apa kau gunakan waktumu semasa hidup?”

Apakah engkau akan menjawab, “Untuk facebook-an Yaa ALLAH…”

Tidakkah engkau malu dengan jawabanmu sendiri wahai diri?

Wahai diri.. Waktu itu seperti sungai yang mengalir, kamu tidak akan bisa menyentuh air yang sama untuk kedua kalinya…

Wahai diri, bagilah waktumu untuk perkara-perkara yang bermanfaat..
Gunakan media sosialmu sebagai ladang amal yang berguna bagi akhiratmu..

Wahai diri.. Boleh jadi, ketika engkau tengah menghabiskan waktu berjam-jam di depan Facebook, menandakan dirimu yang kurang kerjaan sehingga setiap menit, setengah jam, sejam, sekali menulis status. Menyebarkan semua yang terbetik di kepala, membagikan hasil ke-kepo-anmu kepada khalayak.. Bersamaan dengan itu, kain kafanmu tengah ditenun…

Jangan sibukkan dirimu dengan banyak bertanya, banyak membuka forum diskusi remeh temeh, dan banyak curhat sepanjang waktu di timelinemu..

Ingat, bukankah tanda berpalingnya ALLAH terhadap seorang hamba adalah membuatnya sibuk terhadap perkara yang tidak bermanfaat?

Sebuah nasehat untuk diriku…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s