Agar Mudah Memperoleh Ijin Bercadar

cadarKita semua memahami, bahwa cadar masih demikian asing di Masyarakat kita. So wajar, Orang Tua dan keluarga memiliki kekhawatiran berlebih ketika kita memutuskan bercadar. Lebih-lebih kini cadar dikait-kaitkan dengan aliran tertentu. Nah, sikap hikmah yang dapat ditempuh oleh akhwaat yang sudah mantap bercadar adalah, tidak grusa grusu.

Awali lah hijrah dengan melembutkan akhlaq kepada kedua orang tua, keluarga, tetangga, dll. Perbaikilah tabiat buruk, bantu Ibu masak, beberes rumah, atau kalo jauhan ya sering-sering telepon, ajak Ibu atau Bapak ngobrol. Sesekali, ajak teman-teman yang sudah bercadar main ke rumah, tunjukkan etika dan adab yg baik ketika srawung dengan keluarga

Jangan sebentar-sebentar bahas bid’ah, sesat, haram, dll. Dipending dulu. Buat Ibu, Bapak, dan keluarga nyaman dulu dengan perubahan kita. Kemudian, pelan-pelan minta ijin.. “Pak, Buk.. Aku kan sudah besar. Sudah tau mana yg baik dan buruk, boleh ya Pak, Buk.. Kalo aku panjangin jilbab sebetis? Aku pengen pake cadar juga. Lebih nyaman.. Soalnya, aku malu kalo diliatin cowok-cowok di jalan.. Boleh yaa? Janji, engga aneh2, dan lulus kuliah dengan Cumlaude..” dsb.

Kalo belum juga diijinkan, ya sudah.. Pake masker dulu kalo di rumah. Terkadang, orang tua tidak butuh dalil-dalil. Orang tua tidak suka jika digurui oleh anaknya. Karena pada dasarnya, mereka telah lebih dulu ada jauh sebelum kita. Sudah lebih bijak dalam menjalani kehidupan. Kita yang baru ngaji kemarin sore dan masih bau kencur, jangan berani-berani nyeramahi orang tua jika akhlaq belum terpuji. Orang tua tidak butuh ceramah panjang lebar kita, orang tua hanya butuh memahami kita berproses. Jika cara kita memahamkan orang tua sudah benar, In syaa ALLAH ke depannya lebih mudah.

Saya paham benar kondisi akhwaat yang baru ngaji. Semangatnya Maa syaa ALLAH.. Meletup-letup. Ghirah untuk menimba ilmu syar’i dan menebarkan ilmu yang diperolehnya demikian besar.. Namun, semangat membara tersebut jika tidak disertai dengan kehati-hatian justru akan menjerumuskan penuntut ilmu pada syubhat. Bukankah penyakit penuntut ilmu ada dua? Yakni syubhat dan syahwat.

Jadi yaa akhwaat.. Kendalikanlah laju Kudamu, supaya tidak tergelincir pada syahwat dan tersambar syubhat. Bercadar di negara kita masih asing, jadi perlu kesabaran ekstra untuk tetap istiqamah. Perhatikan akhlaq kita, jangan sampai buruknya akhlaq menambah stigma negatif di Masyarakat. Orang bercadar, belum tentu ahli Surga. Orang bertaqwa dan berakhlaq mulia, In syaa ALLAH dirindukan Surga. Barakallahufiikum.. ^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s