Capek Istri atau Suami?

tumblr_m49mzdwGtX1qbpydeo1_500.jpg
Sumber : Tumblr

Iya deh, capek Suami..

Aku di rumah jam kerjanya bebas. Arep turu sedina med, arep onlen karo njangan, arep ngepel karo ngetung rega brambang, ora papa, sing penting Den Baguse kondur ngantor umah wis cling, Ndoro Ayune wis ayu, gari nyuguhi wedang karo wadul, rega lombok mundak maning.. Hiahaha..

Memang, jika Istri selalu mendemontrasikan kejenuhannya di rumah, senepnya “ketemu tembok maning, ketemu tembok maning”, merasa paling capek kerja rodi seharian di rumah, tentu tuntutannya tak akan ada habisnya pada Suami. Me time lah? Piknik minimal 10 kali lah? Inilah, itulah..

Meski aku juga suka ngomel-ngomel sama Den Baguse, nek bali ngantor, rumah yang udah cling hasil meres keringet seharian, eh.. Naroh jaket sembarangan padahal sing jengene kapstok cemathel neng mburi lawang. Dan kebiasaan-kebiasaan umum Bapak-bapak lah sing kadang bikin Istri bingung arep kesuh apa sabar? Soale ya itu.. Kalo rumah rapi dan tenang, mesti doi lagi sakit atau lagi sadar nek bojone pancen cerewed banget. Jadi mending etok-etok turu daripada dicerewedi sejam punjul Wkwkwk.

Yaah, intinya mah.. Suami Istri wajib memahami perannya masing-masing. Suami mencari nafkah, mendidik Istri dan Anak-anak, menjadi tempat meminta fatwa bagi Istri tentang apa-apa yang belum diketahui Istri, menjaga, melindungi dan menjadi Pemimpin yang tangguh. Tapi yaa kuwe, meski asah-asah piring, umbah-umbah dan nyapu adalah pekerjaan domestik Istri, jangan ndablek-ndablek banget sampe ndak mau bantu-bantu Istri pas lagi luang.

Untung Den Bagus pengerten, tapi ngko pas lagi nyuci piring pasang wajah memelas, “Yaa ALLAH, Suami pulang kerja. Bukannya dipijetin, malah disuruh nyuci piring. Paringono sabar Yaa ALLAH.. hiks hiks..” (karo etok-etok nangis, padahal dheweke sing nawani, bar kuwe Istri jadi merasa bersalah sekaligus geget pengen ngeplak.. Wkwkwk).

Demikian pula Istri, harus paham perannya. Seorang Istri adalah Pemimpin di dalam rumah Suaminya. Ia melakukan pekerjaan rumah tangga bukan karena SOP Ibu Rumah Tangga ya begitu begitu, tapi.. Karena ia sayang dan cinta kepada Suami dan anak-anak. Sebagai bentuk ucapan terima kasih telah menghalalkan kita, menjaga kita, melindungi, bertanggung jawab terhadap jiwa dan raga kita, dunia dan akhirat kita, mewarnai hidup kita, ah.. Apalagi ya? Yah, pokoknya karena kita mengharap pahala dari ALLAH deh atas segala yang kita upayakan untuk Suami, karena merawat rumah membuat hati Suami senang. Dan, menyenangkan hati Suami adalah akhlaq yang mulia dan bernilai pahala.

Trus lagi, kewajiban Istri itu menjaga harta, harga diri, anak-anak Suami, serta menjaga kesucian dirinya sendiri. Jika kita bisa melakukan peran-peran tersebut, In syaa ALLAH jadi Wanita yang dirindukan Surga deh..

Mudah-mudahan, kita nggak mbanding-mbandingin keadaan kita yang cuma ndekem di rumah karena mengabdi pada Suami, dengan keadaan Suami yang kerjanya cuma duduk aja di depan komputer. Njagong bae kuwe pegel, mikir gawean kuwe ya kesel, kadang stress tingkat kelurahan, gawe umeb sirah.

Semua capek kok, sudah ada porsinya masing-masing. Ndak perlu nuntut ini itu demi melunasi hak kita yang seolah dirampas kebebasannya setelah jadi IRT. Kalo kita mau banyak mensyukuri nikmat yang ALLAH beri, dan tahu ganjaran untuk lelah kita, In syaa ALLAH, kita akan menjadi Ibu Rumah Tangga yang paling berbahagia.

Jazakallahu khairaan Suamiku, udah sabar punya Istri luar biasa kayak aku?

‪#‎hiahahahaa‬ (Agi nyadar, malah dadi nggawe cerpen :v ^^v)

____

Wah, campuran ngapak ya? Hehehe, lagi kangen bahasa ngapak sebelum akhirnya lupa gimana ngomong ngapak lagi. Btw, tulisan di atas terinspirasi dari tulisan Mbak Wulan Darmanto tentang Suami Capek vs Istri Capek. Yang intinya serupa, bahwa baik Istri maupun Suami sama-sama capeknya, sama-sama besar tanggung jawabnya. Tugas kita sebagai Istri, jangan terlalu banyak menuntut Suami untuk senantiasa “ngertiin” kita, namun juga, kita harus berusaha menjadi istri yang memahami Suami, baik psikis maupun fisiknya.

***

__

~ Tyas Ummu Hassfi

Yogyakarta, Jum’at 18 Maret 2016 pukul 12. 48 WIB

Ketika aku semakin berbahagia menjadi Istrimu… ❤

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s