Sebuah Kegalauan Terbesar

ghibah-678x445

Masih terngiang-ngiang nasihat Suami :

“Kegalauan terbesar itu adalah ketika nama-nama Penghuni Surga dan Neraka telah tercatat.. Namun, kita tidak tahu, dimana nama kita tertulis? Apakah pada barisan nama Penghuni Surga, atau pada barisan nama Penghuni Neraka.. Sedangkan, kita menyadari, bahwa amalan kita sangat sedikit.. Padahal syarat menjadi penghuni Surga amatlah berat…”

Sampe nggak ngantuk lagi waktu merenungkan nasihat tersebut. Jadi galau beneran. Terkadang yaa.. kita itu merasa udah lebih baik aja dari orang lain. Merasa udah banyak beramal shalih, merasa udah banyak ilmu, merasa udah diampuni dosa-dosanya sama ALLAH.

Iya, kita udah pake jilbab lebar, bercadar pula. Trus, waktu lihat Mbak-mbak jilbabnya masih melilit-lilit begitu, kita seenaknya aja bisik-bisik ke temen atau Suami, “Lihat tuh, sayang ya.. Mbak-mbak itu jilbabnya kayak pocong? Bajunya ketat ya? Make-upnya menor ya? Padahal kan wanita itu aurat yaa? bla bla bla..”

Padahal boleh jadi, ianya tengah berproses menjadi Muslimah sejati. Step by step, berusaha menutupi auratnya perlahan. Ternyata ia dermawan dan banyak bersedekah, banyak menolong orang lain, berbakti kepada kedua Orang Tuanya, dan kebaikan lainnya yang tidak kita ketahui, namun ALLAH mencatatnya sebagai pahala, ALLAH mencintainya, dan pada akhirnya, ALLAH berikan ia hidayah dan kemudahan untuk berhijab syar’i, kemudian menjadikannya sebagai calon Penghuni Surga. Sebelum mencelanya, sebelum merendahkannya, periksalah diri sendiri, bukankah dulu engkau pernah mengalami proses yang serupa sebelum memutuskan berhijab syar’i?

Iya, kita udah bener shalatnya. Trus waktu lihat ada orang shalat cepet banget, masih tolah-toleh, masih garuk sana garuk sini, ke Masjid pake wewangian yang semerbak, trus kita nyeletuk ke temen duduk di samping kita, “Duh, itu sujudnya kok kayak Ayam lagi matukin biji ya? Shalat apa senam ya, padahal kan harusnya yang tuma’ninah yaa? bla bla bla..”

Padahal, bisa saja ALLAH mengabulkan doa-doanya, karena ia rajin shalat malam, rajin shalat sunnah, shalat tepat waktu, dan ALLAH mengampuninya, kemudian ALLAH beri hidayah dan pengetahuan kepadanya, hingga ia semakin rajin bersujud kepada Rabb-nya. Dan ALLAH matikan ia dalam keadaan khusnul khatimah, dan menjadikannya Penghuni Surga, siapa yang tahu? Sedangkan kita? Shalat khusyuk hanya ketika di keramaian saja. Pernah begitu? Semoga tidak yaa? ^^

Iya, kita udah banyak belajar dalil ini itu. Trus, lihat orang lain enggak mengamalkan dalil yang kita ketahui, kita dengan mudahnya menjudge bahwa ianya tidak beradab, ianya tidak beretika, ianya demikian dan demikian, padahal sangat mungkin sekali, ilmu belum sampai kepadanya. Iya kan?

Padahal, kita tidak pernah tahu, bahwa ternyata ia adalah orang yang bersegera melakukan kebaikan jika diberi tahu larangan dan perintah Rabb-nya yang harus ditinggalkan mau pun ditunaikan. Sedangkan kita? Memahaminya, sering mendengarnya, namun terkadang tidak mengamalkannya.

khiuSudah ngaji, menutup aurat, rajin shalat, banyak mengikuti majelis ilmu kesana-kemari, lihai bahasa Arab, hafal 30 Juz, tidaklah menjadi jaminan kita masuk Surga. Boleh jadi, yang menghalangi kita menuju Surga-Nya karena di dalam hati kita terdapat kesombongan meski sebesar biji dzarah sekali pun. Merasa sudah lebih baik daripada Orang lain. Padahal, ALLAH sangat membenci orang-orang yang merasa udah lebih baik dari orang lain, dan meremehkan atau merendahkannya. Sampai-sampai, di akhirat nanti ALLAH enggan untuk melihatnya. Bayangkan, dicuekin Manusia aja kadang nyesek yaa? Apalagi dicuekin sama ALLAH, enggak dilihat sama ALLAH. Sakitnya itu dimana-mana.

Tinggi hati atau sombong, itu menjadi penghalang manusia untuk masuk surga.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud -Radhiyallahu ‘anhu- dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda :

“Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar Biji Sawi.”

Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?”

Beliau menjawab, “Sesungguhnya ALLAH itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.”

(Hadist Riwayat Muslim no. 91)

Sifat sombong, dan suka merendahkan Orang lain justru menjadi penyebab seorang Muslim masuk ke dalam Neraka. ALLAH Ta’ala berfirman :

“…Masukilah pintu-pintu neraka Jahannam itu, sedang kamu kekal di dalamnya”. Maka neraka Jahannam Itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri..”

(Surah Az-zumar ayat 72)

Astaghfirullaah..

Harus semakin banyak-banyak bercermin, menahan pandangan dan lisan dari sibuk mengomentari orang lain. Berusaha semaksimal mungkin menjadi orang yang senantiasa memperbaiki agama dan keadaan dirinya. Lebih-lebih kita wanita yaa, gampang-gampang susah masuk surganya. Karenanya, stop aja dari hal-hal yang melalaikan kita dari akhirat. Misalnya, kumpul-kumpul buat ngerumpi, mikir banyak-banyak mau belanja apa?, Pengen ini itu yang hanya berupa kesenangan dunia saja, terlalu sibuk dengan jualan di online shop sampe-sampe Shalatnya kepending-pending karena ada orderan, atau sibuk FBan aja sampe lupa waktu. Padahal, kita enggak tahu yaa kapan pulang kampung ke akhiraat? Dan, masih galauu aja kita termasuk di deretan Penghuni Surga atau Neraka? Hiks..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s