Jangan Nonton Sinetron

kkk
Sumber : Pinterest

“Mbak, jangan nonton Sinetron lah.. Itu cuma rekayasa, ganti!” begitulah kalimat sehari-hari yang sering menyambangi telinga kami ketika ketahuan Bapak sedang menonton sinetron. Sekitar tahun 1999 hingga saya SMA. Kami semua ngedumel dalam hati, sebel sekali sama Bapak saat itu.

“Kenapa sih, nggak boleh nonton sinetron? Trus nonton apaan dong?” rutuk saya dan saudara-saudara yang lain. Tentu dengan suara pelan. Kami tidak berani membantah Bapak, selain mengganti channel TV menonton Kuis, Kartun, dan lain sebagainya.

Sempat, kami semua merasa girang ketika Bapak tidak ada di rumah atau sedang lembur. Biasanya kami menonton Sinetron Tersanjung, FTV, Cinta Fitri dan lain sebagainya. Bahkan hingga kini, ketika semua anaknya sudah besar-besar, sudah berkeluarga, dan yang paling bontot sudah kuliah semester enam saja, Bapak masih suka menegur supaya tidak menonton sinetron.

“Drama… Tidak mendidik..” seperti itu yang kerap diucapkan Bapak.

Setelah menjadi Guru, mencermati fenomena pelajar masa kini, gaya bahasa, cara bergaulnya saya menjadi paham, mengapa dulu Bapak akan marah besar sampai memukul kaki kami dengan sarung jika ketahuan menonton sinetron.

Tidak mendidik, terlalu mendramatisir, dan menbodohkan. Iya, televise merupakan media elektronik yang berfungsi untuk menyampaikan informasi dari segala penjuru dunia. Siapa saja bisa menikmati tontonan televise, mulai dari anak-anak hingga kakek nenek.

Yang menjadi ironi adalah, ketika informasi yang disajikan di dunia pertelevisian tanah air justru salah satu faktor utama penyebab kebobrokan bangsa ini. Why? Jaman dulu, mana ada anak SD berani bilang cinta-cintaan? Anak kuliahan, liat rumah orang yang ditaksirnya saja sudah berdesir-desir jantungnya? (Kata Saksi hidup ketika itu 😀 ) Berani bunuh-bunuhan? Berani melawan Guru dan Orang Tua?

Gara-gara Sinetron, dan Band-band Junior yang alaynya minta ditimpuk di televisi, kini bermunculan bibit-bibit alay dan sarkas dalam diri anak-anak SD. Gara-gara di TV ada geng anak nakal membully temannya yang lemah, di sekolah nyata kini bertebaran hal serupa. Gara-gara di TV ada anak SD pacaran, sekarang anak SD sudah dewasa sebelum waktunya.

Yang lebih mengerikan, sudah banyak anak jadi durhaka sama orang tua. Banyak ABG labil mengikuti trend-trend artis di TV yang kebanyakan nggak mutu. Banyak kasus MBA, banyak PSK terang-terangan, anak SMA gayanya sudah memprihatinkan, suka ngerjain guru, ke sekolah bawa mobil, semakin banyak lagu-lagu menjijikkan yang melow-melow bombay, semakin banyak kasus perceraian artis, ah.. kalo menggambarkan dunia pertelevisian Indonesia, bikin ngelus dada banget deh. Betul Bu… Ibu?? Yak, betuul..! 😀

Sebagai Calon Orang Tua, saya menjadi semakin takut dengan pergaulan yang berkembang kini pada para pelajar di sekolah. Melihat contoh jelek di TV seperti anak SMA memakai rok mini, di Jogja berseliweran pelajar-pelajar SMA yang mengenakan rok super ketat. Tapi alhamdulillaah, di SMA-SMA Negeri dan Sekolah Islam, tidak ya? Tapi, anak-anak SDnya itu loh.. Bajunya dikeluarkan, pake pernak-pernik ala remaja di TV, dan sudah berani ngomongin pacar! Aduh.. 😥

Bingung, tidak bisa berkontribusi banyak untuk mencegah atau mengatasi permasalahan bangsa yang krusial ini. Dilema juga, ketika orang tua di rumah sudah susah payah menjaga supaya anak tidak menyerap informasi sampah di televise, eh… teman sekolahnya malah ngajarin.

Sekiranya orang tua benar-benar sayang pada anak, dan seandainya semua orang tua berpikir untuk menyingkirkan TV dari rumah, mengajarkan akhlaq yang baik pada anak, In syaa ALLAH Indonesia terselamatkan dari kebobrokan moral bangsa. Tapi itu kan, SEANDAINYA… tapi, susah juga ya? Hmmm..

Jangan nonton Sinetron ya? Sudah itu aja..

~ Tyas Ummu Hassfi,

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s