7 Tips Memilih Kontrakan

memilih-kontrakan
Gambar asli ambil di Google Image, lalu saya edit.

Setelah menikah, memilih hidup terpisah dari orang tua adalah sebuah keharusan. Bagi saya pribadi, meski hubungan dengan orang tua dan Mertua sangat baik, tapi, sedikitpun tidak pernah terbersit keinginan untuk tinggal satu atap. Kecuali, jika mereka sudah renta dan nggak bisa ngurus diri sendiri, kami siap merawat In syaa ALLAH.

Kenapa sih harus tinggal terpisah dari orang tua atau mertua? Biar lebih mandiri dan menghindari adanya gesekan. Banyak saya temui, pasangan yang tinggal serumah dengan mertua seringnya kurang begitu nyaman dan leluasa dalam mengatur rumah tangganya sendiri. Kasih sayang berlebihan orang tua terhadap anak tidak sedikit lho yang turut menyumbang intervensi saat terjadi konflik.

Nah, biar ada kangen-kangennya, enaknya kan tinggal terpisah. Meski beda kompleks, nggakpapa. Yang penting, kita meminimalisir adanya gesekan dengan orang tua, mertua, dan keluarga lainnya.

Agar nyaman tinggal di rumah baru, meski baru ngontrak, nggak ada salahnya mengintip tips-tips memilih kontrakan ala saya. Hehehe.

Pilih Lingkungan dan Tetangga yang Baik

Memilih tetangga dan lingkungan yang baik itu pentiiiiing banget Pemirsaah! Belajar dari pengalaman buruk tentang tetangga yang kurang baik, saya jadi sangat ketat dalam memperhatikan tetangga sekitar rumah kontrakan yang akan ditempati. Dulu, Suami buru-buru DP kontrakan tanpa sempat ngecek seperti apa tetangganya.

Qadarallaah, tetangga kami ternyata wanita malam yang bekerja di Diskotik. Sering membawa temannya ke rumah dalam keadaan mabuk. Sampai-sampai, Suami tidak pernah tenang kalau meninggalkan saya sendiri di rumah. Karena memang rumah kami sangat berdekatan saat itu. Belum lagi gangguan suara musik dari jam sebelas malam sampai subuh. Arggghh.. Menjengkelkan.

Akhirnya, belum genap setahun tinggal di kontrakan pertama, kami memutuskan pindah rumah. Alhamdulillaah, ALLAH ganti dengan yang jauuuuh lebih baik. Maa syaa ALLAH.

Jadi, nggak ada salahnya kalo temen-temen survey lingkungan dulu sebelum memilih tempat tinggal. Apalagi kalau sudah punya anak, harus lebih selektif lagi. Jangan sampai, kita sudah mendidik anak sebaik-baiknya di dalam rumah, eh.. Saat bermain di luar, jadi berperilaku tidak terpuji, karena lingkungan tempat tinggalnya kurang tepat.

Rumah Harus Dekat Masjid

Sebagai seorang muslim, kaum lelaki wajib hukumnya menunaikan shalat lima waktu di Masjid. Jadi, memilih lokasi rumah yang dekat dengan masjid adalah pilihan yang tepat. Enaknya tinggal berdampingan dengan masjid adalah, kita bisa mendengar suara adzan dengan jelas, sehingga bisa menjawab adzan. Bisa dibangunkan untuk sahur, dapet jatah daging kurban, bisa itikaf di Masjid tanpa harus jauh-jauh dari rumah, dll.

Pemilik Kontrakan yang Penuh Perhatian

Berurusan dengan pemilik kontrakan yang “Sebodo amat..” itu selain bikin KZL kadang bikin gemes juga. Saat di kontrakan pertama, air macet karena pompa rusak. Tanpa pemberitahuan kepada penghuni kontrakan, eh.. Air dimatikan hingga dua harian. Bayangin deh gimana terhambatnya aktifitas kita tanpa air? Setelah komplain, kami dimintain uang buat iuran beli Pompa baru. Argghhh.. Harusnya kan masalah teknis seperti itu urusan pemilik kontrakan. Kalo emang ada bayar-bayar, mbok disampaikan sejak awal tho..!

Bukan cuma masalah pompa air yang bikin saya stress, unggas-unggas beserta “jejaknya” juga bikin sensi. Belum lagi Kalkun yang suka ngejar-ngejar orang, Angsa yang suka nyosor-nyosor, sampai Ayam yang hobi petangkringan di atas jok motor Tamu, kadang bikin pening dan pengen bakar mereka semua. 😀

Alhamdulillaah, ALLAH ganti dengan Pemilik Kontrakan baru yang Maa syaa ALLAH, perhatian banget pada kami. Karena saya makin gendut, naik tangga jadi masalah rumit. Eh, tadi pagi, pas lagi nyuci, denger suara dog dog dog di belakang rumah. Ternyata, Bapak pemilik kontrakan, membuatkan jemuran baru untuk saya. Padahal saya nggak pernah minta. Mungkin karena beliau denger suara mesin cuci udah muter, dan ngeliat saya lebih sering jemur di belakang daripada di lantai dua kali ya, makanya dibuatkan jemuran baru yang lebih strategis untuk saya. Maa syaa ALLAH, jazakumullahu khairaan Pak Gondo!

Gimana cara mengetahui pemilik kontrakan perhatian atau tidak? Saat berurusan uang dengan beliau. Hehehe. Nggak ding.. Kalo saya sih menilainya dari gaya berbicaranya yang ramah, pas ngobrol enggak ngomongin orang atau jelek-jelekin pemilik kontrakan lain, dzhahirnya shalih, dan cepat tanggap dalam menghadapi keluhan-keluhan penyewa.

Sewaktu pertama kami datang, baru setengah hari, tiba-tiba listrik njeglek dan susah dihidupkan lagi. Tanpa kami minta, pemiliki kontrakan segera menelepon PLN. Dan masalah listrik terselesaikan segera. Bahkan, beliau sampai membawakan kabel panjang dari dapur rumahnya ke rumah kami, katanya, “Ini kabel, kalo sampai maghrib belum nyala juga, dipakai saja untuk sementara..” Maa syaa ALLAH, terharu.

Fasilitas Rumah yang Memadai

Fasilitas minimal di rumah yang harus memadai yakni Listrik dan Air. Keduanya adalah hal yang amat krusial yang perlu diperhatikan. Cek-cek, ada kebocoran pipa enggak? airnya jernih enggak? Listriknya berapa whatt? Sistemnya, gabung dengan tetangga atau satu rumaah satu sekering? Dll.

Dekat dengan Warung, Pasar, dan Jalan Besar

Pastikan, saat memilih kontrakan, dekat dengan warung, pasar, dan jalan besar. Minimalnya, dekat dengan warung. Sehingga, kalo mau masak nggak perlu repot-repot naik angkot, atau ngeluarin kendaraan buat belanja. Juga, kalo ada bahan masakan yang kurang, bisa segera dipenuhi.

Tidak Terlalu Dekat dengan Pusat Hiburan (ex : Pasar Malam, Taman Bermain, Alun-alun)

Adanya taman bermain, pasar malam, maupun alun-alun di dekat kompleks rumah memang menyenangkan. Bisa refreshing atau sekedar jalan-jalan sore sambil momong bocah. Masalah akan timbul, kalo sedang ada event. Bising!

Pengalaman, rumah kontrakan pertama saya dekat sekali dengan Taman Bermain, hampir sepanjang malam terdengar suara musik yang sangat keras hingga menjelang tengah malam. Belum lagi, kadang ada orang-orang yang nongkrong di dekat rumah sambil gonjreng-gonjreng atau bahkan minum-minum. Tentu sangat mengganggu sekali. Apalagi kalau malam minggu, duuuh.. Sampe nggak susah tidur saking bisingnya.

Nah, demi kenyamanan dan keamanan keluarga, sebaiknya, pilihlah rumah kontrakan yang jaraknya tidak terlalu dekat dengan pusat hiburan. Minimal, satu kilometer. Agar aktifitas riuh-nya tidak mengganggu ketenangan di dalam rumah.

Sesuai dengan Budget

Terus terang, harga kontrakan untuk wilayah Jogja Kota semakin kesini, semakin nggak realistis! Setiap tahun, naiknya gila-gilaan. Kalo mau dapet kontrakan murah tapi kece, sangat sulit didapat di Jogja Kota. Mentok-mentoknya, di daerah yang agak jauh dari pusat kota. Seperti Bantul misalnya. Di Bantul, harga sewa rumah masih sangat terjangkau. Bahkan, budget lima juta saja suda dapat rumah di dalam perumahan.

Sedangkan, untuk wilayah Jogja Kota dan Sleman, aduhaiii.. Mahalnyaaaa. Budget tujuh juta, baru dapat rumah satu kamar, di gang sempit, sangat sederhana. Hampir susah ditemui, kontrakan dua kamar di bawah harga sepuluh juta. Bikin merinding.

Nah, bagi teman-teman yang memilih ngontrak, ada baiknya, siapkan dana sebaik-baiknya untuk sewa kontrakan. Perbulan, selalu sisihkan sebagian uang belanja untuk persiapan bayar sewa kontrak tahun selanjutnya agar tidak keteteran.

Saat memilih kontrakan, baiknya perkirakan budget yang kita sanggupi. FYI, untuk kontrakan-kontrakan kece dan murmer di Jogja, pusatnya di daerah Godean, Jalan Imogiri, Umbulharjo, Jalan Bantul, pokoknya daerah Jogja bagian selatan. Minusnya, jauh dari pusat kota. Meski nggak jauh-jauh amat sih.

Sedangkan untuk kontrakan yang terkenal nggak realistis harganya, alias bikin kantong cepet cekak, yakni, daerah Pogung, Jalan Palagan Tentara Pelajar, Jalan Jambon, Jalan Magelang, Jalan Kaliurang, Jalan Monjali, Condong Catur, Jalan Gejayan, dll. Daerah yang dekat dengan Kampus dan area perkantoran pastinya. Emang sih, point plusnya banyak. Karena, akses kemana-mana mudah. Minusnya ya itu, mahalnya yang bikin emak-emak menangis pedih. Hikss.

Nah, sekian tips memilih kontrakan ala saya, sekaligus curatan enggak pentingnya. Hehehe. Semoga, tetep ada sedikit manfaatnya yaa teman-teman? Barakallaahu fiikum, selamat berburu kontrakan yang ideal.. ^^

Tyas Ummu Hassfi ~ Yogyakarta, 19/11/2016

Advertisements

4 thoughts on “7 Tips Memilih Kontrakan

    1. Iya Mbak.. Kalo budget 7 jt untuk Jogja Kota itu jarang banget. Kalo ada, nggak bagus gitu. Bisa ditengok info-info kontrakan terupdate di grup Info Kontrakan Jogja. hehehe.. Aku ngelus dodo..

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s