Petikan Hikmah dari Kasus Ustadz Facebook

keyboardCukuplah kasus Ikhwan abal-abal yang sejak kemarin menjadi viral di dunia maya menjadi pelajaran berharga bagi kita. Ngilu, membayangkan adanya orang yang diberi pemahaman ilmu agama yang baik namun berbuat senista itu. Salah satu keberkahan ilmu itu terletak pada akhlaq. Semakin berkah ilmu yang dipelajari dan dipahami, In Syaa ALLAH semakin lembut hatinya, dan semakin baik pula akhlaqnya.

Menurut informasi, ikhwan tersebut sudah bertaubat dan meminta maaf. Ya, kita doakan mudah-mudahan si ARN ini benar-benar bertaubat dengan taubat nasuha. Kembali ke jalan yang lurus, karena konon ia juga memiliki seorang Adik perempuan.

Pelajaran yang dapat kita petik dari kasus tersebut demikian banyak yaa Akhwaat..

Pertama : Cukupkanlah diri kita dengan yang halal, In syaa ALLAH.. yang halal jauuuuuuh lebih baik. Jauh lebih bertanggungjawab, dan tentunya, hanya dengan yang halal saja lah kita dapat meraih banyak kesenangan dan ketenangan sekaligus. Yakni, kesenangan dunia dan akhirat. Bukan dosa dan laknat.

Kedua : Jangan bermudah-mudahan interaksi dengan lawan jenis bukan mahram. Sekecil apa pun, apalagi menanggapi say hello dan basa-basi dari mereka. Setan akan menggoda untuk membuat satu dengan lainnya saling tertarik. Hingga akhirnya keduanya terjerat panah-panah Setan. Tak lagi ingat, atribut taqwa yang melekat pada pakaian shalih mereka. Setan akan menggoda mereka yang belum menikah untuk pacaran, dan akan menggoda yang sudah menikah untuk bercerai. Na’udzubillaah.

Ketiga : Bagi yang sudah menikah, kata pakar Parenting dan Psikolog Keluarga : Berselingkuh itu bukan soal bersentuhan, berci*man atau berhubungan s*ks. Kalau anda menghapus pesan-pesan teks di hape anda agar pasangan anda tidak membacanya, maka anda sudah menyeleweng.” Well.. termasuk inbox Facebook ya?

Sekiranya tidak mau dikatakan menyeleweng, ya sudah jangan inbox atau sms yang tidak perlu pada Ikhwan. Lalu kemudian dihapus. Hal seperti itu jika kerap dilakukan, lama-lama akan menjadi kebiasaan. Bahkan bukan sebagai beban lagi. Seharusnya, sikap baik yang wajib ditumbuh suburkan oleh pasangan Suami Istri itu adalah berprinsip, “Meski Istri atau Suamiku tidak tahu sms atau inboxku, tapi ALLAH Maha Mengetahui. Jika bukan kini ALLAH tunjukkan jejak-jejak nista itu, maka di Pengadilan ALLAH yang tak pernah salah, akan tersibak juga…”

Keempat : Jangan sembarangan upload foto di dunia maya, sehingga menarik perhatian lelaki. Meski friendlistnya isinya akhwaat semua, bukan berarti melegalkan kita untuk upload foto wajah kita. Bukan kah ada Ikhwan yang akhirnya menyamar jadi akhwaat di facebook hanya demi memancing pelaku? Nah lo? Kita nggak tau persisnya dari sekian banyak akun akhwaat di Friendlist, mana yang original dan mana yang KW kan? Sudahlah.. wajah cantikmu, persembahkanlah untuk Suami seorang.

Kelima : Jangan mudah terkagum-kagum dengan postingan Ustadz Facebook. Banyak yang tidak menyangka kan kalau si ARN ternyata adalah Penjahat Kelam*n? Yepp.. Postingannya di facebook mau pun blog yang sarat ilmu tidak sinkron dengan akhlaqnya di dunia nyata. Kebobrokan otak dan syahwatnya tertutupi dengan sempurna oleh status ngalimnya. Agama Islam, Manhaj Salaf, Jenggot dan Jubahnya adalah tameng untuk menyempurnakan aksi kejinya. Sungguh biadab.

Dan masih banyak lagi hikmah-hikmah yang dapat kita petik yaa Akhwaat. Hati kita demikian lemah. Akal kita demikian pendek. Itu fitrah. Tetapi menjaga diri dan kehormatan, itu adalah sebuah kewajiban bagi setiap muslimah. Menjadi wanita memiliki dua pilihan, yakni menjadi sebaik-baik perhiasan Dunia (wanita shalihah) atau menjadi sebesar-besar fitnah.

Pada akhirnya, kita menyadari bahwa seseorang berhak memiliki masa lalu. Namun ia wajib mengubahnya menjadi lebih baik. Kata seseorang di Facebook yang sangat saya cintai karena ALLAH, “Jangan cari aku di masa lalu, karena aku tidak ada disana lagi…” (kurang lebih begitu). Ya, mudah-mudahan ARN benar-benar berubah dan menyesali perbuatannya. Sudah bukan tugas kita lagi menghisab dosanya, karena kita pun memiliki aib yang alhamdulillaah masih ALLAH tutupi. Barakallahu fiikunna.. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s