“Mohon Maaf, Saya Mau Unfriend..”

unfriend

Terkadang, geli sendiri kalo ada yang buat status begini :

“Maaf, yang namanya masih alay saya remove..”

“Maaf, yang masih pasang PP foto selfie saya unfriend..”

“Maaf, yang ngeshare foto-foto serem macam pocong, hewan melata, korban bom, korban ketabrak sepeda dan becak, saya delete dari friendlist..”

Hehehe, mbok kalo mau ngremove orang dari FL, ya tinggal diremove aja atuh. Ndak perlu woro-woro segala.. ^^v Menurut saya sih..

Karena di Facebook, ada tombol hidden atau report kalo nggak mau lagi liat foto-foto serem, atau postingan hoax.

Ada tombol unfollow, kalo udah senep liat postingan foto-foto Mbak cantik berseliweran tapi masih temen baik kita. Daripada diunfriend bikin salah paham, yaudah, diunfollow aja.

Ada tombol unfriend, kalo ada temen di FL yang demen kepoin kita, suka berkomentar sadis di postingan kita, dll.

Ada tombol “Block this person” kalo terdeteksi Syiah, penganut aliran sesat, FBnya dibajak, olshop tipu-tipu, dll.

Jadilah Pengguna media sosial yang anteng-anteng saja. Dan nggak bikin orang berpikir negatif.

Coba bayangkan, kalo di dunia nyata, kita bikin woro-woro begini :

“Bagi Ibu-ibu yang kalo pergi kondangan dandanannya menor kayak Lenong, terpaksa saya unfriend sebagai Tetangga. Karena mengganggu pemandangan kalo lewat beranda rumah..”

Hehehe, bisa dipecat jadi Warga Kompleks nanti..

Jadi, intinya mah.. Postingan orang itu urusan empunya akun masing-masing ya? Tapi, karena banyaknya temen-temen di FL yang nulis status di atas, jadi kepikiran :

“Sebetulnya, seberapa penting sih nulis woro-woro seperti itu? Bukannya Facebook sudah memfasilitasi penggunanya dengan tombol unfriend, unfollow, hidden, report dan block ya?”

Tapi kembali lagi, setiap Individu pasti memiliki alasan tersendiri untuk melakukan atau tidak melakukan hal tersebut (Woro-woro di medsos untuk perkara remeh begini). Kalo pendapat saya, baiknya dihindari. Sebab, jika setelah woro-woro ada yang tersinggung karena dirinya termasuk daftar yang di-unfriend, kan malah jadi menyakiti. Karena, belakangan pengguna medsos agaknya lebih sensitif ya?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s