Saat Emak-emak Doyan Nge-Blog

diaryy
Sumber gambar dari google image.

Hobi menulis itu baik. Konon, mampu mencegah kepikunan. Demikian pula membaca, yang sering disebut-sebut dapat menolak lupa serta mempertajam ingatan. Bagi sebagian orang, menulis itu candu. Ada pula yang menjadikan menulis sebagai terapi stress.

Nah, bagi saya, menulis adalah terapi stress yang cukup jitu. Bukan sedang mengeluh, bahwa sejujurnya, adakalanya, menjadi Ibu Rumah Tangga itu menjemukan. Ada saat-saat dimana saya rindu pengen ngumpul sama temen-temen, ngobrol ngalor ngidul, tapi rasanya kok lebih patut saya di rumah nungguin Suami pulang kerja sambil motong-motong daun di kebun yang sudah menguning, atau sambil menulis aktifitas keseharian yang membuat saya jadi menemukan hikmah, pengalaman baru, resep baru, tips baru, dll.

Maka, jangan heran ya, kalo bertandang ke blog saya, kini lebih banyak curhatnya daripada faidah ilmunya? Karena, saat Suami nggak di rumah, saya butuh temen ngobrol, butuh tempat untuk mencurahkan pikiran saya, yang kadang muncul kadang hilang kayak jerawat. Lebih nyaman rasanya nulis di blog saya. Jadi, yang membaca, cuma orang-orang yang memang niat membacanya. Kalo saya sebentar-sebentar nulis di timeline sepanjang jalan kenangan, eh sepanjang ini, mungkin akan banyak di-unfollow temen-temen kali ya? Pikirnya,”Ini emak-emak statusnya panjang-panjang, mending manfaat, lha curcol je…” mungkin gitu kali yak? #hiks

Tapi, ada satu hal yang membuat saya agak sedih. Mungkin, karena lagi laper kali ya, jadi bawaannya baper. Ada yang nulis status, bilang kalo doi dulu blognya isinya essay, bukan curhatan kayak emak-emak rempong.

Saya agak tersindir, meski boleh jadi ge-ernya lagi kelewatan. Lho, gimana sih, katanya tadi lagi baper, sekarang lagi ge-er? Nggak konsisten ih kayak Jo… ah, sudahlah.. Back to topic.

Jadi, saya ini lagi ngerasa kalo blog saya kok isinya curhatan melulu ya? Emang salah ya, kalo saya menyempilkan curhatan, nasehat, atau kisah, atau behind the scene di balik foto-foto resep, tanaman, atau aktifitas-aktifitas kerumahtanggaan saya lainnya?

Saya merasa, dengan menulis di blog, itu bikin legaaa, jadi hiburan tersendiri, bikin enggak sepaneng, bikin konsisten buat menerapkan tips-tips atau apapun yang saya bagikan disana. Bikin semangat kalo ada yang merasakan manfaat dari tulisan saya, atau terhibur, atau apalah-apalah.

Ya memang, tulisan itu biasanya terinspirasi dari apa yang kita lihat, dengar, rasakan, dan pikirkan bukan? Saat masih kuliah, saya bisa menulis faidah-faidah atau quotes menarik dari dosen untuk menjadi bahan tulisan. Saat mengajar TK dan SD, saya bisa menuliskan segenap aktifitas dan keseruan belajar bersama anak-anak, saat di wisma, saya dapat menceritakan banyak inspirasi, tema-tema kajian, atau apapun itu yang berkaitan dengan keshalihan yang diajarkan teman-teman kepada saya, saat saya mudik, dikunjungi keluarga,pasti saya akan bercerita tentang kebersamaan kami, demikian pula, setelah menjadi Istri, menjadi Ibu Rumah Tangga, pasti, pengalaman yang didapat seputar kerumahtanggaan.

Boro-boro mau nulis essay, nulis artikel ilmiah, apalagi Jurnal, bisa baca buku 800 halaman tanpa ketiduran, atau tanpa ditegur Suami karena sudah larut aja udah bersyukur banget. Bisa nulis postingan sepanjang ini aja udah plong banget, karena gemuruh di kepala sudah diluapkan.

(Hhhhh.. Menghela napas panjang)

Dari tulisan sepanjang ini, intinya saya mau minta maaf ya kalo menyita waktu temen-temen buat baca sampe tuntas? Dan maafkan pula kalo ada yang nggak sependapat, hehehe.

Selanjutnya, saya pengen bilang, come on.. Jangan bilang emak-emak yang hobi menulis curhatan itu nggak banget. Kalo curhatannya bukan keluh kesah, isinya positif, nulisnya di blog pribadi, nggak ada pelanggaran syariat, apa sih masalahnya? (Kalo beneran bermasalah, wah.. Saya bakal kapok bangetlah ngeblog. 😀 ).

Boleh jadi kan, dengan menulis lepas based true story-nya, membuat Ibu Rumah Tangga yang gemar curcol di blog bisa menelurkan buku-buku yang bermanfaat berdasarkan pengalaman sehari-harinya? Bisa meningkatkan kecakapan dalam menulis apapun, dan tentunya, bisa memperbaiki konten tulisannya menuju tulisan bermutu tinggi, bermuatan dakwah, yang akan mengajak orang-orang menuju jalan kebaikan? Siapa tahu kan? ^^ Barakallaahu fiikum.

~ Tyas Ummu Hassfi, Yogyakarta, 11-11-2016

Save

Advertisements

3 thoughts on “Saat Emak-emak Doyan Nge-Blog

  1. Tulisan di blog ku juga sekarang banyakan curcol Mba. Dan emang enak nulis di blog daripada di sosmed lain. Cuma kadang galau juga : di post ga ya, di post ga ya. Ujung-ujungnya sekarang malah ta privat sek. 😁
    Kadang kalo dipikir-pikir, terus dengerin komentar orang malah ga ada habisnya. Ada aja yang dikomentarin. Ujung-ujungnya ga nulis2. Mau nulis jadi kebanyakan mikirnya. Akhirnya cuma sebatas sampe di pikiran 😁.

    Semangat mbaa !!
    Jangan lupa bahagia (nyalin quote dari prawitamutia 😊)

    Like

    1. Hehehe.. Iyaaa Mbak Nenden.. Kalo ngikutin apa kata orang, njug pas lagi nggak mood dan laper, bawaannya jadi baper. Dan ujung-ujungnya curcol.. xixixi.

      Anti jugak yaa.. Jangan lupa bahagia! ^^

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s