Dijajah Smartphone

smmmm
Sumber Gambar

Menjadi Ibu Rumah Tangga adalah sebuah pilihan. Pilihan tepat bagi seorang muslimah untuk mentaati perintah ALLAH agar tetap berada di dalam rumah Suaminya. Meski beribu orang di luar sana menyayangkan, “Mengapa kuliah tinggi-tinggi pada akhirnya engkau menjadi pengangguran di rumah?”. Seolah, menjadi Ibu Rumah Tangga merupakan pilihan yang salah. Padahal, ALLAH telah memuliakan wanita yang memilih profesi Ibu Rumah Tangga dan tetap tinggal di dalam rumahnya.

“Dan hendaklah kamu tetap tinggal di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu. Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah ALLAH dan Rasul-Nya. Sesungguhnya ALLAH bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai ahlul bait, dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya..” (Qs. Al-Ahzab : 33)

Islam amat memuliakan wanita. Karenanya, agama ini menganjurkan para Isteri-isteri untuk tetap berada di dalam rumah suaminya, menjadi sekolah pertama dan pendidik bagi anak-anaknya. Tugas mencari nafkah, telah dibebankan sepenuhnya kepada Suami selaku pemimpin rumah tangga. Singkatnya, seorang Istri hanya bertugas menjaga anak-anak suaminya, harta suaminya, kehormatan dirinya, puasa di bulan ramadhan dan shalat lima waktu. Dengan menunaikan tugas tersebut, ALLAH telah menjamin surga bagi seorang Istri.

“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (selama bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina), dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita ini, “Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau sukai”. (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban)

Namun agaknya, belakangan ini kemerdekaan Ibu Rumah Tangga telah direnggut oleh media sosial. Jika sebelum media social se-booming sekarang, para ibu rumah tangga hanya sibuk berkutat dengan dapur, sumur dan kasur. Kini kesibukannya semakin bertambah, yakni berkutat pada layar smartphone. Kesibukannya berkutat dengan layar smartphone berdampak pada lahirnya generasi lapar perhatian. Padahal sebelumnya, anak-anak dan Ibu Rumah Tangga berada pada puncak kejayaan. Seorang Ibu bisa hidup merdeka tanpa harus eksis agar dikenal dan diakui banyak orang, waktu luangnya digunakan untuk banyak bereksperimen, bermain, bercanda bersama anak. Dan seorang anak merdeka karena memiliki Ibu yang bisa diajak ngobrol apa saja, menemaninya belajar, serta banyak berkontak mata dengannya.

Sayang seribu sayang hari ini dapat kita saksikan bersama dengan mata telanjang telah terjadi penjajahan dimana-mana. Ya, sebuah teknologi canggih bernama smartphone dan media sosial telah merampas perhatian ibu terhadap anaknya, seorang Suami terhadap Istrinya. Lihat saja, ketika sarapan pagi biasanya menjadi momentum untuk bisa ngobrol dengan anggota keluarga, kini nyaris semua anggota keluarga berdiam diri, menunduk, mata tertuju pada layar smartphone, tangan kanan memegang sendok, tangan kiri menyentuh layar, tak lupa sebelum makan, selfie dulu dan memotret hidangan yang disajikan. Komunikasi verbal nan syahdu, penuh derai tawa yang dulu membahana, perlahan mulai tenggelam, berganti dengan desingan omelan yang berhamburan tatkala sang anak, atau suami tak lekas menyahut saat Ibu memanggil atau menanyai. Entah mengapa, smartphone mampu membuat telinga mendadak tuli, dan konsentrasi menurun drastis.

Sungguh ironis, smartphone yang sejatinya dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk mempermudah komunikasi, dan tuntutan teknologi yang semakin canggih (karena nyaris semua transaksi mulai bisa dilakukan online) menjadi bumerang dan jurang kesengsaraan yang menganga sebab kurangnya kontrol diri. Khususnya Ibu rumah tangga, yang dikabarkan menjadi pengguna smartphone dan media sosial paling aktif. Apabila seorang ibu rumah tangga yang seharusnya bisa mendulang pahala sebanyak-banyaknya di dalam rumah suaminya, menjadi lebih sibuk dengan smartphonenya, meninggalkan dzikir karena sibuk berbalas komentar di Facebook, jarang tilawah karena sibuk berbalas chat di grup Whatsaap, terlambat masak karena harus memotret tutorialnya di Instagram, atau melalaikan anak karena harus menyelesaikan tulisan di WordPress, maka celakalah, ia telah meninggalkan perkara wajib untuk hal-hal yang kurang bermanfaat. Padahal salah satu tanda berpalingnya ALLAH dari seorang hamba adalah, membiarkan hamba tersebut sibuk pada perkara-perkara yang tidak bermanfaat.

Bayangkan, lisan yang terlalaikan dari dzikir, hati yang mulai meninggalkan Al-Qur’an, sikap yang menjengkelkan suami akibat pegang hape selalu, dan anak yang terabaikan kasih sayangnya, menjadi bibit-bibit kesengsaraan bagi hati dan jiwa. Tanah yang gersang karena lama tak bertemu air, tentu melahirkan derita. Bagaimana dengan hati yang kering iman karena sibuk pada perkara yang tidak bermanfaat? Tentu, sengsaranya tak terperi.

Bukan berarti, smartphone selalu berdampak negatif bagi ibu rumah tangga. Sah-sah saja ibu rumah tangga yang tinggal di dalam rumah memiliki smartphone, berselancar di dunia maya untuk mencari informasi terupdate supaya tidak kuper meski kadang berujung baper, dan memiliki akun media social. Hanya, lebih baik jika memiliki jadwal khusus untuk menyentuhnya. Supaya tidak menjadi candu yang melenakan, dan hak-hak orang yang kita cintai, tidak terlupakan.

Menjadi ibu rumah tangga yang merdeka atau sengsara adalah sebuah pilihan. Sengsara jika membiarkan diri dijajah oleh smartphone, dan merdeka jika smartphone tak mampu merenggut keindahan bertatap mata dengan Buah Cinta, serta masa-masa bermesra dengan Al-Qur’an dan ALLAH. Semoga kita bisa menjadi ibu rumah tangga yang dapat mementingkan skala prioritas dalam aktifitas kerumahtanggaan dan ibadah tanpa terganggu oleh gencarnya godaan smartphone yang berdendang nyaring. Ping! Ping! Ping!

____

Tyas Ummu Hassfi,

Yogyakarta, 7 April 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s