Bacalah Kisah Ini! : Kematiannya di Bulan Ramadhan Itu….

49Seorang Syeikh hafizhahullah pernah bercerita :

Seseorang memperlihatkan foto kepadaku. ketika aku melihat foto itu, ternyata foto seorang wanita yang penuh dandanan, putih dan cantik. namun berpakaian tetapi telanjang. Maka aku menhardik orang itu dan mengatakan : “Takutlah kepada ALLAH! Mengapa engkau perlihatkan gambar ini kepadaku?! Apakah engkau tidak takut kepada ALLAH?”

Lalu ia berkata: “Bukan demikian. Aku memperlihatkannya kepada anda untuk memberitahukan anda, bahwa yang anda lihat itu adalah wanita yang ada di gambar satu ini!”

Aku memperhatikan foto lain yang diperlihatkannya. Ternyata itu adalah gambar seorang wanita yang wajahnya telah menghitam. seluruh bagian tubuhnya mulai gelap. Ia tewas terbunuh oleh suaminya sendiri. Dan amal terakhir di dunia ini adalah meminum khamr di satu tangannya dan merokok di tangan lainnya.

Aku akhirnya tahu bahwa ia adalah salah satu penyanyi yang sangat populer semasa hidupnya. semoga ALLAH melindungi kita dari yang seperti itu.

Sangat jauh perbedaannya antara wanita itu dengan seorang gadis tetanggaku. Benar sekali, ia adalah tetanggaku di dalam lingkungan dimana aku tinggal. Ayahnya adalah seorang yang shaleh. Tidak pernah meninggalkan shalat di masjid sekalipun. Gadis itu berusia 24 tahun.

Ia sangat bahagia dengan pekerjaannya sebagai Guru meskipun tempat mengajarnya jauh dari rumahnya. Ia dan beberapa kawannya biasa pergi ke tempat kerjanya dengan menumpang mobil yang mereka sewa. Mereka pergi bersama dan pulang pun bersama-sama.

Sebelum bulan Ramadhan tahun 1424 H, keluarganya dikejutkan dengan perkataan yang diucapkannya. Ia mengatakan kepada mereka -sebelum bulan Ramadhan- : “Jika aku mati, maka janganlah kalian bersedih atasku, karena menyerahkan semua yang kukerjakan ini untuk ALLAH. Sebab aku mengajarkan ilmu.”

Ia selalu keluar dengan mengenakan hijabnya ke seluruh tubuhnya dari ujung kepala hingga ujung kakinya.

Sebelum kematiannya, ia telah meminta kepada Ayahnya untuk mengajaknya ikut shalat Jum’at. Maka sang Ayah pun membawanya, dan itu terjadi di pertengahan bulan ramadhan.3

Dua hari setelah hari jum’at itu. Tepatnya hari Senin, 15 Ramdahan 1424 H, ia keluar dari rumahnya dalam keadaan berpuasa, dan hal terakhir yang ia kerjakan adalah membangunkan salah satu kawannya untuk menunaikan shalat subuh.

Di sepanjang jalan dalam mobil menuju tempat kerjanya, ia membaca Al-Qur’an dengan suara lirih, dan ketika ia meninggal pun, mushaf itu masih ada di tangannya! Ia mengalami kecelakaan hingga tewas, dan ia meninggalkan dunia ini dalam keadaan seperti itu.

Ia meninggal pada hari senin di bulan ramadhan. Persis seperti ia dilahirkan pada hari senin di bulan ramadhan pula!

Ia meninggal setelah menunaikan shalat subuh. Ia tidak tidur setelah subuh untuk membaca Al-Qur’an hingga tiba waktu untuk bekerja.

Ia meninggal setelah ia berdakwah pada hari itu dengan mengajak kawannya untuk mengerjakan shalat.

Ia meninggal dan Al-Qur’an ada di tangannya.

Ia meninggal, dan ketika mereka mengeluarkan jasadnya dari kendaraan mereka mengatakan, “Demi ALLAH, ketika kami mengeluarkannya dari mobil itu dan meletakkannya dalam ambulans, tidak ada sedikitpun bekas luka atau memar di tubuhnya!”

Ia memang selalu mengenakan celana panjang di balik hijab yang menutupi tubuhnya.

(Syeikh yang bercerita itu menangis lalu melanjukan kisahnya):

Ia meninggal persis seperti yang ia idamkan. Ayahnya hampir saja gila mendengar kematiannya. Ketika ia melihatku masuk untuk menyampaikan takziah kepadanya, ia memelukku. Dan di depan banyak orang ia menangis tersedu-sedu dan berkata:

“Inilah anakku yang paling berbakti, wahai Muhammad!”

Selamat untuknya dengan semua Al-Qur’an yang ia baca, keberbaktiannya pada orang tuanya, dakwahnya, puasanya, dan kematiannya di bulan ramadhan itu. Semoga ALLAH merahmatinya.

Berbekallah segera, karena tiada yang menemani di alam kubur selain apa yang pernah dikerjakan…

Jika engkau sibuk dengan sesuatu,

Maka janganlah sibuk selain dengan apa yang diridhai ALLAH…

Karena tiada yang menyertai seseorang setelah kematiannya ke alam kubur selain apa yang ia amalkan…

Ingatlah, seseorang itu hanya tamu dalam keluarganya…

Singgah sebentar, lalu setelah itu ia harus pergi…


• Chicken Soup for Muslimah (Judul asli: Qashash Mu’atstsirah Jiddan lil Fatayat) karya Ali bin Husain Sindi, diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh Muhammad Ihsan Zainuddin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s