Kelelahpayahan Itu, Terkadang Tak Selalu Berbuah Surga

dddddddddddddBetapa banyak orang tua yang hanya menginginkan kesuksesan duniawi semata pada anak-anaknya. Mereka berlelah payah mengumpulkan rupiah demi menyekolahkan sang anak hingga jenjang pendidikan setinggi-tingginya, dengan harapan anaknya kelak akan menjadi Orang sukses, mapan, dan berpendidikan.

Ketika buah hati masih bocah, orang tua kerap berkata “Besok kalau sudah besar, jadi Dokter ya? Atau Guru, Pilot, Polisi..”. Sedikit yang berpengharapan, “Besok kalau sudah besar, jadi anak shalih ya? Jadi Ulama ya? Jadi orang yang bermanfaat bagi agama dan akhiratmu ya?”

Hingga ketika mendewasa, tercapailah cita-cita orang tua, “Anaknya kini telah menjadi Dokter, Guru, Pilot, dll..” namun, sejalan dengan apa yang telah diraihnya, sang anak semakin sibuk dengan pekerjaannya. Terlalaikan dari bakti kepada Ibu Bapaknya yang kini telah beranjak senja.

Rumah yang dulu semarak dengan senda gurau anak-anak, kini begitu sepi dan hampa. Sedangkan, tubuh Bapak dan Ibu perlahan merenta.

Waktu berjalan begitu lambat, ketika menanti datangnya Idul Fitri. Ya, karena pada momentum itu lah sang anak akan menyempatkan pulang ke rumah yang telah ditinggalkannya setelah sekian lama pergi merantau.

Dan pada akhirnya Bapak Ibu semakin menua. Putra putri semakin sibuk dengan keluarga barunya. Tak sempat merawat, menengok pun enggan. Tentu dengan dalih, “Ananda tengah sibuk Pak, Bu.. Banyak proyek yang tidak dapat ditinggalkan..” Ah, betapa sedihnya…

dddsTerkadang, dunia begitu melalaikan. Anak-anak yang demikian dibanggakannya seakan lupa dengan kelelahpayahan orang tuanya dahulu tatkala berjuang demi kesuksesan dunia buah hati.

Tidak ada yang salah dengan harapan dan cita-cita orang tua. Namun, orang tua harus selalu ingat.. Bahwa anak adalah salah satu penyelamat baginya di akhirat nanti. Didiklah putra putri, agar mereka menjadi pribadi yang selalu ingat akhirat. Agar anak-anak menggenggam dunia di tangannya, dan akhirat di hatinya. Tak perlu pula membedakan kasih sayang diantara anak-anak lantaran tidak sama pintar, rupawan, dll. Karena, kita tidak pernah tahu.. Siapakah diantara anak-anak yang akan bermanfaat pada hari tua dan akhirat Ibu Bapaknya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (Hadist Riwayat Muslim no. 1631)

Rabbi habbli minash shalihin…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s