Bijak Nge-Tag Suami

social-network-art-flickr

Cuma sekali ngetag Suami, itu pun di-private sama do’i.. Katanya, “Jangan mengumbar kemesraan di media sosial, mengurangi muru’ah..”

Bahkan, status married with-nya juga dihidden, katanya.. “Saya ndak mau banyak yang kepoin Istri..”

Ya emang sih, ketika nama saya ditampilkan di ‘about’ profile-nya, temen-temennya pada nge-add.. 😀

Kalo dipikir-pikir, buat apa ngetag-ngetag Suami, komen-komen mesra, padahal yo seatap? Tiap hari ketemu? Tiap waktu Whatsapp-an? Sah-sah saja sebetulnya, hanya kalau terlalu mesra dan sering, yang ada malah jadi lebay dan alay. Ya nggak sih?

Sepakat banget dengan tulisan ini,

Kalo ada artikel tentang “7 cara membahagiakan Istri..”

Serupa dengan mengumumkan pada khalayak bahwa, selama ini Suaminya tidak bisa membahagiakan Istri.

Ya kalo Suaminya mau baca. Tapi kadang Suami adalah makhluk yang males baca ceramah panjang-panjang. Apalagi diceramahin di depan umum.

Nah, Buibu.. Iya emang, kita adalah makhluk yang spontan dan ekspresif. Namun, demi kebaikan bersama (yang belum nikah ndak baper, yang udah penganten lawas ndak sepet) jadi bijaklah dalam ngetag Suami. Jika ingin Suami membacanya, kirimi saja via inbox atau private message, lebih ngena. Nanti bisa diskusi berdua tanpa diintip banyak orang.

Atau, kalo sudah di rumah, hpnya disodorin, suruh baca sendiri. Mudah dan efektif kan?

Advertisements

One thought on “Bijak Nge-Tag Suami

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s