Jangan Lagi Tanya “Kapan?”

wheeenKetika belum lulus, ditanya.. “Kapan wisuda?”

Setelah Wisuda ditanya, “Kapan nikah?

Setelah Nikah ditanya, “Kapan punya anak?”

Setelah punya anak ditanya, “Kapan hamil lagi?”

Asal jangan ditanya, “Kapan Suami nikah lagi?” hahaha, bisa kena tendang tuh.. 😀

Kalau saya pribadi, santai aja mah kalau ada yang tanya begitu. Enggak yang tiba-tiba menjadi sedih, galau, merana, dan gundah gulana. Cuma bingung aja mau jawab apa selain “Doakan yaa, segera?” atau “Belum tau..”, “Belum nih, kamu kapan?” #malah balik nanya 😀 Asal jangan coba-coba tanya yang point terakhir aja yah? Bener-bener ta tendang soalnya, xixixi.

Hmm.. itu kalau saya yah? Mungkin, di luar sana ada yang jauh lebih sensitif ketika menghadapi pertanyaan begitu. Alih-alih ingin berbasa-basi, mengakrabkan diri, mencairkan suasana, atau kalimat intro ketika ada keperluan, eh malah mendadak jadi drama queen. Yang ditanya, jadi melow-melow bombay, jadi murung, diem, kepikiran, dan kawan-kawannya.

Kasihan yah?

Nah, Akhwaat..

Kadang, kita nanya “Kapan?” itu bisa berefek yang macam-macam ya bagi yang ditanya? Kita yang udah menikah, mungkin bisa saja bercandaan sama yang masih jomblo, “Syarate nikah niku namung kalih, kalih sinten? Lha.. Njenengan kapan badhe rabi?

“Mungkin, ada yang malu-malu jawab, “Doakan ya, semoga cepet nikah biar tahun depan sahurnya nggak sendirian?” #loh? 😀

Atau, “Fokus kuliah dulu deh…

Atau, “Jodoh di tangan ALLAH, enggak tau mau jawab kapannya? Kalau nikah itu segampang milih Semangka, aku udah nikah sejak pertama liat semangka yang bulat sempurna..!” #hah? xexexe

Dan pertanyaan-pertanyaan “Kapan” lainnya yang masih menjadi misteri, yang butuh usaha untuk mewujudkannya, yang butuh perjuangan dan doa untuk merealisasikannya, juga perlu waktu yang tidak sebentar.

vintage-watch-186356Kalau tipe yang ditanya seperti saya, enggak jadi beban hati. Tapi nggak sepenuhnya sih, ada saatnya kepikiran juga. Lalu kalau yang ditanya perasaannya sangat halus bagaimana? Bisa dibayangkan, betapa tidak enaknya menunggu sesuatu yang belum diketahui hasilnya.

Dalam diam sudah berusaha, dalam senyap sudah meminta, namun rupanya ALLAH memiliki keinginan yang tidak sama dengan kita. Sedih ya? Gundah ya? dan perasaan-perasaan negatif lainnya, yang berujung pada rasa putus asa, tidak percaya diri, merasa tidak dipahami, stress, dan beban mental lainnya.

Meski seharusnya, sebagai Manusia biasa kita harus banyak-banyak berbekal taqwa, sabar dan beriman terhadap takdir. Tapi hati seorang wanita itu rapuh laksana gelas-gelas kaca, yang mudah patah. Karena, seleksi masuk Surga itu tidak sesimpel SNMPTN. Ujian setiap manusia berbeda-beda kan? Jangan samakan keadaannya dengan keadaan orang lain yang banyak diberi kemudahan. Padahal, kemudahan juga bagian dari ujian loh.

Coba telusuri lebih dalam ketika kita akan menanyakan hal-hal yang belum diketahui jawabannya, kira-kira kalau kita berada di posisi yang sama, dengan kondisi yang serupa, kita akan jawab apa? Kita akan bereaksi seperti apa? Belum tentu, kita bisa setenang yang ditanya. Belum tentu kita bisa tersenyum seperti yang ditanya. Dalamnya lautan bisa diukur, dalamnya hati, siapa yang tahu?

Kalau mau tahu, jawaban dari “Kapan” itu, In syaa ALLAH juga nanti kalau sudah saatnya akan terjawab kok. Ohh.. Si Fulanah sudah hamil to? Oh.. Si Mbak itu mau menikah tanggal sekian to? Oh, Tante itu lagi hamil lagi to? Yeaah.. semua pertanyaan “Kapan” itu memiliki waktu untuk dijawab. Jadi, tahanlah untuk bertanya “Kapan?” lagi ya?

~Tyas Ummu Hassfi, Baity Jannaty, 17 September 2015

Advertisements

One thought on “Jangan Lagi Tanya “Kapan?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s