One Day, One Post

one-day-one-post-sulistiyoningtyas
Gambar diambil dari Google Image, lalu saya edit.

Dalam menjalani kehidupan, adakalanya kita perlu untuk memiliki target-target yang akan dicapai. Baik target jangka panjang, maupun jangka pendek. Pencapaian yang berhasil, seringnya, memotivasi kita untuk terus berusaha mencapai target-target selanjutnya yang belum terealisir. At least, dengan memiliki target setiap harinya, memberi harapan yang besar untuk menanti hari-hari selanjutnya. Kalau toh target kita belum tercapai, membuat kita banyak belajar untuk terus memperbaiki upaya.

Jika menjelang Ramadhan ada aktivitas “One Day, One Juz”, yakni dalam sehari kita memiliki target membaca satu juz Al-Qur’an atau “One Day, One Hadith” maknanya dalam sehari kita memiliki target menghafal minimal satu hadist, atau, di luar Ramadhan, kita memiliki target “One Day, One Book” artinya dalam sehari minimal wajib membaca satu buku, maka tak ada salahnya jika kita memiliki “One Day, One bla bla bla..” agar setiap harinya kita memiliki target-target harian yang membuat kita bersemangat dan berupaya mencapainya.

Tentu, target-target yang diharapkan harus bernilai positif. Tujuan memasang target membuat kita terbiasa dengan visi dan misi. Membuat kita menjadi orang yang tidak mudah menyerah saat ada target yang belum bisa diraih. Melatih kita untuk mengevaluasi kesalahan agar tidak gagal berulang. Meski, kegagalan merupakan sebuah proses belajar untuk menerima dan mendewasakan diri. Dan tentunya, setiap hari, kita selalu memiliki tujuan yang terarah. Sehingga, sisa-sisa usia kita menjadi lebih bermakna.

Terinspirasi dari paparan di atas, membuat saya ingin memiliki target sederhana untuk dicapai. Jangka pendek dulu lah minimal. Kalo saya bisa sukses mencapainya, tentu, akan membuat saya termotivasi untuk memiliki target-target besar lainnya. Memang ya, Manusia tidak akan pernah merasa puas dengan apa yang diperoleh? Hehehe, selama itu positif, why not? #ngeles 😀

Target sederhana yang ingin “coba” saya capai adalah “One Day, One Post”. Minimal, dalam sehari saya posting tulisan di blog ini (Kecuali, nggak ada koneksi internet seharian). Paling tidak, setiap hari, minimal saya menulis satu tulisan. Kalau ndilalah lagi nggak ada koneksi internet, atau saya ada udzur, minimal banget saya tulis dulu di draft laptop, baru kemudian diunggah saat sudah ada jaringan. Kalo kok yo males nulisnya kumat, minimal seminggu nulis, kalo seminggu masih nggak bisa, yo maksimal sebulan nulis. Tapi diusahakan, setiap hari saya wajib menulis.

Meski sesungguhnya, selama ini nyaris setiap hari saya menulis, tapi tidak serta merta langsung saya publish di blog. Selain karena kemarin saya sempat “disetrap” Suami gara-gara menghabiskan kuota 5 GB dalam waktu kurang dari seminggu (Hiks.. Tobat nonton Youtube atau Video di home Facebook), sehingga tidak dibelikan kuota lagi sampai sebulan. Juga karena tulisannya masih setengah matang. Jadi, saya endapkan dulu di draft, lalu saya lupakan. Lho? Lah iya, karena dengan mengendapkan tulisan dan melupakan, saat kita membacanya di lain waktu, kita akan memiliki sensasi lain dari sudut pandang Pembaca, bukan Penulis lagi. Kita jadi tahu cacat tulisannya dimana? Mana yang perlu dibenahi? Dll.

Oh ya, tujuan saya memiliki target “One Day, One Post” adalah, untuk melatih saya agar lebih disiplin. Sebagai “Sanguinis” sejati, konon tipe-tipe orang seperti saya ini berantakan dalam masalah pekerjaan, kurang disiplin, gampang ‘mlempem’, semangat cuma di awal saja. Tapi, kreatif dan inovatif. Ceileeh.. B-). Dan parahnya, talk active (biar rada keren dikit, daripada bilang ‘banyak omong’ 😀 ). Nah, biar kecerewetan saya bisa menjadi positif, jalan terbaik adalah dituangkan dalam tulisan. Apalagi, hari-harinya Sanguinis itu penuh bunga warna-warni. #tsaaah

Saya bisa ngoceh-ngoceh sepuasnya setiap hari di blog. Jadi, tidak mengganggu pendengaran orang lain. You know-lah, orang Sanguinis kalo udah ngomong susah direm, suka menyela, dan ekspresif banget. Jadi, blog adalah tempat terbaik bagi kaum sanguinis. Kalo lidah ‘terpeleset’ akan susah ter-delete dari hati orang lain. Tapi kalo tulisan salah, bisa diralat, disunting, atau dihapus, sebelum ‘ditumpahkan’ ke khalayak.

Bismillaah, semoga kali ini saya bisa menjadi Sanguinis yang konsisten, disiplin, dan teratur. Bagaimana dengan teman-teman Sanguinis dan lainnya, mau mencoba juga untuk menulis One Day, One Post seperti saya? J

Tyas Ummu Hassfi ~ Yogyakarta, 21 November 2016 pukul 09. 28 WIB

Save

Advertisements

2 thoughts on “One Day, One Post

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s