Bahasa Inggris

commmm

Sore itu, usai Suami pulang kerja tiba-tiba saya nyeletuk, “Bang.. Kayaknya aku perlu kursus bahasa inggris deh sama Abang..”

Suami menyahut dari dapur, “Buat apa?”

“Biar tulisanku di blog jadi keren. Campur-campur Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia gitu. Biar keliatan pinter..”

“Huaahaahaaa…” oke, Suami puas terbahak-bahak di dapur.

“Tulisan yang keren itu, bukan yang campur-campur bahasa indonesia dan bahasa inggris begitu. Tulisan keren itu, yang bisa menggunakan kalimat bahasa indonesia dengan benar. Menurutku, tulisan berbahasa indonesia yang tercampur bahasa Inggris itu, justru membuat pembacanya tersegmentasi. Hanya bisa dipahami oleh orang-orang yang paham bahasa inggris saja. Atau yang belajar bahasa inggris. Kalau memang tujuan menulis diperuntukkan kepada orang-orang yang paham bahasa inggris saja, ya nggak masalah. Tapi menurutku kurang menarik juga sih, jadi kurang rapi tata bahasanya.”

“Tapi menurutku keren..”

“Ya ‘kelihatan’ keren memang. Tapi lebih keren lagi, kalo kamu bisa menulis berbahasa indonesia yang baik dan benar, dan perkaya juga kosakata bahasa indonesianya. Itu sama artinya dengan kamu mengenalkan istilah-istilah baru yang belum diketahui banyak orang (jangan lupa tulis artinya). Sejujurnya, aku lebih suka tulisan-tulisan yang nggak banyak kata serapannya. Karena itu mengganggu.”

“Dulu, aku sering menggunakan kata berbahasa inggris sepatah-sepatah semacam well, so, semacam itulah. Dan, menurutku itu membuat tulisanku jadi aneh.” Lanjutnya.

“Hmm.. Iya juga sih. Kalo tulisan berbahasa indonesia dicampur bahasa inggris emang membuat aku kurang tertarik. Alasannya, semata-mata karena aku nggak bisa bahasa Inggris (Hahaha, ketawa perih). Aku lebih suka bahasa Arab. Tapi gimana dong, kan bahasa Inggris termasuk bahasa Universal? Dulu, padahal aku termasuk jago Bahasa Inggris dari SD sampe Kuliah semester tiga loh (Bangga 😀 ). Yah, gegara bahasa Inggris cuma pengantar aja dan aku jarang make, jadi semua kosakata bahasa inggris yang aku pahami menguap begitu saja (Mungkin karena overdosis rumus jaman kuliah 😀 )”

Dan, obrolan semakin panjang. Intinya mah, Suami lagi beralibi biar terbebas dari tanggungan tak terperi buat ngajarin Istrinya Bahasa Inggris, setelah tempo hari kejang-kejang (Tidak dalam arti yang sebenarnya) ngajarin Istrinya belajar Tahsin.. 😀 😀

Yapp.. Maksud dari tulisan ini semata-mata, iya semata-mata bukan empat mata 😀 untuk menyadarkan kita tentang pentingnya mempelajari bahasa sendiri. Bukan masalah juga jika seseorang ingin menulis bebas, mau dicampur-campur bahasa indonesia vs bahasa inggris, bahasa indonesia vs bahasa perancis, bahasa indonesia vs bahasa arab, atau malah bahasa indonesia campur bahasa dari penjuru dunia, itu hak asasi setiap penulis. Karena itu kekayaan intelektualnya. Tidak ada yang berhak menggugat.

Cuma, seperti yang dikatakan Suami yang notabene sudah lama berkecimpung dalam dunia kepenulisan (Beliau ‘dulunya’ Penulis Novel dan menjuarai beberapa lomba menulis loh 😀 ), “Mencampuraduk bahasa indonesia dengan bahasa asing membuat pembacanya tersegmentasi..”.

Nah, dalam kasus saya yang (jujur aja deh) nggak bisa bahasa inggris, memang suka ribet sendiri ketika tengah asyik-asyik membaca sebuah tulisan, namun di tengah-tengahnya nyempil kalimat berbahasa inggris nan panjang namun tak berarti, maksudnya nggak ada terjemahannya. Jadi, demi memenuhi hasrat untuk tahu artinya, saya wajib membuka google translate atau teriak-teriak manggil Suami sambil membacakan tulisan tersebut persis seperti susunan huruf yang tertera di dalamnya. Misal, “I’m sorry to hear that..” maka saya akan membacanya, “Im so-ri to he-ar dat..” bukan “M sori tu hie dhaet..”.

Penulis-penulis besar, rata-rata memang tidak menggunakan bahasa asing. Kalo bahasa inggris, ya bahasa inggris semua. Kalo bahasa arab, ya bahasa arab semua. Kalau pun ada bahasa asingnya, mereka tidak lupa menyelipkan terjemahannya dalam catatan kaki atau langsung di ekor kalimat dengan menggunakan tanda kurung. Kecuali, memang tulisan tersebut diperuntukkan khusus untuk kalangan yang paham bahasa Inggris.

Jika kita tinggal di Amerika Serikat, menulis buku berbahasa Inggris, bisa dipastikan pembacanya akan paham isi dari tulisan tersebut. Berbeda keadaannya, jika kita tinggal di Amerika Serikat namun menulis buku berbahasa indonesia, tentu peminatnya tidak sebanyak jika menggunakan bahasa ibu yang umum digunakan disana bukan? Yang membaca adalah orang-orang yang sedang belajar bahasa indonesia, atau memang paham bahasa indonesia. Dan, tidak semua orang Amerika bisa berbahasa indonesia.

Oke, Bahasa Inggris adalah Bahasa Universal. Namun, tidak semua orang indonesia mendalami bahasa Inggris. Kalau mereka belajar bahasa Inggris, karena, suka tidak suka Bahasa Inggris merupakan Mata Pelajaran yang di-UN-kan. Mau daftar SNMPTN ada Mata Pelajaran Bahasa Inggris, mau daftar kerja ada test bahasa inggris, mau kuliah di Luar Negeri atau lanjut S2 salah satu syarat wajibnya juga harus lulus test TOEFL (Yaiyalaaah..), daaan.. Di Skripsi, Abstraknya juga berbahasa Inggris (Tentu ada terjemahannya). Loh, kok malah jadi penting ya? 😀

Eee tapi, kan tidak semua orang bisa berbahasa inggris (Masih ngeles). Yah.. intinya mah, kalo mau nyelipin bahasa inggris di tulisan, jangan lupa dikasih terjemahannya ya? Apalagi kalo paragrafnya panjang. Biar pembaca juga sekalian belajar bahasa Inggris. Jadi yang nggak bisa bahasa Inggris macam saya (Dulunya bisa kok, yakin deh, serius, :/ ) bisa bergumam, “Ohh.. ini artinya itu toh”, “Oh, iya paham maksudnya”, dan lain-lain. Tapi kalo nggak, ya nggakpapa sih.. Itu kan HAP alias Hak Asasi Penulis. Sebagai pembaca mah saya masih cukup sabar selama ada Google Translate dan Suami Translate.. 😀

_________

~ Tyas Ummu Hassfi

Yogyakarta, 17 Februari 2016 pukul 11. 30

Beberapa saat sebelum angkat jemuran karena mendung… Oh indahnya jadi Ibu Rumah Tangga, bisa kerja sambil online dan curcol.. 😀

 * Sumber Gambar

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s