Penyimpangan-penyimpangan yang Biasa Dilakukan Wanita

lalaaApakah penyimpangan-penyimpangan wanita itu?

1. Tidak sopan kepada Orang Tua

Rupanya sifat kasar itu tidak hanya ada pada laki-laki. Kadang-kadang ada wanita yang bersifat kasar kepada orang tuanya, tidak menjaga lisannya dan menganggapnya mereka seperti temannya sendiri sekali pun ia sudah ngaji.

Bahkan ada sebagian wanita yang mengganggap Ibunya seperti Budak, misalnya menjadikannya Pengasuh bagi anak-anaknya, dll.

Seyogyanya, seseorang yang sudah ngaji dan berilmu bisa menunjukkan akhlaq yang baik terhadap kedua Orang Tuanya dengan berkata-kata yang semakin halus, sehingga mereka terbuka untuk menerima ilmu yang kita miliki. Karena tidak sedikit orang yang sudah ngaji menjadi hakim bagi orang tuanya yang masih awwam.

Padahal kita diwajibkan untuk berbakti dan berbuat baik kepada kedua Orang Tua seperti firman ALLAH dalam Surah Al-Israa ayat 23 :

وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ……

“ALLAH telah memerintahkan kepada engkau agar engkau beribadah hanya kepada ALLAH saja dan tidak boleh beribadah kepada selain ALLAH dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua…..”

2. Tidak Hikmah dalam Berdakwah

Seperti misalnya ada sebagian Ummahat yang sudah ngaji, kemudian mendapati Ummahat yang baru ngaji dan masih sangat awwam. Seperti diketahui, kalo Ummahat yang sudah ngaji jilbabnya lebar, yang sudah lama ngaji bercadar dan yang baru ngaji jilbabnya masih pendek.

Diantara sikap tidak hikmah yang kadang-kadang dilakukan Ummahat adalah kalo jilbabnya belum panjang, tidak didekati. Kalau sudah kumpul hanya dengan teman yang sudah dikenalnya saja.

Sedangkan Ummahat yang jilbabnya masih pendek tidak ditegur, tidak dipergauli.

Sehingga, ummahat yang pada awalnya mau ngaji tidak mau datang lagi ke kajian karena minder dan merasa tidak enak. Ummahat, hindari penyimpangan yang kedua.
Setelah mengerti sunnah, hendaklah ummahat harus membantu dakwah.

Dengan cara bersikap hikmah kepada yang belum atau baru ngaji. Bagaimana caranya? Kalau ada yang baru datang ngaji salami, dekati, dan ajak ngobrol.

3. Tidak Menjaga Kebersihan

Ada satu pepatah, “Kebersihan sebagian dari iman..” (Ini pepatah ya, bukan hadist?)

Hendaknya, Ummahat menjaga kebersihan. Kebersihan mencakup kebersihan badan, pakaian, dan rumah.
Dikarenakan itu fitrah. Sudah seharusnya Ummahat rajin membersihkan rumahnya. Jangan sampai rumah menjadi berantakan, piring bertumpuk karena lama tidak dicuci. Baju lama tidak dicuci sehingga menyebabkan bau tidak sedap yang boleh jadi mengganggu temannya ketika bermajelis.

Memang, wanita tidak boleh menggunakan parfum ketika keluar rumah. Namun, tidak bermakna wanita membiarkan dirinya berbau badan. Boleh menggunakan produk MBK, sejenis bedak yang tahan baunya, tidak merusak baju dan tidak semerbak. Berbeda dengan deodorant.

4. Banyak Ngerumpi di Majelis

Biasanya pembicaraannya berkutat pada :

– Membicarakan Ummahat yang lainnya
– Membicarakan Suami Ummahat yang lainnya
– Membicarakan Anak Ummahat yang lainnya
– Jualan
– Hal-hal lainnya yang nggak penting.

Seandainya ada pembicaraan yang berkaitan tersebut hendaknya saling mengingatkan dan menasehati.

Selanjutnya, jika ada yang memiliki katalog suatu produk untuk dijual, hendaknya tidak dibaca ketika majelis tengah berlangsung. Silahkan buka Surah Al Hujuraat ayat 12.

5. Pajang Foto di Facebook, Walau pun Cadaran

Kepada para akhwat dan ummahat, janganlah mengupload foto di dunia maya meskipun hanya tangannya saja, atau dari belakang saja. Meskipun sebenarnya sudah bercadar dan berpakaian syar’i.

Karena ketika melihat yang semacam ini, mereka yang telah ngaji akan lebih mudah terfitnah pada hal semacam ini dibanding yang buka-bukaan.

Seperti viral beberapa waktu yang lalu, gambar seorang wanita dari belakang sambil menampilkan dua jemarinya dan dituliskan sebuah caption “nikahi aku meskipun jadi yang kedua”

coba, siapa aja yang jadi keruh hatinya waktu lihat gambar itu ?

6. Tidak Memalingkan Pandangan kepada Pria yang Bukan Mahram

Surah An-Nur ayat 31 : “Dan katakanlah kepada perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya…”

7. Boros Menggunakan Uang Suami

Membelanjakan uang Suami untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Misalnya, mengoleksi suatu barang yang tidak begitu dibutuhkan, seperti toples yang berwarna-warni. Atau membeli gamis-gamis, padahal gamis yang lama masih bagus, dll.

ALLAH Ta’ala berfirman dalam Surah Al-Isra ayat 27 “Sesungguhnya orang-orang yang suka bersifat boros adalah temannya Setan, dan Setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya…”

8. Menceritakan Wanita Lain Kepada Suami dengan Detailnya

Kebanyakan wanita tidak dapat menjaga lisannya, sehingga ia terkadang menceritakan wanita lainnya dengan sangat detail di hadapan Suami. Sampai akhirnya Suami terfitnah hatinya, dan mulai membandingkan Istri dengan wanita lain yang diceritakan.

9. Meniru Penampilan Pria

10. Buang waktu yang tidak Manfaat

Misalnya menonton film, sinetron, dan lain sebagainya.

Kajian Ustadz Muflih Safitra hafidzhahullah – Masjid Al-Hasanah, Jalan C. Simanjuntak, Terban, Yogyakarta
Senin, 18 Syawal 1436 H | 03 Agustus 2015

http://www.mediafire.com/listen/j67r42mqb8v79e6/RadioMuslim-14361018-Muflih_Safitra-Penyimpangan_Penyimpangan_yang_Sering_Dilakukan_Wanita.mp3

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s