Kena Tilang? Keep Calm Dong.. :D

sulistiyoningtyas-kena-tilang-keep-calm-4
Prosedur Penyelesaian TILANG

Beberapa waktu lalu, saya menjemput Adik yang baru pulang dari Solo di Stasiun Lempuyangan. Ketika belok kanan, tepatnya di perempatan Gramedia Sudirman, rupanya sedang ada Operasi Zebra atau apalah namanya. Lupa. Degg… saya panik, karena ketika itu tidak membawa SIM, STNK, maupun uang sepeser pun. Bahkan sedihnya, pulsa pun minus bingitsss. Lengkap sudah penderitaan ketika itu.

Pak Polisi menghampiri saya, “Surat-suratnya Bu?”

“Nothing…” jawab saya lemas.

“Silahkan parkir di gedung Bulog…”

Heleeeh.. dongkol sekali saya ketika itu. Mana Adik sebentar-sebentar sms. Saya pun sms Suami, minta dijemput sambil membawa fotokopian STNK. Karena memang ketika itu, STNK asli berpelat R milik saya sedang digunakan untuk membayar pajak di Samsat Cilacap.

Alhamdulillaah, tak lama berselang Suami datang membawa fotokopian STNK. Awalnya oleh Pak Polisi entah berpangkat apa, saya boleh membawa pulang motor milik saya. Namun ketika Komandannya tahu, saya tidak boleh membawa kendaraan. Artinya, fotokopi STNK tersebut tidak berlaku. Meski saya sudah jelaskan bahwa STNK asli sedang digunakan untuk membayar pajak.

Menurut informasi yang kami dapat dari Komandan, apabila hendak membayar pajak kendaraan berpelat luar daerah, maka mintalah surat pengantar dari Samsat tempat dimana kita tinggal. Hmm.. okelah. Trus SIM-nya? Hehehe, sejak saya bisa mengendarai motor bertahun-tahun silam, sampai saat ini belum punya SIM. 😀 Yah.. apa boleh buat, Mbak Mimi harus ditahan di Polresta Yogyakarta. Puk.. puk.. puk…

Usai digunakan untuk membayar pajak, akhirnya STNK dikirim oleh orang rumah via ESTU Travel. Saya dan Suami datang ke Polres Jalan Magelang dimana sepeda motor saya ditahan untuk menukar barang bukti sepeda motor dengan STNK asli. Qadarullaah.. karena sedang tanggal merah, maka kami diminta datang esoknya pada jam kerja.

Esoknya, kami kembali lagi untuk menukar barang bukti dengan STNK. Saya selaku Terdakwa (haduuuh.. -_-” ) bukan.. bukan, maksudnya selaku Pelanggar Lalu Lintas duduk manis di ruang tunggu. Kemudian Suami masuk menemui Petugas sambil membawa Identitas asli (Bukan Identias saya), STNK dan fotokopiannya. Alhamdulillaah, motor langsung bisa diambil, GRATIS.

sulistiyoningtyas-kena-tilang-keep-calm-3
Syarat Pengambilan Barang Bukti Kendaraan Bermotor

Setelah motor diambil, dua pekan pasca penilangan saya (Diwakilkan Suami) sidang di Pengadilan Negeri Yogyakarta (Setahu saya, sidang tilang biasanya digelar hari Jum’at pada jam kerja dan bisa diwakilkan). Sidangnya nggak lama kok, asal datang pagi saja dan mengumpulkan surat tilang. Nanti nama kita dipanggil satu persatu hingga dua puluh orang, kemudian masuk ke ruang sidang. Trus, di ruang sidang nama kita kembali dipanggil sesuai urutan tumpukan surat tilang. Dibacakan kesalahan kita, dan kita berjanji tidak akan mengulangnya lagi. Setelah itu keluar dari ruang sidang, pindah ke ruang pembayaran denda tilang. Besarnya denda tilang bervariasi, tergantung pelanggaran dan profesi kita. Karena di surat tilang saya masih berprofesi Mahasiswa, maka dikenakan denda tilang sebesar Rp. 35. 000,-. Setelah bayar? Ya sudah, pulang.

sulistiyoningtyas-kena-tilang-keep-calm-2
Meja di depan pintu adalah tempat meletakkan surat tilang. Ruangan di belakang meja adalah ruang sidang. Ruangan di sampingnya adalah ruang pembayaran denda. (Lokasi : Pengadilan Negeri Yogyakarta)

Uniknya, beberapa lama berselang pasca saya kena tilang, ketika kami pulang dari jalan-jalan sore, giliran Suami yang ditilang di dekat Hotel Limaran, Jalan Panembahan Senopati (Timur Taman Pintar). Kami tertawa ketika itu. Merasa lucu, ditilang kok kompakan? Karena sebelumnya sudah berpengalaman mengurus sidang tilang saya, maka beliau santai-santai saja. Sebelumnya, Suami memiliki Surat Ijin Mengemudi keluaran kota Batam. Namun qadarullaah, dompet dan surat-surat berharga jatuh di Kawunganten, ketika bertolak ke Jogja usai melamar saya tahun lalu.

sulistiyoningtyas-kena-tilang-keep-calm
Surat TILANG

Sudah berusaha mengurus di Batam, namun sayang.. Sistemnya tidak bagus dan dipersulit. Berbeda dengan yang membuat SIM tembak. Bisa segera keluar SIM-nya. Namun ketika melalui prosedur yang benar? Hmmm.. Geleng-geleng kepala.

Sehati, kena tilang aja gantian.. :D
Sehati, kena tilang aja gantian.. 😀

Save

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s