Tetangga…

lNyaris setiap tengah malam hingga pagi, seorang Tetangga di suatu tempat menyetel musik keras-keras hingga subuh, bahkan menjelang siang. Suaranya sangat mengganggu tetangga lainnya. Tetangga itu seorang wanita yang bekerja di sebuah diskotik, dan mengharuskannya keluar mulai pukul dua siang atau tujuh malam, baru pulang ke rumah tengah malam atau menjelang subuh.

Polanya sama, setiap baru tiba di rumah, ia menyetel musik keras-keras hingga membuat tetangga lainnya tidak dapat tidur nyenyak maupun khusyuk shalat. Entah, bagaimana lagi caranya mengingatkan supaya tidak menyetel musik sekeras itu? Karena tetangga yang lainnya pun sudah berulangkali menegur, namum kembali terulang.

Hmm.. sedih ya memiliki Tetangga yang seperti itu?

Tetangga adalah orang yang tinggalnya berdekatan dengan kita, yang memiliki hak-hak untuk dipenuhi. Salah satu haknya adalah rasa aman, nyaman, tentram, dan ketenangan, baik untuk beristirahat maupun beribadah. Menyetel musik atau murattal kencang-kencang hingga suaranya mengganggu tetangga lainnya, merupakan tindakan yang tercela. Padahal, kita diperintahkan untuk berbuat baik terhadap tetangga, bahkan apabila kita berbuat kejahatan yang mengganggu tetangga dikatakan tidak beriman. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

وَاللهِ لَا يُؤْمِنُ ، وَاللهِ لَا يُؤْمِنُ ، وَاللهِ لَا يُؤْمِنُ . قِيْلَ: وَ مَنْ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: الَّذِيْ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ

“Demi ALLAH, tidak beriman, tidak beriman, tidak beriman. Ada yang bertanya: ‘Siapa itu wahai Rasulullah?’.Beliau menjawab: ‘Orangyang tetangganya tidak aman dari bawa’iq-nya (kejahatannya)‘” (HR. Bukhari 6016, Muslim 46)

Syaikh Ibnu Utsaimin menjelaskan: “Bawa’iq maksudnya culas, khianat, zhalim dan jahat. Barangsiapa yang tetangganya tidak aman dari sifat itu, maka ia bukanlah seorang mukmin. Jika itu juga dilakukan dalam perbuatan, maka lebih parah lagi. Hadits ini juga dalil larangan menjahati tetangga, baik dengan perkataan atau perbuatan. Dalam bentuk perkataan, yaitu tetangga mendengar hal-hal yang membuatnya terganggu dan resah”. Beliau juga berkata: ”Jadi, haram hukumnya mengganggu tetangga dengan segala bentuk gangguan. Jika seseorang melakukannya, maka ia bukan seorang mukmin, dalam artian ia tidak memiliki sifat sebagaimana sifat orang mukmin dalam masalah ini” (Syarh Riyadhis Shalihin, 3/178)¹

Temans…

ALLAH memerintahkan kita untuk senantiasa berbuat baik kepada tetangga. Teman kost, teman kontrakan, atau orang yang bermukin di samping kost tempat kita tinggal adalah tetangga. Wajib bagi kita untuk menjaga hubungan baik dengan mereka dan menunaikan hak-haknya. ALLAH telah memerintahkan kita untuk berbuat baik terhadap tetangga sebagai buah keimanan kita bukan?

Sebagaimana kita ingin diperlakukan, maka seperti itulah kita memperlakukan. Membakar sampah kehometika siang hari yang menyengat lalu asapnya berterbangan hingga masuk ke rumah tetangga kita, membuang sampah di halaman rumah tetangga dan membiarkannya berserakan hingga bau busuk menyebar ke ruang tamu tetangga, menyetel musik atau murattal keras-keras ketika teman kost atau tetangga tengah beristirahat, mencorat-coret pagar rumah tetangga dengan pilok, membiarkan Unggas-unggas berkeliaran dengan bebas di halaman rumah tangga hingga kotorannya berceceran di teras rumahnya, ngobrol larut malam dengan teman kost sambil cekikikan hingga mengganggu teman lain yang sedang belajar atau muraja’ah hapalan, menggunjingnya, adalah bentuk kejahatan dan kezhaliman terhadap tetangga kita. Maka, jauhilah hal-hal yang demikian kawan.. Bukankah kita juga tidak suka jika diperlakukan serupa oleh teman atau tetangga kita?

Lalu bagaimana berbuat baik kepada Tetangga kita?²

1. Menahan diri untuk tidak mengganggu tetangganya dan mencurahkan kebaikan kepadanya.

2. Memulai salam jika bertemu dengannya

3. Menunjukkan wajah berseri-seri jika berjumpa dengannya.

4. Menghormati kepribadiannya.

5. Lapang dada terhadap kesalahannya kepada anda dan berlemah lembut terhadapanya.

6. Memberikan nasehat kepadanya dengan perkataan yang halus dan lembut pada waktu yang tepat.

7. Menutupi aibnya dan tidak menyebar luaskannya.

8. Berkunjung ke rumahnya pada momen-momen tertentu.

Dan masih banyak lagi perbuatan-perbuatan yang bisa kita lakukan dalam rangka berbuat baik kepada tetangga. Namun kuncinya adalah semua kebaikan yang menjadi hak kaum Muslimin maka tetangga lebih berhak dengan kebaikan tersebut dan segala bentuk kejahatan dan perbuatan buruk yang tidak boleh kita lakukan kepada kaum Muslimin secara umum, maka hal itu lebih diharamkan jika dilakukan terhadap tetangga. Wallahu A’lam.

_________

~ Tyas Ummu Hassfi Ubaidillah,

Yogyakarta, 5 November 2015


Sumber :

¹ http://muslim.or.id/10417-akhlak-islami-dalam-bertetangga.html

² http://www.alsofwah.or.id/cetakhadits.php?id=303

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s