Ayah… Aku Sangat Rindu..

tumblr_inline_mugquu1U6M1r4vqpvAyah… Pagi ini aku tersedu, berderai air mataku, sesak dadaku, dan berat jiwaku.

Ayah… Aku tiba-tiba sangat rindu pada Ayah…

Ayah…

Sungguh, aku sangat rindu…

Hatiku bergemuruh, bergetar-getar rasanya, sakit Ayah.. sakit…

Sakit karena merindukanmu…

Ayah…

Usiamu telah senja, aku sangat takut… Takut kehilangan Ayah…

Separuh hidupku, kuhabiskan bersama orang asing demi menimba ilmu di kota Orang…

Ayah…

Tak pernah terucap langsung dari bibirku, “Aku cinta Ayah… Aku kangen Ayah.. Aku sayang Ayah…”

Karena bagiku dan bagimu, cukuplah teleponmu yang sebentar-sebentar, adalah pembunuh rindu diantara kita….

Smsmu yang senantiasa menanyakan kabar, adalah kasih sayang tak terperikan, yang tak mampu kau dan aku rangkai dalam kata-kata….

Ayah…

Tak pernah aku menangis sehebat ini karena rindu padamu…

Tak pernah aku sedih sedalam ini, karena cinta padamu….

Ayah….

Mengenang masa kecilku bersamamu, mampu membuat aku terpekur, menangis tersedu hingga habis napasku dibuatnya…

Aku begitu sulit menerjemahkan rasa cintaku padamu Ayah, kutahu.. kau pun begitu…

Ayah…

Ketika aku resmi menjadi seorang Isteri, aku memelukmu…

Itulah pertama kali aku benar-benar memelukmu yang kuingat…

Aku tersedu Ayah.. Bukan karena sedih kembali berpisah denganmu, tapi karena aku bahagia bisa memelukmu…

Dan berbahagia pula, kau pilihkan lelaki terbaik untukku…

Ayah…

Aku tak pernah mampu menahan tangis ketika merindukanmu… Tak pernah mampu kubendung derasnya air mata yang mengalir…

Ayah…

Engkau adalah penyemangat hidup yang tiada duanya…

Kata-katamu penuh motivasi, meski dulu jengah aku mendengarnya karena selalu kau ulang hingga berderet episode… Namun kini aku rindu…

Aku ingat, pagi buta kau mengantarku ke luar kota untuk mendaftarkanku seleksi di SMA bergengsi, dan aku tak lolos…

Kau tak kecewa padaku Ayah! Tidak!

Kau berkata, “Nggakpapa, di sekolah lain Mbak Yas pasti bisa menjadi yang terunggul…”

Ketika mendaftar SMP Standar Nasional di kota kita, aku pesimis lolos…

Namun, kau meyakinkanku.. “Pasti lolos. Harus yakin..” katamu kala itu..

Dan aku… Lolos, menjadi satu-satunya Siswa dari sekolah asalku yang diterima..

Setelahnya, kau beri kejutan sepeda untukku… Aku bahagia sekali Ayah ketika itu…

Ketika SD, aku harus berhadapan dengan teman-teman nakal..

Kau membelaku Ayah! Kau memindahkanku pada sekolah lain, tak terima aku disakiti, tak rela harga diriku dicabik…

Ketika TK, aku mogok sekolah…

Kau bersabar Ayah.. Kau tak marah padaku, kau rela terlambat berangkat ke kantor demi membujukku sekolah, menemaniku di sekolah hingga aku mau belajar…

Ayah…

Ketika SNMPTN, dan seleksi masuk Universitas kau berlelahpayah mengantarku ke Jogja…

Mencari kost terbaik untukku, membelikanku beragam kebutuhan mahasiswa baru, bahkan, kau berikanku ATM milikmu, padahal disana ada gaji pensiun bulanan milikmu, katamu…

“Dipakai saja…”

Bahkan.. Ketika seorang Pemuda datang memintaku padamu, berulangkali kau yakinkan ia.. untuk menjagaku, untuk memberiku tempat tinggal terbaik….

Oh Ayah.. Pemuda itu memenuhinya, menjaga putrimu dengan sebaik-baik penjagaan, memuliakanku lebih dari memuliakan seluruh isi bumi…

Ayah…

Aku ingat…

Kau pernah membuatkanku layang-layang kupu-kupu yang super besar, dari kertas emas…

Kau selalu mengajakku dan adik-adikku mencuci motor dinasmu di sawah, dekat rel kereta api pada hari Minggu…

Kau tak pernah sanggup melihatku menangis jika pintaku tak kau penuhi…

Kau tak pernah tahan melihatku merajuk…

Ayah…

Engkau yang diam-diam merindukanku…

Engkau yang selalu meminta Ibu meneleponku, kau hanya menyimak dari loudspeaker, tak mau berbicara padaku…

Kutahu, kau sedang menahan-nahan agar air matamu tak jatuh…

Ayah…

Aku cinta Ayah…

Maafkan aku belum banyak berbakti padamu…

Ayah…

Ibu selalu berkata, “Kamu anak kesayangan Bapak… Jangan kecewakan Bapak…”

Oh Ayah…

Aku tahu…

Maafkan aku belum bisa memberi yang terbaik untukmu…

Terima kasih Ayahku…

Semoga ALLAH beri engkau usia yang panjang dan berkah…

Sehat selalu Ayah….

Tunggu aku pulang Ayah….

Aku rindu Ayah…

Sangat rindu….

Didedikasikan untuk Ayahanda tercinta, H. Rustamadji Sumohadiwijaya, B. Sc

bapak
Bapak (2011)
maried
Ketika Bapak menikahkanku, Rabu, 18 Februari 2015
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s