Pada Suatu Pagi di Halaman Rumahku

pot
Sumber : Google Image

Facebook seperti pisau bermata dua. Jika kita selektif dalam add mau pun approve permintaan pertemanan, In syaa ALLAH akan lebih selamat. Yapp.. Alhamdulillaah, semenjak ganti akun FB yang ini jadi lebih bisa mengontrol aktifitas postingan teman di home. Hati menjadi lebih adem, mata menjadi lebih terjaga. Pikiran lebih jernih karena tidak lagi membaca postingan-postingan alay dan tidak mutu dari penggalau. Kalau pun ada, yah.. tidak sebanyak dulu. Pun saya unfollow. Kalo kata orang Cilacap, “Ben ora nyepet-nyepeti mripat…” hehehe.

Dampak positifnya berasa sekali ketika saya hanya mengkonfirmasi pertemanan dari Mbak-mbak dan Ibu-ibu yang shalihah, atau dari orang-orang yang memang saya kenal dengan baik di dunia nyata. Pertama, kebanyakan mereka menshare postingan yang bermanfaat. Mulai dari ilmu agama, nasehat, jadwal kajian, resep masakan, aneka tips rumah tangga, berkebun yang praktis, dll. Alhamdulillaah, kesemua itu memberi efek yang baik bagi saya. Salah satunya yang kini tengah saya praktekkan, yakni tentang cara berkebun yang praktis dan sederhana niaaan.
Berikut tips-tips yang sudah saya praktekkan dan rasakan manfaatnya. Meski, ini juga baru iseng-iseng doang. Blass.. nggak ngerti sama sekali soal dunia tanam menanam. Saya nanam juga enggak pake Pupuk ya, cuma pernah Suami kasih *maaf* kotoran photo0017[1]Ayam dan entah Pupuk apa namanya, yang berkomposisi Ubi busuk dan Fermipan. Mungkin kalau tanaman kami sudah memberi hasil yang berarti, kami akan lebih serius dalam menanamnya. In syaa ALLAH.

Nah, ini dia cara paling sederhana untuk berkebun :

Sisa-sisa Daun Bawang yang masih ada akarnya, diletakkan di gelas plastik yang bening, bisa juga dari botol air mineral bekas kemudian diisi air. Usahakan mendapat sinar matahari yang cukup.

Punya selada air, sawi hijau, babby kailan di rumah? Jangan dibuang dulu bonggolnya, direndam saja dalam air. Selang beberapa hari, in syaa ALLAH akan tumbuh tunas baru. Jika sudah merekah dan akarnya semakin banyak, baru deh dipindah ke media tanam. Biar lebih ngirit, bisa dipindah ke Polybag.

Punya Kangkung? Bagian akarnya jangan buru-buru dibuang, rendam batang kangkung yang berakar pada gelas plastik bening. Tidak lebih dari seminggu, biasanya sudah muncul tunas baru loh.. Setelah bertunas, baru deh dipindah ke pot atau polybag.

foto0005Harga bawang merah alhamdulillah sudah turun ya? Kalau sebelumnya sekitar 80ribuan (kalau nggak salah ya?) per kilogram, kemarin di Mirota Kampus Jalan C. Simanjuntak sudah 20ribuan (persisnya lupa) per kilogram. Demikian juga dengan harga bawang putih. Nah, supaya lebih berhemat, bisa juga loh menanam bawang-bawangan di pot. Caranya, potong sedikit bagian ujung atas bawang. Kemudian ditanam di tanah yang gembur. Bagian tempat tumbuhnya akar menghadap ke bawah. Jangan lupa, rajin disiram.

Naaah.. Harga Cabe Rawit nih yang lagi melambung. Perkilo-nya 80 rb. Cara menanamnya, cari cabe yang sudah mengering di dapur 😀 kemudian, ambil bijinya dan ditebar di media tanam. Jangan lupa disiram yaa? Cukup disemprot-semprot saja. Nanti kalau sudah bertunas dan berdaun minimal empat helai, baru deh dipindah ke dalam pot. Demikian pula cara menanam Tomat. Ya memang sih, menanam cabe mah harus bersabar nunggu sampe siap dipanen. Enggak kayak Kangkung dan Daun Bawang yang pertumbuhannya cepet.

Kalau sakit radang lambung lagi kambuh, meredakan dengan Jahe dan Gula Jawa memang efektif. Menanam Jahe sendiri, tentu lebih berhemat ya? Di samping sewaktu-waktu butuh, tinggal congkel saja di pot 😀 . Well, rempah-rempah semacam Jahe, Kunyit, Lengkuas, Kencur, dll tanpa ditanam di dalam tanah juga bisa tumbuh tunas baru loh. Nggak sengaja, saya menemukan bumbu-bumbu pawon yang disimpan setelah sekian lama karena kelupaan. Enggak busuk. Malah tumbuh tunas baru meski kecil-kecil. Kemarin, akhirnya ditanam juga di pot, eh.. tidak lama daunnya sudah merekah. Wahh.. Maa syaa ALLAH, seneng banget. Xexexe.

Berkebun itu asyik. Menambah aktifitas kita di rumah ketika senggang. Serunya ketika lagi ngaduk tanah tiba-tiba ada Monster Tanah alias Cacing. Jejeritan sampe lemes, dan nggak kapok juga buat tetep ngaduk-ngaduk tanah supaya gembur. Tujuannya tidak semata-mata untuk berhemat ya? Paling juga kalo nanam kangkung cuma hemat 1000 rupiah saja. Tapi, yang terpenting adalah melatih kesabaran. Hampir tiap hari ditengok, disiram, sudah berbunga belum yaa? (Meski yang bertugas menyiram tanaman bukan saya 😀 ) Sudah tambah besar belum yaa? Sudah siap panen belum yaa? Harus bersabar membersihkan Gulma yang mengganggu tanaman, dll. Yang paling ekstra, kudu sabar kalo tanaman yang lagi proses tumbuh ditendang oleh Kalkun dan Unggas-unggas kawannya. Hikss..

foto0003Kalau kata Suami, “Bertanamlah, supaya kita selalu memiliki harapan akan hari esok. Menanti saatnya berbuah dan dipetik.. Berternaklah, supaya menumbuhkan rasa empati dan kasih sayang terhadap sesama..”

Nah, demikian curhatan saya pada suatu pagi. Supaya kita tidak melulu posting perkara remeh temeh yang enggak penting. Supaya kita lebih bersemangat menebarkan kebaikan meski hanya melalui postingan-postingan facebook yang bermanfaat bagi Umat. In syaa ALLAH, kebaikan akan dibalas dengan kebaikan pula.

Jazakunnallahu khairaan Ummahat wa akhwaat, saya sangat berterimakasih kepada teman-teman di Friendlist akun Facebook saya. Untuk postingan-postingan bermanfaatnya, untuk nasehat-nasehatnya, untuk tips-tipsnya, dan lain sebagainya. Walau pun saya juga kadang-kadang posting enggak penting. hehehe..

Karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia..” (Hadist Riwayat Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh Syaikh Nashiruddin al-Albani di dalam Shahihul Jami’ No. 3289).

Yukk.. semangat berkebun, karena menanam suatu tanaman atau pun Pohon yang dapat dimakan adalah sunnah dan termasuk amal jariyyah.

“Tidaklah seorang muslim menanam suatu tanaman melainkan sesuatu yang dimakan darinya menjadi sedekah baginya, dan sesuatu yang dicuri darinya menjadi sedekah baginya, dan tidaklah sesuatu itu dikurangi oleh seseorang melainkan ia menjadi sedekah baginya hingga hari kiamat” (Hadist Riwayat Muslim).

“Tidaklah seorang muslim menanam suatu tanaman pohon atau menabur suatu benih lalu sebagian hasilnya dimakan oleh burung atau seseorang, melainkan menjadi sedekah baginya” (Hadist Riwayat Bukhari, Muslim dan Tirmidzi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s