Tauhid : Pelajaran Seumur Hidup dan Prioritas Dakwah Untuk Keluarga

tanya_jawab_ringan_seputar_tauhid_by_beginwiths-d798tmaBismillaah..

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tattimush sholihaat, segala puji bagi ALLAH Pemilik semesta dan seisinya, pemilik hati dan ruh kita. Belakangan saya menyadari, dari banyaknya file-file tulisan di draft blog maupun folder pribadi di laptop yang belum diterbitkan, isinya curhatan melulu. Tetiba saya merasa malu, masa iya sih orang lain baca curhat-curhat enggak penting saya melulu? Meski terkadang ada hikmah yang diselipkan. Masa iya sih saya cuma banyak berkomentar tentang fenomena A, I, U, E O melulu di medsos? Lha.. tujuan pembuatan blog ini sendiri adalah untuk berdakwah, meski ilmu saya seujung kuku pun enggak ada. Tapi mudah-mudahan tulisan saya bisa diambil faidahnya bagi pembaca.

Finally, semalam saya dan suami membuat rutinitas baru supaya komunikasi dan kebersamaan kami di rumah menjadi semakin berkualitas. Kami menyusun jadwal khusus untuk mempelajari kembali Kitab Tauhid, terjemahan dari Kitab At Tauhid, alladzi Huwa Haqqullah ‘alal ‘Abid karya Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab -rahimmahullahu ta’ala-.

Pasalnya, Tauhid adalah pondasi dalam menjalani Agama Islam. Seperti halnya pohon, ia tidak akan kokoh jika akarnya rapuh dan cacat. Begitu pentingnya Tauhid, tidak bisa jika hanya bermodal membaca buku dan kitab tanpa bimbingan Guru atau Ustadz karena pasti banyak salahnya. Tidak bisa mempelajari Tauhid hanya dalam rentang waktu sehari dua hari. Karena hakikatnya, belajar Tauhid itu memerlukan waktu yang demikian panjang, bahkan seumur hidup. Sebab, Tauhid itu bukan sekedar mengucapkan la ilaha illallah di lisan saja, namun bermakna luas yang menjamin keselamatan kita di akhirat, atau justru mejerumuskan ke dalam neraka.

Tauhid adalah menunggalkan ALLAH ta’ala dalam masalah rububiyah, uluhiyah dan asma wa shifat ALLAH.

Nah, berhubung ilmu saya masih sangat minim.. Maka dalam tulisan ini, dan tulisan-tulisan selanjutnya (ketika membahas materi Tauhid, Fiqh, Adab, dll) saya hanya menyalin tanpa mengubah isi materi dari Kitab mau pun buku-buku rujukan yang berlandaskan pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Tujuannya, dengan mengharap pahala ALLAH ta’ala, yakni supaya ilmu yang tersimpan demikian banyak di deretan buku-buku yang saya miliki dapat diambil faidahnya pula bagi pembaca.

Yuk disimak ulasan pertama dari Buku “Dengan Tauhid Masuk Surga Sekeluarga” yang disusun oleh Tim Indonesia Bertauhid pada cetakan 1436 Hijriyyah yang dibagikan gratis untuk umum ketika pertengahan Ramadhan lalu pada kajian di Masjid Pogung Dalangan.

Pentingnya Dakwah Tauhid Kepada Keluarga Kita

  1. Tentunya kita sangat sayang dan cinta kepada keluarga kita,orang tua tercinta, Istri tersayang, anak-anak permata hati dan keluarga lainnya.
  2. Tentunya juga kita menginginkan yang terbaik bagi orang lain, lebih-lebih keluarga kita. Karena ini adalah salah satu tanda kesempurnaan iman.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Tidaklah seseorang dari kalian sempurna imannya, sampai ia mencintai untuk saudaranya sesuatu yang ia cintai untuk dirinya.” (Hadist Riwayat Bukhari)

  1. Cara paling baik menginginkan kepada keluarga kita adalah dengan cara mengajaknya ke jalan ALLAH, agar bisa masuk surga tertinggi dan berkumpul bersama melihat wajah ALLAH ta’ala yang mulia, serta terhindar dari neraka.
  2. Intinya berdakwah kepada keluarga adalah yang paling utama dan paling diprioritaskan. Sebagaimana kita diperintahkan oleh ALLAH dalam Al-Qur’an :

“Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka, yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. (Surah At-Tahrim ayat 6)

  1. Dari semua materi dakwah yang paling prioritas dan paling diutamakan adalah dakwah tauhid, yaitu dakwah agar beribadah kepada ALLAH semata, tidak menyekutukan-Nya dalam ibadah dan dalam hak-hak khusus ALLAH.

Sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam tatkala mengutus Mu’adz bin Jabal untuk berdakwah ke Yaman,

“Sesungguhnya engkau akan mendatangi kaum dari ahli kitab. Maka, jadikanlah dakwah engkau pertama kali pada mereka adalah supaya mereka mentauhidkan ALLAH Ta’ala.” (Hadist Bukhari dan Muslim)

  1. Sebagaimana tauhid adalah perintah terbesar dalam agama, maka kebailkannya yaitu syirik adalah larangan terbesar dalam agama. Maka kita juga perlu menjaga diri kita, keluarga dan kaum muslimin dari praktek kesyirikan.
  2. Karena dosa kesyirikan jika dibawa mati, yaitu belum bertaubat sebelum meninggal maka dosanya tidak akan diampuni dan bisa masuk neraka.

“Sesungguhnya ALLAH tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain(dari syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutkan ALLAH maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (Surah An-Nisa ayat 48)

  1. Jika salah satu saja keluarga kita terjerumus ke dalam kesyirikan (semoga tidak ada, aamiin) tentu kita tidak bisa berkumpul di Surga. Karena dosa kesyirikan bisa menyebabkan pelakunya kekal di neraka.

ALLAH ta’ala berfirman :

“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) ALLAH maka pasti ALLAH mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun.”

(Surah Al-Maidah ayat 72)

  1. Agar bisa berkumpul di surga bersama keluarga dan kaum muslimin, kita harus menjaga diri kita, keluarga dan kaum muslimin dari kesyirikan dan kita saling menasehati agar senatiasa bertauhid. Karena tauhid adalah pelajaran seumur hidup dan terus diulang-ulang.
  2. Mari kita lihat teladan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Beliau berusaha menjaga keluarganya dari praktek kesyirikan dan menjaga agar selalu bertauhid. Beliau berdakwah tauhid kepada bapaknya,

“Ingatlah ketika ia (Ibrahim) berkata kepada Ayahnya; “Wahai ayahku, mengapa engkau menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolong engkau sedikitpun?”

(Surah Maryam ayat 42)

  1. Beliau juga berdoa agar dirinya, dan anak keturunan beliau dijauhkan dari kesyirikan :

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata ‘Ya Rabb-ku, jadikanlah negeri ini (Mekkah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala’.”

(Surah Ibrahim ayat 35)

  1. Demikian juga orang-orang shalih pendahulu kita, mereka sangat berusaha menjaga tauhid keluarga mereka dan mencegah dari praktek kesyirikan. Luqman berpesan kepada anak-anaknya,

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, pada waktu memberi pelajaran kepadanya, ‘hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan ALLAH, sesungguhnya mempersekutukan (ALLAH) adalah benar-benar kezhaliman yang besar’.”

(Surah Luqman ayat 13)

  1. Karenanya, mari kita jaga diri kita, keluarga yang kita cintai, serta kaum muslimin agar senantiasa bertauhid seumur hidup dengan keimanan yang tinggi dan terhindar sejauh-jauhnya dari dosa kesyirikan.
  2. Sekali lagi mari kita renungkan, dakwah tauhid di keluarga adalah dakwah prioritas utama jika kita memang sayang kepada keluarga. Jika memang orang tua kita masih sering ke dukun dan paranormal, adik masih sering lihat peraamalan lewat zodiac perbintangan, kakak masih sering percaya dengan tahayul, khurafat dan masih memberikan sesajenan; maka kita usahakan semaksimal mungkin berdakwah kepada mereka dengan cara yang lembut dan bijaksana.
  3. Semoga ALLAH menjjaga diri kita, keluarga dan kaum muslimin agar senantiasa bertauhid dan dijauhkan dari kesyirikan. Semoga Indonesia menjadi Negara bertauhid sehingga ALLAH melimpahkan keberkahan. Pula, menjadikan Indonesia sebagai Negara yang makmur, bahagia dan Berjaya dalam limpahan karunia ALLAH.
  4. Aamiin yaa mujibas saa-iliin (Perkenankanlah, wahai Engkau yang mengabulkan doa).

    Sumber : Buku “Dengan Tauhid, Masuk Surga Sekeluarga”, oleh Tim Indonesia Bertauhid halaman 10-15 atau dapat download disini


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s