Kulkas Baru

photo0012
Alamdulillaah..

Ketika awal-awal menikah, sudah membayangkan akan membeli beragam perabot Rumah Tangga seperti Kulkas, Mesin Cuci, Sofa, dan lain-lain. Setelah ditimbang-timbang, ketika itu kami belum begitu membutuhkan jadi di-skip dulu, mengingat masih gambling, apakah Januari tahun depan (2016) jadi pindah ke Batam atau tetap tinggal di Jogja dulu. Repot kan, kalo mau pindah ke Batam harus bawa-bawa perabot banyak-banyak, berat di Kargo Buuu.. 😀

Alhamdulillaah, rupanya masih tinggal di Jogja In syaa ALLAH. Akhirnya, kami mulai memikirkan untuk membeli beberapa kebutuhan rumah tangga demi menunjang aktifitas saya di rumah. Yang pertama kami butuhkan saat ini adalah Kulkas. Aneh sih, musim hujan malah beli kulkas, hihihi. Pasalnya, saya jarang ke warung apalagi pasar. Seringnya nitip ke Suami kalo pulang kerja. Demi terpenuhinya gizi keluarga, kami membutuhkan kulkas untuk menyimpan Ikan, Daging, Sayur untuk stok selama tiga hari agar tetap segar.

Hari Ahad kemarin, kami survey ke beberapa toko elektronik di sepanjang jalan Magelang Km 4 – 5,5 biar deket sama rumah. Toko yang pertama kami kunjungi adalah UFO. Saya pikir, UFO hanya menjual barang elektronik, ternyata menjual beragam furniture rumah tangga juga seperti Sofa, Lemari, dll. Desainnya bikin mupeng bangeet. Continue reading “Kulkas Baru”

Surat Terbuka Untuk Pencopet (Dan Konco-konconya)

763c550a085e2cc148c4d8d6acbd682d.jpg
Sumber : Pinterest

Kenapa harus mencopet? Sebuah pertanyaan yang saya tujukan khusus untuk para pencopet. Barangkali, ada pencopet yang sedang beruntung mencopet Smartphone, dan online dengan HP hasil curiannya, lalu membaca tulisan saya ini. Mudah-mudahan ada ya? Atau sudah gerah duluan membaca judulnya.

Dua hari lalu, Adik Bungsu saya kecopetan ketika mau berangkat ke Purwokerto. Ia menumpang Bus “Harum” jurusan Bandung-Jogja. Ia menyetop Bus dari terminal Karangpucung. Tumbenan, Ria mendadak ngantuk dan tertidur di Bus, padahal biasanya dia terjaga mengingat jarak tempuh Karangpucung-Purwokerto hanya 1,5 jam perjalanan. Ria duduk di jok tidak begitu jauh dari Sopir dan Kernet Bus. Tas ransel yang dikenakannya, dikekep di dadanya. Setelah masuk Terminal Tanjung, Purwokerto Ria terbangun dan tas sudah berpindah tempat di sampingnya. Continue reading “Surat Terbuka Untuk Pencopet (Dan Konco-konconya)”

Membina Hubungan Baik dengan Keluarga Suami

2b0db6961cf3b90decddb5a96c8fb1af

Tidak jarang, saya mendengar kisah perseteruan menantu-mertua, Isteri dengan saudara Suami, atau sepaket istri dengan mertua dan keluarga Suami. Hmm.. agaknya cuma di negeri kita ya, ada mertua dan menantu musuhan? Atau minimalnya, di depan baik-baik saja, di belakang nggerundel. Pasalnya, saya memiliki teman yang menikah dengan orang Norwegia maupun Swedia, hubungan dengan mertua dan keluarga Suami cair-cair saja. Padahal, mertuanya non muslim loh.

Oh… barangkali, karena di negeri kita tercinta ini, sebagian besar masyarakatnya hobi menonton Sinetron yang mengisahkan tentang mertua jahat dan menantu sebaik tokoh Bawang Putih dari Negeri Dongeng jadi diadopsilah dalam kehidupan sehari-hari. Mungkin loh ya?

Eniwei, satu hal terpenting yang wajib kita sadari sepenuh hati, dan sesadar-sadarnya ketika memutuskan untuk menikah adalah,

“Menikahi anaknya, berarti juga harus menerima keluarganya..”.

Continue reading “Membina Hubungan Baik dengan Keluarga Suami”

Sudah Siap Menikah, Kepentok Ijin Ortu?

vintageSudah siap menikah, namun kepentok ijin Orang Tua karena masih berstatus Mahasiswi? Atau, sudah wisuda namun belum bekerja sedangkan Orang Tua menginginkan amanah Sarjana yang diemban putrinya dapat dimanfaatkan agar ilmu yang ditimba semasa kuliah tidak sia-sia?

Wajar lho, orang tua memiliki sikap seperti itu. Dimanapun, harapan orang tua hanya satu, melihat anaknya hidup sejahtera dan berbahagia dengan pendidikan yang telah ditempuhnya selama bertahun-tahun. Orang tua merasa berhak melihat gadis kecilnya yang dulu manja dan cengeng, duduk di atas podium, mengenakan Toga, berselempang kain bertuliskan “Cumlaude” atau minimal di deretan namanya telah bertengger gelar baru, yakni S. Pd, S. Si, ST, S. Ked dan semacamnya. Tidak ada yang salah memang. Sah-sah saja, bagaimanapun mereka telah mengerahkan segenap perjuangan untuk menyekolahkan putrinya setinggi-tingginya hingga lulus bangku kuliah, hingga menjadi orang berpendidikan dan mereka berbangga atas hal tersebut.

Namun, di tengah perjalanan studi, sang anak berkeinginan untuk menikah karena sadar betapa besar fitnah lawan jenis di kampusnya, sadar bahwa ia membutuhkan pelindung untuknya karena jauh dari orang tua, sang anak ingin menjaga hati sesuci mungkin agar tidak terjebak dalam jerat-jerat cinta yang belum halal, ia membutuhkan mahram untuk perjalanan mudik karena jauhnya jarak yang harus ditempuh dari tempatnya kuliah menuju kampung halaman, atau alasan lainnya yang mendesak putrinya untuk segera menikah demi kemaslahatan diri dan agamanya. Continue reading “Sudah Siap Menikah, Kepentok Ijin Ortu?”

Review Produk Sariayu Anti Acne

review sariayu

Ngomong-ngomong soal jerawat jadi inget dulu ketika jerawat pertama muncul (Kelas dua SMP) saya girang banget. Jerawatnya satu biji, unyu-unyu nangkring di jidat, membuat saya berkali-kali ngaca sambil memastikan ke Mbak Aan bahwa itu benar-benar jerawat. Aneh ya, hanya ketika itu saya merasa, “Wah.. aku udah dewasa…” hihihi. Dan, selang beberapa hari kemudian, saya datang bulan. Olala.. hingga beberapa bulan lalu setiap menjelang datang bulan, selalu ditandai dengan kehadiran si jerawat.

Ketika menginjak kuliah semester enam, saya baru menyadari bahwa jerawat yang dulu sedikit-sedikit ternyata meninggalkan bekas bintik-bintik hitam di wajah. Resah dong. Akhirnya, saya search di Internet produk kecantikan yang minim resiko dan cocok untuk jenis kulit saya yang normal. Taraaa, pilihan jatuh pada Sariayu, Martha Tilaar. Continue reading “Review Produk Sariayu Anti Acne”

Tetangga…

lNyaris setiap tengah malam hingga pagi, seorang Tetangga di suatu tempat menyetel musik keras-keras hingga subuh, bahkan menjelang siang. Suaranya sangat mengganggu tetangga lainnya. Tetangga itu seorang wanita yang bekerja di sebuah diskotik, dan mengharuskannya keluar mulai pukul dua siang atau tujuh malam, baru pulang ke rumah tengah malam atau menjelang subuh.

Polanya sama, setiap baru tiba di rumah, ia menyetel musik keras-keras hingga membuat tetangga lainnya tidak dapat tidur nyenyak maupun khusyuk shalat. Entah, bagaimana lagi caranya mengingatkan supaya tidak menyetel musik sekeras itu? Karena tetangga yang lainnya pun sudah berulangkali menegur, namum kembali terulang.

Hmm.. sedih ya memiliki Tetangga yang seperti itu? Continue reading “Tetangga…”

Persiapan Pra Pernikahan?

weddingBismillaah…

Setiap ada teman yang berkunjung ke rumah, atau pas lagi main ke Wisma selalu mendapat pertanyaan,

“Kak.. Apa aja sih persiapan yang harus kita punya ketika mau nikah?”

Hmm.. Sebagai wanita, bahkan sejak masih bocah kita sudah diiming-imingi bahwa pernikahan itu seindah kisah Putri dan Pangeran di Negeri Dongeng. Bertemu Pangeran berkuda putih, jatuh cinta, menikah, punya anak and they live happily ever after… Padahal, realitanya kita sepenuhnya sadar bahwa kehidupan pernikahan selalu memiliki lika-liku yang terjal, segala rasa bercampur menjadi satu, segala peristiwa terlewati dengan derai tawa dan air mata.

Memasuki pintu gerbang pernikahan, itu artinya kita harus memiliki bekal yang lebih dari cukup. Pernikahan ibarat bahtera yang akan berlayar mengarungi samudera kehidupan, kemudian berlabuh di Surga. Seperti halnya seseorang yang hendak safar dengan menaiki sebuah kapal, melayari samudera yang luas, dan memerlukan waktu tidak sebentar. Tentu, ia akan mempersiapkan dengan matang bekal perjalanannya.

Lantas, apa sajakah persiapan yang harus dimiliki seorang wanita ketika memutuskan untuk menikah? Continue reading “Persiapan Pra Pernikahan?”