Sesisir Pisang dan Tetangga

pisang
Pisangnya enak ^^
Alhamdulillaah, pagi-pagi dapet kiriman Pisang dari Tetangga.

Meski hanya sesisir Pisang, tapi membuatku bersyukur dan bahagia. Waktu Tetangga tiba-tiba dateng dang ngasih pisang, seketika inget sama hadist ini :

“Empat perkara termasuk dari kebahagiaan, yaitu Istri yang shalihah, tempat tinggal yang luas, tetangga yang baik, dan tunggangan (kendaraan) yang nyaman. Dan empat perkara yang merupakan kesengsaraan yaitu tetangga yang jelek, istri yang jelek (tidak shalihah), kendaraan yang tidak nyaman, dan tempat tinggal yang sempit.” (HR. Ibnu Hibban)

Tetangga yang baik itu memberi ketenangan. Baik bukan cuma dalam perkara suka kirim-kirim makanan saja, tetapi juga menjaga hak-hak tetangga lainnya. Seperti nggak nyetel musik atau televisi kenceng-kenceng, buang sampah di halaman tetangga, bantu ngangkatin jemuran kalo pada jatuh, dll. Dan yang terpenting adalah,murah senyum dan saling bertegur sapa.

Masalah bertegur sapa, meski cuma “Mari Bu..”, “Belanja Bu..”, “Pulang kuliah Mbak?”, dsb, rupanya memberi dampak yang baik bagi kita dan orang lain. Orang lain yang ngeliat kita bercadar begini, enggak sungkan dan curiga kalo ketemu. Bahkan, kalo ada Tamu kesasar nyari rumah kita, bisa ditunjukkin langsung lokasi rumah kita.

Apalagi bagi Pendatang, kudu sering-sering membangun komunikasi yang baik dengan tetangga. Ya memang, kita banyak ndekem di rumah, tapi, kalo pas nongol, basa basi dikitlah. Karena, Tetangga terdekat adalah keluarga baru di tanah rantau. Yang sewaktu-waktu kita butuhkan keberadaannya.

Selanjutnya, Poin penting saat kita mencari tempat tinggal baru adalah, melihat dengan siapa kita bertetangga. Pernah banget ngerasain yang namanya punya tetangga “kurang baik”. Hati nggak tenang, merasa terdzhalimi karena nyetel musik tengah malem sampe dini hari kenceng banget, bikin emosi naik turun, dll.

Alhamdulillaah, kini ALLAH ganti dengan tetangga yang baik-baik, care, dan shalih-shalihah. Maa syaa ALLAH.

Nah, bahagia kan rasanya punya tetangga baik? Kalo kita pengen banyak orang lain bahagia, yuk, kita berusaha menjadi tetangga yang baik untuk mereka. Jangan fokus pada seberapa sering kita jadi gunjingan Ibu-ibu di warung sayur, tapi fokuslah untuk terus berbuat baik pada mereka semata karena mengharap pahala ALLAH.

Lha jadi kepanjangan, hihihi. Jazakumullahu khairaan tetanggaku.

Ummu Hassfi,
Yogyakarta September 9, 2016 at 9. 44
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s