Parenting : Ungkapan Jujur Seorang Anak

dikaTahun 2005 yang lalu saya harus mondar-mandir ke SD Budi Mulia Bogor. Anak sulung kami yang bernama Dika, duduk di kelas 4 di SD itu. Waktu itu saya memang harus berurusan dengan wali kelas dan kepala sekolah.

Pasalnya menurut observasi wali kelas dan kepala sekolah, Dika yang duduk di kelas unggulan, tempat penggemblengan anak-anak berprestasi itu, waktu itu justru tercatat sebagai anak yang bermasalah. Saat saya tanyakan apa masalah Dika, guru dan kepala sekolah justru menanyakan apa yang terjadi di rumah sehingga anak tersebut selalu murung dan menghabiskan sebagian besar waktu belajar di kelas hanya untuk melamun. Prestasinya kian lama kian merosot.

Dengan lemah lembut saya tanyakan kepada Dika: “Apa yang kamu inginkan ?” Dika hanya menggeleng.

“Kamu ingin ibu bersikap seperti apa ?” tanya saya. “Biasa-biasa saja” jawab Dika singkat.

Beberapa kali saya berdiskusi dengan wali kelas dan kepala sekolah untuk mencari pemecahannya, namun sudah sekian lama tak ada kemajuan. Akhirnya kamipun sepakat untuk meminta bantuan seorang psikolog.

Continue reading “Parenting : Ungkapan Jujur Seorang Anak”

Cermin

1Seberat apa pun beban yang diderita seorang Ibu.. Alangkah bijaknya tidak mengumbar keluh kesahnya di depan anak-anaknya. Apalagi aib Suaminya. Kelak, anak-anak akan mencotoh tabiat Ibunya. Jika Ibunya Pengeluh, bagaimana anak-anaknya kelak menghadapi masalahnya ketika sudah menikah? Cukup baginya ALLAH sebagai penolong. Pun jika ingin berbagi, cukuplah kepada ALLAH dan Suami.

Penting.. ikhlas adalah tidak mengatakan “Aku ikhlas begini dan begitu”, seperti halnya surah Al-Ikhlas yang tidak terdapat kata Ikhlas satu pun di dalamnya meski namanya Al-Ikhlas. Padahal, menjadi seorang Istri dan Ibu harus melapangkan hatinya seluas Samudera, jika tidak maka akan mudah sesak dan penat. Continue reading “Cermin”

Bacalah Kisah Ini! : Kematiannya di Bulan Ramadhan Itu….

49Seorang Syeikh hafizhahullah pernah bercerita :

Seseorang memperlihatkan foto kepadaku. ketika aku melihat foto itu, ternyata foto seorang wanita yang penuh dandanan, putih dan cantik. namun berpakaian tetapi telanjang. Maka aku menhardik orang itu dan mengatakan : “Takutlah kepada ALLAH! Mengapa engkau perlihatkan gambar ini kepadaku?! Apakah engkau tidak takut kepada ALLAH?”

Lalu ia berkata: “Bukan demikian. Aku memperlihatkannya kepada anda untuk memberitahukan anda, bahwa yang anda lihat itu adalah wanita yang ada di gambar satu ini!” Continue reading “Bacalah Kisah Ini! : Kematiannya di Bulan Ramadhan Itu….”

Wanita Pertama, dan Aku Kedua

kjBagaimana rasanya bila lelaki yang kita cintai kerap memuji wanita lain di depan kita? Mengelu-elukan kebaikannya. Ia yang pandai masak, becus merawat anak, cantik, berlesung pipi kembar dan bermata teduh?

Ya.. Suami yang kubanggakan selalu memujinya. Nyaris setiap hari. Aku ingin cemburu, namun sulit kuaplikasikan. Mungkin karena aku bukan yang pertama baginya. Hanya wanita kedua yang dinikahi dengan ijin wanita pertama, yang selalu didengungkan segala kesempurnaannya di kedua telingaku. Continue reading “Wanita Pertama, dan Aku Kedua”

Sahabat Sebaik Dirimu

tyasRindu…

Malam ini tidak bisa tidur, efek tadi nekat minum kopi karena mata ini demikian mengantuk. Tersenyum membuka folder sms dari dua Orang Sahabat, yang selama ini kuanggap sebagai Kakak dan Adik. Aku mengenal mereka jauh sebelum ngaji, hingga detik ini pun, kami masih bersahabat sangat dekat meski tidak seintens dulu karena kesibukan masing-masing.

Sekitar tahun 2009-2010, ketika untuk pertama kalinya hijrah ke kota Jogja. Aku ngekost di sebuah rumah kost angker di belakang kampus. Angker karena berada di pojok jalan sempit dan berpenerangan temaram. Continue reading “Sahabat Sebaik Dirimu”

Resep : Sambal Goreng Ati Ala Mama Mertua

sambalgorengNiatnya kemarin mau eksekusi Steak Ayam mumpung Suami lagi libur kerja. Ehh.. ternyata harga daging masih mahal yaa, kata Penjualnya sih.. “Harga Lebaran..” ah sudahlah, untuk meminimalisir kerugian material kalo malpraktek 😀 akhirnya dicapai mufakat #halaaah.. untuk bikin makanan favorit kami deh.. Sambel Goreng Ati. Oh ya, tiga biji rempelo ati di Pasar Kranggan sekarang tujuh ribu rupiah, padahal hari biasa cuma lima ribu.. -_-” #maklummaklum

Bagi resep ah.. kali aja bermanfaat.. ^^
Continue reading “Resep : Sambal Goreng Ati Ala Mama Mertua”

Mengenang Ia yang Telah Pergi, Sekali Saja…

loveTahun 1997

Pagi itu, suasana di rumah hiruk pikuk seperti biasanya. Semua orang di rumahku sibuk bersipa untuk aktifitas. Aku baru masuk TK, dan Mbakku sudah sekolah SMP dan SD. Sedangkan kedua adikku belum sekolah.

Entah mengapa, hari itu aku bersikeras untuk tetap di rumah. Mogok sekolah. Orang tuaku menyerah membujukku untuk tetap pergi ke sekolah.

Pukul 08. 00 WIB, aku bermain di atas tikar yang digelar oleh Mamah di ruang tamu rumah Mbah Putri. Sembari disuapi Mbah Putri dengan pecel. Aku ingat, ketika itu Mbah Putri mengenakan kebaya warna kuning kunyit, jarik warna cokelat, dan rambutnya dikonde rapi. Khas wanita jawa tempo dulu. Mbah Putri duduk tidak jauh dari tempatku sibuk dengan boneka dan mainanku. Ia memangku Adik Bungsuku, Ria, yang ketika itu masih berusia sekitar 1,5 tahun. Mbah putri menyantap pecel yang dibeli di warung tetangga kami, Mbah Jumeri.Tiba-tiba…. Continue reading “Mengenang Ia yang Telah Pergi, Sekali Saja…”